... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat Politik: Tahun Ini Adalah Pemilu Tergaduh

Foto: Pasangan Capres Cawapres di Pilpres 2019. (Foto: Kompas)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai bahwa pemilu tahun ini merupakan pemilu tergaduh. Sebab, dalam Pilpres saja banyak terjadi peristiwa saling fitnah.

“Pemilu tergaduh yang pernah ada di republik ini. Pemilu dengan kampanye yang panjang selama 7 bulan telah melahirkan narasi kampanye yang saling serang, adu nyinyiran, saling fitnah, dan saling menafikan,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (18/04/2019).

Ia juga menyebutkan bahwa Pilpres merupakan Pemilu tergaduh. Karena selain diadakan serentak dengan Pileg untuk pertama kalinya, pilpres merupakan pertarungan ulang antara Jokowi dan Prabowo.

“Karena pertemuan kedua kalinya Jokowi vs Prabowo, maka Pilpres menjadi sangat gaduh, tegang, dan menegangkan,” tutur pria yang juga direktur Indonesia Politic Review (IPR).

Soal Pileg, ia juga mengangap ada kegaduah. Hal itu ditandai dengan adanya serangan fajar merajalela. “Terbukti dengan banyaknya kasus caleg dan tim suksuksesnya terjaring OTT Polisi dan Bawaslu,” ujarnya.

Selain itu, Ujang juga mengatakan bahwa kegaduhan lain merupakan adanya surat suara yang tercoblos. Baik kertas suara untuk Caleg dan Paslon Capres dan Cawapres.

“Persoalan tercoblosnya kertas suara, agar diinvestigasi dan dicari pelaku dan aktor intelektualnya. Sehingga bisa dihukum pelaku-pelakunya. Jangan ditutup-tupi, apalagi dipeti es-kan kasusnya,” pungkas Ujang.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Ancaman Allah Kepada Pemimpin Pendusta

Khutbah Jumat: Ancaman Allah Kepada Pemimpin Pendusta

Kamis, 18/04/2019 16:24 0

Afrika

Begaimana Demo di Sudan Bermula hingga Membuat Al-Bashir Terguling?

Protes menyebar di berbagai wilayah, dimulai pada 19 Desember lalu diinisiasi oleh Asosiasi Profesional Sudan (SPA).

Kamis, 18/04/2019 15:30 0

Afrika

Dewan Transisi Militer Sudan Tangkapi Para Loyalis Al-Bashir

Dewan transisi militer Sudan pada Rabu (17/04/2019), mengatakan bahwa dua saudara lelaki mantan Presiden Omar al-Bashir telah ditangkap dan dipenjara. 

Kamis, 18/04/2019 11:19 0

Qatar

Qatar Jadi Tuan Rumah Negosiasi Antara Sesama Warga Afghanistan

Taliban menolak kehadiran delegasi resmi pemerintah Kabul dalam negosiasi itu

Kamis, 18/04/2019 11:10 0

Amerika

Hindari Penangkapan Petugas Anti-Korupsi, Eks Presiden Peru Bunuh Diri

Mantan presiden Peru Alan Garcia menembak kepalanya sendiri pada Rabu (17/04/2019), untuk menghindari penangkapan sehubungan dengan dugaan suap dari perusahaan kontraktor Brasil Odebrecht.

Kamis, 18/04/2019 10:31 0

Suriah

HTS Tempuh Langkah Tegas Cegah Penyelundupan BBM ke Wilayah Rezim

Wilayah rezim Suriah menderita krisis bahan bakar berbulan-bulan yang mencapai puncaknya dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu terlihat banyaknya antrian panjang di stasiun bahan bakar.

Kamis, 18/04/2019 09:21 0

Afrika

Omar Al-Bashir Dipindah ke Rumah Tahanan

"Ada tentara yang naik kendaraan dengan senapan mesin di dekat penjara," kata seorang saksi mata kepada AFP.

Kamis, 18/04/2019 08:23 0

Mesir

Parlemen Dorong Diktator Mesir Al-Sisi Berkuasa hingga 2030

Parlemen Mesir, yang dipenuhi para loyalis Abdel Fattah el-Sissi, memberikan suara untuk mendukung perubahan konstitusi yang akan membuat pemimpin kudeta itu berkuasa hingga tahun 2030.

Rabu, 17/04/2019 13:58 0

Video News

Usai Mencoblos, Jokowi Mengaku Lega

KIBLAT.NET, Jakarta – Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019...

Rabu, 17/04/2019 13:39 0

Afghanistan

Afghanistan Nekat Kirim 250 Delegasi untuk Temui Taliban di Qatar

Taliban menganggap bahwa mereka yang hadir adalah warga Afghanistan biasa dan tidak mewakli pemerintah.

Rabu, 17/04/2019 13:32 0

Close