... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PM Mali Mengundurkan Diri Karena Gagal Kelola Ekonomi

Foto: Perdana Menteri Mali Soumeylou Boubeye Maiga

KIBLAT.NET, Bamako – Perdana Menteri Mali dan pemerintahannya dilaporkan telah mengundurkan diri empat pekan menyusul insiden pembantaian terhadap komunitas etnis Fulani oleh sekelompok orang bersenjata yang diduga berasal dari etnis Dogon. Insiden yang sangat mengoyak hati nurani ini membuat shocked di seluruh negeri.

Presiden Ibrahim Boubacar Keita menerima pengunduran diri tersebut pada hari Kamis (18/04/2019) tanpa memberi alasan apapun tentang mundurnya Perdana Menteri Soumeylou Boubeye Maiga dari jabatannya itu. Para anggota DPR telah berdiskusi dan merencanakan kemungkinan untuk melakukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah karena dianggap telah gagal melucuti senjata kelompok-kelompok milisi dan kelompok bersenjata lainnya.

Insiden pembunuhan masal yang terjadi 23 Maret bulan lalu itu diduga dilakukan oleh sekelompok milisi pemburu tradisional etnis Dogon di desa Ogossagou, Mali bagian tengah, yang dihuni oleh para penggembala ternak etnis Fulani. Ini merupakan insiden paling berdarah di negara Afrika Barat ini yang sejak beberapa tahun terakhir dilanda kekerasan.

Secara kronologi, insiden 23 Maret itu terjadi menyusul sebuah serangan mematikan lainnya yang menargetkan sebuah pos militer yang menewaskan sedikitnya 23 tentara Mali, juga di wilayah tengah. Sebuah kelompok afiliasi al-Qaidah mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini dan menyatakan sebagai reaksi balasan atas aksi brutal tentara terhadap para penggembala Fulani.

Pihak berwenang Mali telah menahan lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pembantaian, namun pemerintah belum berhasil melucuti senjata kelompok pelaku serangan. Dalam aksi pembantaian masal di Ogossagou itu, mayat-mayat perempuan dan anak-anak yang sudah hangus terbakar terlihat masih membara di dalam rumah-rumah mereka. Pemandangan inilah yang mengejutkan dan mengoyak hati warga Mali yang kemudian memicu frustrasi publik atas kegagalan pasukan pemerintah melindungi warganya.

BACA JUGA  Konflik Libya: Haftar Bersiap Serang Tripoli Habis-habisan

Berbagai kritik terus meluas termasuk perdebatan mengenahi pemimpin Mali yang dianggap belum cukup mengambil tindakan untuk mencegah konflik dan kekerasan antar komunitas etnis. Sementara wartawan Al Jazeera Nicolas Haque dari Senegal melaporkan, “Jelas ada kekecewaan publik yang luas terhadap situasi keamanan di negara itu (Mali).”

Selain insiden pembantaian masal di desa Ogossagou di bagian tengah Mali, faktor kegagalan ekonomi diduga menjadi penyebab aksi protes warga menuntut PM Soumeylou Boubeye Maiga mengundurkan diri. “Di waktu yang sama, kehidupan masyarakat pada umumnya di Mali semakin memburuk. Harga-harga barang dan kebutuhan pokok seperti air bersih, listrik, dan pangan naik 20 persen sejak tahun lalu. Perdana Menteri baru yang terpilih pada bulan Agustus 2018 berjanji akan mengubah keadaan, namun masyarakat melihat belum ada perubahan yang dijanjikan itu,” kata Haque.

Awal April ini, warga Mali berdemonstrasi menuntut Perdana Menteri mundur dari jabatannya. Sejumlah spanduk dan flyer demonstran juga menuntut penarikan mundur pasukan penjaga perdamaian PBB dari negara itu. PBB diketahui menempatkan lebih dari 16.000 pasukan “penjaga perdamaian” dalam misi MINUSMA di Mali.

Sementara 12.418 pasukan gabungan negara-negara Afrika seperti Burkina Faso, Senegal, Niger, Togo, dan Chad juga sudah diterjunkan di Mali. Namun ribuan pasukan asing itu telah gagal memberikan keamanan bagi warga. Dalam banyak kasus tentara-tentara “penjaga perdamaian” asing itu hanya menyaksikan berbagai aksi kekerasan tanpa mampu mencegah.

BACA JUGA  Layanan Internet di Sudan Kembali Aktif Setelah Sebulan Diputus

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Deklarasi Kemenangan di Tengah Kontestasi Elektoral Indonesia

Capres petahana Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kemenangan secara sepihak dalam kontestasi pemilu presiden kali ini berdasarkan perhitungan cepat atau Quick Count sejumlah lembaga survei.

Ahad, 21/04/2019 10:34 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Sekali Lagi, Membicarakan Status Mujahid di Masyarakat

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Sekali Lagi, Membicarakan Status Mujahid di Masyarakat. Syaikh Abdullah Azzam...

Ahad, 21/04/2019 10:31 0

Indonesia

Begini Cara WNI Kuala Lumpur Rajut Persatuan Pasca Pemilu

Menurutnya, turnamen ini bertujuan untuk menjalin kembali persatuan rakyat Indonesia.

Sabtu, 20/04/2019 14:36 0

Indonesia

Viral Video Kecurangan, Fahri Hamzah: Penyelenggara Pemilu Harus Verifikasi

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengingatkan kepada penyelenggara pemilu hadir di tengah masyarakat atas banyaknya video yang menunjukkan kecurangan Pemilu

Sabtu, 20/04/2019 14:24 6

Indonesia

Tokoh Muhammadiyah Sebut Ketentraman Pasca Pemilu Ditentukan KPU

Anwar menekankan bahwa damai atau tidaknya negeri ini sangat tergantung kepada kerja dan kinerja KPU

Jum'at, 19/04/2019 19:16 0

Indonesia

Pakar Hukum Pidana: Bukti Kecurangan Pemilu Laporkan ke Bawaslu

Pakar Hukum Pidana Dr, Abdul Chair Ramadhan menanggapi adanya video indikasi kecurangan pemilu tahun ini

Jum'at, 19/04/2019 18:55 0

Indonesia

Prabowo: Kami Punya Bukti Kecurangan Pilpres

Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019.

Jum'at, 19/04/2019 18:33 0

Indonesia

Ratusan Orang Hadiri Syukuran Kemenangan Prabowo di Kertanegara

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 mengadakan syukuran kemenangan pada Pilpres 2019.

Jum'at, 19/04/2019 16:12 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Semua Umat Islam Masuk Surga, Kecuali…

KIBLAT.NET- Dalam sebuah hadits, Rasul bersabda bahwa semua Umat Islam akan masuk surga kecuali merek...

Jum'at, 19/04/2019 14:50 0

Indonesia

Hoaks, Pesan WA Sebut Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Ustadz Syuhada menyatakan bahwa hoaks tersebut disebarkan untuk pengalihan isu.

Jum'at, 19/04/2019 13:48 0

Close