... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Begaimana Demo di Sudan Bermula hingga Membuat Al-Bashir Terguling?

Foto: Demonstran Anti-Pemerintah di ibu kota Khartum

KIBLAT.NET – Militer Sudan telah menahan Presiden Omar Al-Bashir dan mendeklarasikan keadaan darurat selama tiga bulan pada Kamis 11 April 2019. Menteri Pertahanan Sudan Awad Ibn Auf, untuk sementara menggantikan posisi Al-Bashir. Pada akhirnya para demonstran menuntutnya turun, hingga pemerintahan dewan transisi militer dibentuk dengan Abdel-Fattah Al-Burhan sebagai pemimpinnya.

Selama empat bulan, ribuan orang turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi kehidupan yang lebih baik dan mengakhiri pemerintahan Al-Bashir. Protes menyebar di berbagai wilayah, dimulai pada 19 Desember lalu diinisiasi oleh Asosiasi Profesional Sudan (SPA).

Juru bicara Asosiasi Profesional Sudan (SPA), kelompok serikat pekerja terlarang yang memimpin protes, Mohamed Yousif Ahmed Al Mustafa telah ditangkap dan dibebaskan dua kali. Juru bicara lainnya di Sudan, Dr Mohamed Nagi Al Asam (28), tetap ditahan sejak 4 Januari.

Selain dua juru bicara lain yang tinggal di pengasingan di luar negeri, keanggotaan SPA adalah rahasia yang dijaga ketat.

Protes yang dipimpin oleh SPA merupakan salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Al-Bashir. Pemerintah melakukan semua yang bisa untuk menghancurkan protes dan mengidentifikasi dan menangkap anggota SPA.

Ada sekitar 100 partai politik di Sudan, namun SPA adalah badan pertama yang menyerukan protes di Khartum. Meskipun ada operasi penangkapan, badan rahasia terus memimpin demonstrasi.

Ketika pemerintah memotong subsidi pada Desember tahun lalu, harga roti naik dua kali lipat dalam semalam. Orang Sudan merasa frustrasi dengan meningkatnya harga bahan makanan pokok, mereka sangat marah.

Oposisi politik dan serikat pekerja dikebiri selama bertahun-tahun kekuasaan al-Bashir. Mereka akhirnya menyuarakan pendapatnya.

Sejak mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer pada tahun 1989, al-Bashir fokus dengan satu pikiran untuk mempertahankan kekuasaan. Melarang serikat pekerja adalah salah satu visinya. Dia juga melarang partai-partai politik dan membubarkan parlemen, sambil membersihkan dan bahkan mengeksekusi mereka yang dituduh menentangnya.

Dia tetap menjadi satu-satunya kepala negara yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan genosida yang berasal dari konflik Darfur. Dan sejak Korea Selatan memisahkan diri pada tahun 2011, tiga perempat dari pendapatan minyak Sudan beralih ke negara itu. Ekonomi telah runtuh, dengan inflasi naik menjadi 69 persen bulan lalu dan harga barang-barang makanan naik tiga kali lipat.

Meskipun terjadi krisis ekonomi, pemerintah terus mengabaikan sektor publik. Hanya lima persen dari anggaran tahun lalu dialokasikan untuk pendidikan dan perawatan kesehatan. Sementara itu, rumah sakit menghadapi kekurangan obat dan dokter.

BACA JUGA  Ribuan Anggota IJABI dan ABI Rayakan Hari Asyuro di Gelora Bung Karno

Ketidakpuasan dengan kondisi layanan kesehatan publik Sudan menyebabkan dokter menghidupkan kembali Sindikat Dokter Sudan yang dilarang pada tahun 2012. Meski tidak terdaftar dan tidak diakui oleh pemerintah, kelompok itu tetap memainkan peran formatif di SPA bersama para profesional lainnya.

Juru bicara SPA Dr. Al-Mustafa menjelaskan pembentukan asosiasi di luar tempat mengajarnya di Universitas Khartum. Ia dikenal sebagai pengajar antropologi sejak tahun 1977.

