PSI Gagal ke Senayan, Pengamat: Kampanye Mereka Kontroversi

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai wajar jika Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak lolos ke parlemen. Menurutnya, hal itu dikarenakan kampanye mereka yang cenderung menyerang siapa saja.

“Wajar jika PSI tidak lolos ke Senayan. Karena narasi kampanye yang dikembangkan cenderung menyerang kawan dan lawan. Karena hal tersebut, masyarakat kurang simpati,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (18/04/2019).

Ia juga menyoroti soal kampanye PSI yang menolak poligami. Ujang menegaskan bahwa justru kampanye tersebut tidak produktif.

“Mereka seolah-olah yang paling benar. Partai lain salah. Menolak poligami isu untuk mendapat simpati kaum emak-emak yang tidak mau dimadu. Tapi bukan simpati yang didapat, tapi kontroversi. Kampanye mereka kontroversi,” ujarnya.

Soal kampanye intoleransi, kata dia, justru hal tersebut tidak diminati masyarakat. “Terkait isu intoleransi PSI itukan jualan mereka. Namun isu tersebut juga tidak laku dijual ke masyarakat,” paparnya.

Seharusnya, lanjut Ujang, PSI melakukan kampanye yang penuh ide dan gagasan yang kreatif yang menyentuh masyarakat. “Bukan menyerang,” pungkasnya.

Sebagai infomrasi, dalam quick count sementara Pileg 2019, beberapa lembaga survei menyatakan PSI belum bisa menembus ambang batas parlemen, yaitu 4%. Dalam quick count sementara Indo Barometer dengan suara masuk 16,33%, PSI mendapat suara 1,93%.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat