... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Belum Dua Pekan Pasca Kudeta, Amerika Mulai “Masuki” Sudan

Foto: Ribuan pengunjuk rasa mengibarkan bendera, memegang spanduk dan meneriakkan slogan dalam demonstrasi di Kementerian Pertahanan di Khartoum (Reuters)

KIBLAT.NET, Jakarta – Amerika Serikat memuji perintah pemimpin militer baru Sudan untuk membebaskan tahanan politik dan mengakhiri jam malam. Seorang utusan akan dikirim ke Khartum untuk mendorong transisi menuju demokrasi.

“Makila James, wakil asisten menteri luar negeri yang bertanggung jawab atas Afrika timur, akan menuju ke Khartum akhir pekan ini,” kata seorang pejabat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus mengatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat akan disesuaikan dengan peristiwa yang terjadi. Dia menambahkan, AS menangguhkan untuk mencabut status Sudan sebagai negara sponsor terorisme.

“Kami didorong oleh keputusan untuk membebaskan tahanan politik dan membatalkan jam malam di Khartoum,” kata Ortagus dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Reuters bahwa James, utusan baru AS, berencana untuk mengadakan pembicaraan di Khartum pada akhir pekan dengan melihat situasi di lapangan.

Pejabat itu, menggambarkan situasi di Sudan “sangat tidak pasti”. Ia mengatakan, penting untuk menghindari “musyawarah tanpa akhir” tentang siapa yang harus memimpin otoritas sipil sementara.

Demonstran mengatakan mereka tidak akan berhenti sampai dewan militer transisi mengalihkan kekuasaan kepada pemerintah yang dipimpin sipil dan pemilihan umum diadakan.

Al-Bashir, yang menghadapi surat perintah penangkapan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Darfur Sudan, dipindahkan dari kediaman presiden ke sebuah penjara dengan keamanan tinggi di Khartum minggu ini.

BACA JUGA  Uni Afrika Cabut Penangguhan Keanggotaan Sudan

“Pada hari Rabu, dia dibawa ke penjara Kobar yang sangat aman di Khartum dari kediaman presiden,” kata sumber keluarga, ketika para penguasa militer mengumumkan langkah-langkah untuk memberantas korupsi.

Lebih dari tiga dekade pemerintahan Al-Bashir, puluhan ribu aktivis ditahan, dipukuli, disiksa dan dibunuh di Kobar oleh pejabat Partai Kongres Nasional dan sistem keamanannya.

Ortagus mengatakan Sudan tetap dilabeli oleh AS sebagai sponsor negara terorisme. Kebijakan Washington terhadap negara itu akan didasarkan pada “penilaian atas peristiwa di lapangan dan tindakan pemerintah transisi”. Pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan tidak ada anggota dewan militer Sudan yang mendapat sanksi AS.

Sudan ditunjuk sebagai sponsor negara terorisme pada tahun 1993 ketika AS dipimpin Bill Clinton. Ekonomi negara itu diblokade sehingga mengalami krisis.

Letnan Jenderalera Abdel Fattah al-Burhan, yang telah terlibat dalam dialog dadakan dengan pengunjuk rasa di jalan-jalan ibukota, menjadi pemimpin dewan transisi militer. Dia berjanji untuk mengadakan pemilihan dalam waktu dua tahun.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Semua Umat Islam Masuk Surga, Kecuali…

KIBLAT.NET- Dalam sebuah hadits, Rasul bersabda bahwa semua Umat Islam akan masuk surga kecuali merek...

Jum'at, 19/04/2019 14:50 0

Indonesia

Hoaks, Pesan WA Sebut Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Ustadz Syuhada menyatakan bahwa hoaks tersebut disebarkan untuk pengalihan isu.

Jum'at, 19/04/2019 13:48 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Meluangkan Waktu untuk Keluarga Bagian dari Muasyaroh bil Ma’ruf

KIBLAT.NET- Mengkhususkan sebagian waktu untuk menjalani kebersamaan dengan keluarga adalah bagian dari memperlakukan keluarga dengan...

Jum'at, 19/04/2019 12:52 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Kewajiban Memperlakukan Istri dengan Baik dalam Keadaan Apapun

KIBLAT.NET- Dalam perjalanan kehidupan rumah tangga, ada kalanya muncul perasaan tidak menyukai pasangan. Namun pernikahan...

Jum'at, 19/04/2019 12:49 0

Indonesia

Protes Quick Count, BPN Prabowo-Sandi Laporkan Sejumlah Lembaga Survey

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Tim Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Djamaludin Koedoeboen melaporkan beberapa lembaga...

Kamis, 18/04/2019 21:34 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsialisasi Nasional Pasca Pemilu

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Pasca pemilu serentak yang diselenggarakan pada Rabu 17 April 2019, Ketua Umum...

Kamis, 18/04/2019 20:24 0

Indonesia

Pemilu Indonesia Disebut Paling Rumit di Dunia

"Pemilu di Indonesia adalah Pemilu terumit di dunia"

Kamis, 18/04/2019 20:10 0

Indonesia

PP Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hasil Hitung Cepat

Sebagai sebuah kerja ilmiah hasil - hasil survey merupakan sajian hitungan atau data yang patut dihormati, tetapi sama sekali tidak mempengaruhi dan menentukan hasil pemilu.

Kamis, 18/04/2019 19:41 0

Indonesia

PSI Gagal ke Senayan, Pengamat: Kampanye Mereka Kontroversi

KIBLAT.NET, Jakarta - Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai wajar jika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak lolos ke parlemen.

Kamis, 18/04/2019 18:46 0

Indonesia

Pengamat Politik: Tahun Ini Adalah Pemilu Tergaduh

Direktur Indonesia Politic Review (IPR), Ujang Komarudin menilai bahwa pemilu tahun ini merupakan pemilu tergaduh

Kamis, 18/04/2019 17:54 0

Close