Dia percaya tempat kerjanya disadap, dan dia sadar akan ditangkap lagi kapan saja. Dia dibebaskan pada awal Januari setelah ditahan dalam sebuah protes.

“[Pada 2012] kami membentuk serikat untuk dosen universitas di Sudan,” katanya. “Tapi persatuan kita tidak cukup untuk membuat perubahan, kita mulai melihat badan profesional lainnya.”

Mereka mulai mengadakan pertemuan dengan sindikat dokter dan komite guru. Pada Januari 2014, SPA dibentuk dengan rencana untuk mengadvokasi upah layak bagi keluarga dan lingkungan kerja yang lebih baik.

Awal tahun ini, SPA memperkirakan bahwa keluarga beranggotakan lima orang membutuhkan 8.663 pound Sudan (Dh670) untuk bertahan hidup biasa selama sebulan. Sementara upah minimum saat ini di Sudan hanya 423 pound Sudan (Dh33).

Ketika protes pertama terhadap kenaikan biaya hidup meletus pada 19 Desember di Atbara, 320 kilometer di bawah Sungai Nil dari Khartum, SPA melihat peluang untuk menyoroti tuntutan mereka akan kenaikan upah minimum.

Melihat kemarahan para demonstran, SPA mengubah pendekatannya. “Kami tidak bisa hanya meminta untuk mengangkat upah minimum, kami mendengarkan para pengunjuk rasa dan meminta perubahan rezim,” kata Dr. Sarah Abdeljaleel, juru bicara SPA yang berbasis di Inggris.

Ketika SPA membuat ajakan agar orang-orang turun ke jalan di pusat Khartoum, banyak yang belum pernah mendengar tentang organisasi itu. Tetapi ribuan orang menyambut ajakan tersebut.

“Revolusi ini adalah hasil dari akumulasi ketidakadilan historis yang diderita oleh berbagai komunitas, orang-orang siap turun ke jalan, tetapi mereka menginginkan kepemimpinan dan asosiasi datang pada waktu yang tepat dengan pesan yang tepat,” kata Amjed Farid, seorang anggota dari Sindikat Dokter Sudan.

Partai-partai politik oposisi diam selama beberapa hari. Tetapi pada awal Januari, mereka bersatu dan bergabung dengan seruan untuk perubahan rezim. Orang-orang di lapangan merespons SPA, bukan partai politik.

BACA JUGA  Akhirnya, Fahri Hamzah Dirikan Partai Politik

Salah satu lulusan universitas mengatakan kepada The National bahwa dia mendukung panggilan SPA karena mereka tidak bertindak demi kepentingan pribadi. “Mereka hanya orang-orang -seperti saya- yang ingin rezim ini pergi karena tidak dapat meningkatkan keberadaan kita sehari-hari.”

Sementara itu, kelas profesional Sudan mengatakan sudah waktunya bagi “penjaga tua yang sudah berurat” itu untuk minggir. “Orang-orang Sudan lelah dengan kegagalan elit politik lama, ada kelelahan politik setelah puluhan tahun partai [politik] tidak … memberikan solusi konkret untuk masalah-masalah Sudan,” kata Dr. Farid.

Setelah lebih dari 40 hari protes di 15 dari 18 negara Sudan, negara itu mandeg. Apoteker dan profesional medis lainnya mogok kerja, dokter hanya menangani kasus darurat, para insinyur menghentikan pembangunan di lokasi pembangunan.

Ketika demonstrasi berlanjut, setidaknya 40 pengunjuk rasa telah tewas oleh pasukan keamanan. Demikian menurut laporan kelompok HAM. Pemerintah mengatakan telah menangkap 816 pengunjuk rasa, meskipun kelompok HAM mengatakan angka itu jauh lebih tinggi.

Presiden al-Bashir menyebut para demonstran penyabot dan para “penyusup” telah membunuh demonstran. Dia juga mengatakan kepada mereka yang menuntutnya mundur untuk menunggu pemilihan tahun depan. Al-Bashir masih berencana untuk bertarung setelah memodifikasi konstitusi yang memungkinkannya memegang masa jabatan selanjutnya.

