... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HRW: Penyiksaan Terus Terjadi terhadap Para Tahanan di Mosul

Foto: Mosul porak poranda akibat pertempuran antara ISIS dan tentara Iraq yang didukung koalisi AS

KIBLAT.NET, Mosul – Human Rights Watch (HRW), Kamis (18/04/2019), mengungkapan bahwa perwira Irak terus menyiksa para tahanan di Mosul, kota terbesar kedua di negara.

HRW mendokumentasikan dugaan penyiksaan baru awal tahun ini di penjara Faisaliya di Irak utara, sekitar enam bulan setelah menerbitkan laporan “mengerikan” tentang pelanggaran di sana dan di dua fasilitas terdekat.

Kelompok hak asasi itu mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan tahun lalu kepada kantor perdana menteri Irak, kementerian luar negeri dan kementerian dalam negeri. Tapi tanpa tanggapan.

“Jika pemerintah Irak mengabaikan laporan penyiksaan yang kredibel, maka tidak mengherankan bahwa pelanggaran terus terjadi,” kata Lama Fakih, wakil direktur HRW untuk Timur Tengah.

“Apa (lagi) yang diperlukan bagi pihak berwenang untuk menanggapi tuduhan penyiksaan dengan serius?”

Seorang tahanan yang ditahan di penjara Faisaliya pada awal 2019 menceritakan bahwa penjaga memukuli sekelompok tahanan dengan pipa plastik sampai mereka mengaku berafiliasi dengan ISIL.

Tahanan itu mengatakan para penjaga juga tidak memberikan air minum kepada mereka, dan menggantung mereka di langit-langit dengan tangan terikat di belakang.

Faisaliya terletak di Mosul timur, kota Irak yang hancur yang merupakan ibu kota ISIL selama tiga tahun sebelum pasukan pemerintah Irak merebutnya kembali pada akhir 2017.

Irak sejak itu telah mengadili ribuan warga negaranya sendiri, serta ratusan warga asing, atas tuduhan berafiliasi dengan kelompok bersenjata itu.

BACA JUGA  Insiden Desak-desakan di Perayaan Asyura di Karbala, 31 Tewas dan 71 Terluka

Kelompok-kelompok hak asasi manusia termasuk HRW, mengatakan para tersangka sering ditahan dengan bukti yang tidak langsung. Pengadilan juga tidak menjamin proses yang layak, sementara penyiksaan tersebar luas di sistem penjara Irak.

Dalam siaran pers pada hari Kamis, HRW mengatakan hakim Irak berkali-kali gagal untuk menyelidiki laporan penyiksaan yang dapat dipercaya dalam penahanan.

Kelompok itu mendesak pemerintah Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi untuk secara terbuka mengutuk penggunaan penyiksaan oleh semua aparat penegak hukum, keamanan dan militer.

“Pemerintah Perdana Menteri Abdul-Mahdi harus menunjukkan kepada rakyat Irak bahwa mereka serius untuk mengakhiri penyiksaan di fasilitas penahanan Irak,” kata Fakih.

“Diperlukan tindakan yang kuat,” katanya.

Awal bulan ini, kelompok itu mengatakan, Dewan Pengadilan Tinggi Irak mengatakan kepada HRW bahwa pengadilan Irak telah menyelidiki 275 pengaduan terhadap petugas investigasi pada akhir 2018.

Dewan mengatakan 176 telah “diselesaikan,” tanpa memberikan rincian hasil, sementara 99 masih ditangani.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Protes Quick Count, BPN Prabowo-Sandi Laporkan Sejumlah Lembaga Survey

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Tim Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Djamaludin Koedoeboen melaporkan beberapa lembaga...

Kamis, 18/04/2019 21:34 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsialisasi Nasional Pasca Pemilu

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Pasca pemilu serentak yang diselenggarakan pada Rabu 17 April 2019, Ketua Umum...

Kamis, 18/04/2019 20:24 0

Indonesia

Pemilu Indonesia Disebut Paling Rumit di Dunia

"Pemilu di Indonesia adalah Pemilu terumit di dunia"

Kamis, 18/04/2019 20:10 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hasil Hitung Cepat

Sebagai sebuah kerja ilmiah hasil - hasil survey merupakan sajian hitungan atau data yang patut dihormati, tetapi sama sekali tidak mempengaruhi dan menentukan hasil pemilu.

Kamis, 18/04/2019 19:41 0

Indonesia

PSI Gagal ke Senayan, Pengamat: Kampanye Mereka Kontroversi

KIBLAT.NET, Jakarta - Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai wajar jika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak lolos ke parlemen.

Kamis, 18/04/2019 18:46 0

Indonesia

Pengamat Politik: Tahun Ini Adalah Pemilu Tergaduh

Direktur Indonesia Politic Review (IPR), Ujang Komarudin menilai bahwa pemilu tahun ini merupakan pemilu tergaduh

Kamis, 18/04/2019 17:54 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Ancaman Allah Kepada Pemimpin Pendusta

Khutbah Jumat: Ancaman Allah Kepada Pemimpin Pendusta

Kamis, 18/04/2019 16:24 0

Indonesia

Sempat Dicari-cari, Sandiaga Muncul Bersama Prabowo

"Terima kasih Pak @prabowo yang sudah menjenguk saya tadi malam ditemani kucing kesayangannya. Mohon maaf belum bisa mendampingi Bapak. Mohon doa dari semuanya untuk kesembuhan saya," tulis Sandiaga.

Kamis, 18/04/2019 14:46 0

Indonesia

BPN Bantah Prabowo dan Sandiaga Uno Berseteru

Miftah juga membantah jika ada perseteruan antara Prabowo dan Sandiaga

Kamis, 18/04/2019 14:25 0

Indonesia

PBNU: Hasil Quick Count Belum Final, Jangan Disikapi Berlebihan

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas menegaskan bahwa hasil hitung cepat memang cerminan dari hasil pemilu.

Kamis, 18/04/2019 13:54 0

Close