... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pelanggaran Kesepakatan Idlib oleh Militer Suriah di Idlib Masih Berlanjut

KIBLAT.NET, Idlib – Sedikitnya sepuluh sipil tewas, Kamis (18/04/2019), akibat serangan roket militer Suriah ke wilayah oposisi di provinsi Idlib. Beberapa pekan terakhir, wilayah oposisi yang berdekatan dengan daerah kontrol rezim menjadi sasaran serangan roket dan mortir hampir setiap hari.

Direktur lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR), Rami Abdelrahman, mengatakan bahwa serangan pada Kamis itu menghantam desa Um Tuina dan sebuah kamp pengungsian kecil di sebrang desa di pedesaan Idlib tenggara.

“Sepuluh warga sipil tewas, termasuk tiga anak-anak, dan 30 lainnya cedera,” katanya seraya menunjukkan bahwa jumlah korban kemungkinan akan meningkat karena terdapat beberapa korban selamat dalam kondisi kritis

Idlib dan wilayah lainnya yang secara administrasi bagian dari provinsi tetangga tunduk di bawah perjanjian yang dicapai oleh Rusia dan Turki di Sochi. Perjanjian itu menetapkan pembentukan zona demiliterisasi selebar antara 15 dan 20 kilometer di sepanjang garis kontak antara pasukan pemerintah dan pejuang oposisi. Namun, penerapan perjanjian itu belum selesai. Damaskus menuduh Ankara menunda-nunda.

Idlib yang saat di bawah kendali Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) menjadi saksi ekskalasi gempuran oleh pasukan rezim dan Rusia selama berminggu-minggu. Pejuang membalas pelanggaran itu dengan menargetkan wilayah kontrol rezim.

Perkembangan terkini, tiga negara yang mensponsori perjanjian Astana –Rusia, Iran dan Turki– dijadwalkan kembali bertemu pada 25 dan 26 April mendatang. Mereka membicarakan nasib Idlib ke depan.

BACA JUGA  Penelitian Ungkap 100 Ribu Orang Lebih Ditahan Rezim Suriah Selama Konflik

Rezim beserta sekutu Iran dan Rusia-nya ingin merebut Idlib. Namun, kesepatan yang dijalin dengan Turki memperlambat perebutan itu. Di sisi lain, pejuang di Idlib memiliki kemampuan yang mumpuni tak seperti di wilayah lain.

Sejauh ini, perjanjian yang disepakati oleh negera-negara dunia di sejumlah wilayah di Suriah berakhir pada jatuhnya wilayah oposisi ke tangan rezim. Kesepatan hanya sedikit mengulur waktu saja.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Protes Quick Count, BPN Prabowo-Sandi Laporkan Sejumlah Lembaga Survey

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Tim Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Djamaludin Koedoeboen melaporkan beberapa lembaga...

Kamis, 18/04/2019 21:34 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsialisasi Nasional Pasca Pemilu

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Pasca pemilu serentak yang diselenggarakan pada Rabu 17 April 2019, Ketua Umum...

Kamis, 18/04/2019 20:24 0

Indonesia

Pemilu Indonesia Disebut Paling Rumit di Dunia

"Pemilu di Indonesia adalah Pemilu terumit di dunia"

Kamis, 18/04/2019 20:10 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hasil Hitung Cepat

Sebagai sebuah kerja ilmiah hasil - hasil survey merupakan sajian hitungan atau data yang patut dihormati, tetapi sama sekali tidak mempengaruhi dan menentukan hasil pemilu.

Kamis, 18/04/2019 19:41 0

Indonesia

PSI Gagal ke Senayan, Pengamat: Kampanye Mereka Kontroversi

KIBLAT.NET, Jakarta - Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai wajar jika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak lolos ke parlemen.

Kamis, 18/04/2019 18:46 0

Indonesia

Pengamat Politik: Tahun Ini Adalah Pemilu Tergaduh

Direktur Indonesia Politic Review (IPR), Ujang Komarudin menilai bahwa pemilu tahun ini merupakan pemilu tergaduh

Kamis, 18/04/2019 17:54 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Ancaman Allah Kepada Pemimpin Pendusta

Khutbah Jumat: Ancaman Allah Kepada Pemimpin Pendusta

Kamis, 18/04/2019 16:24 0

Indonesia

Sempat Dicari-cari, Sandiaga Muncul Bersama Prabowo

"Terima kasih Pak @prabowo yang sudah menjenguk saya tadi malam ditemani kucing kesayangannya. Mohon maaf belum bisa mendampingi Bapak. Mohon doa dari semuanya untuk kesembuhan saya," tulis Sandiaga.

Kamis, 18/04/2019 14:46 0

Indonesia

BPN Bantah Prabowo dan Sandiaga Uno Berseteru

Miftah juga membantah jika ada perseteruan antara Prabowo dan Sandiaga

Kamis, 18/04/2019 14:25 0

Indonesia

PBNU: Hasil Quick Count Belum Final, Jangan Disikapi Berlebihan

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas menegaskan bahwa hasil hitung cepat memang cerminan dari hasil pemilu.

Kamis, 18/04/2019 13:54 0

Close