Tindakan keras terhadap perbedaan pendapat berlanjut. Platform media sosial telah diblokir sejak minggu pertama protes dan hanya dapat diakses dengan menggunakan jaringan pribadi virtual -koneksi terenkripsi yang menyembunyikan lokasi dan identitas pengguna. Pasukan keamanan telah menahan beberapa jurnalis dan mencabut akreditasi untuk koresponden asing dari Al-Jazeera dan Al-Arabiya.

Menjadi target pasukan keamanan, para anggota SPA di Sudan menggunakan komunikasi terenkripsi. Mereka terus menyerukan protes, mengadaptasi strateginya untuk mencoba dan tetap di depan pasukan keamanan. Yang terbaru adalah menggelar protes di malam hari.

Ketika kelas profesional Sudan terus menyerukan agar presiden turun, protes yang terus-menerus menjadi pengingat mengapa mereka berada di garis depan gerakan.

Seperti yang dijelaskan Dr. Farid: “Sebagai dokter, kami memiliki kewajiban moral untuk menyelamatkan hidup, tetapi dalam sistem yang runtuh ini, kami bahkan tidak bisa menjadi dokter jika kami beroperasi di rumah sakit yang bahkan tidak memiliki oksigen dan insulin.”

Sumber: The National
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sempat Dicari-cari, Sandiaga Muncul Bersama Prabowo

"Terima kasih Pak @prabowo yang sudah menjenguk saya tadi malam ditemani kucing kesayangannya. Mohon maaf belum bisa mendampingi Bapak. Mohon doa dari semuanya untuk kesembuhan saya," tulis Sandiaga.

Kamis, 18/04/2019 14:46 0

Indonesia

BPN Bantah Prabowo dan Sandiaga Uno Berseteru

Miftah juga membantah jika ada perseteruan antara Prabowo dan Sandiaga

Kamis, 18/04/2019 14:25 0

Indonesia

PBNU: Hasil Quick Count Belum Final, Jangan Disikapi Berlebihan

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas menegaskan bahwa hasil hitung cepat memang cerminan dari hasil pemilu.

Kamis, 18/04/2019 13:54 0

Indonesia

Hitung Sementara KPU, Prabowo-Sandi Unggul di Lebih Banyak Provinsi

Meski begitu, data lanjutan sementara di website KPU menunjukkan bahwa paslon 02, Prabowo-Sandi menang di lebih banyak wilayah daripada paslon 01.

Kamis, 18/04/2019 13:42 2

Indonesia

Soroti Kejanggalan Pemilu, Fahri: KPU, Bawaslu Harus Aktifkan Media Centernya

Menurut Fahri, dalam situasi seperti ini, harusnya KPU, Bawaslu dan DKPP lah yang banyak bicara, bukan peserta pemilu dan lembaga survey. Ia mengatakan bahwa justru saat ini "Negara hilang ketika di tengah masyarakat terjadi pembelahan dan keresahan."

Kamis, 18/04/2019 11:52 0

Indonesia

Hasil Real Count Sementara, Jokowi-Ma’ruf Memimpin

KPU (Komisi Pemilihan Umum) sedang menghitung suara yang masuk menggunakan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Kamis, 18/04/2019 11:24 0

Indonesia

BPN: Prabowo Minta Semua Pendukung Tetap Tenang

Dahnil melanjutkan bahwa yang terpenting dilakukan saat ini adalah terus memantau proses pemungutan suara.

Kamis, 18/04/2019 10:09 0

Indonesia

Pasca Pemungutan Suara, MUI Imbau Masyarakat Tetap Jaga Persaudaraan

Ia menghimbau kepad masyarakat untuk tetap menjaga tali persaudaraan.

Rabu, 17/04/2019 20:17 0

Video News

Usai Mencoblos, Jokowi Mengaku Lega

KIBLAT.NET, Jakarta – Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019...

Rabu, 17/04/2019 13:39 0

Indonesia

Usai Nyoblos, Jokowi Mengaku Plong

Jokowi tidak memberikan banyak statemen usai pencoblosan.

Rabu, 17/04/2019 13:33 0

Close