KPU Dinilai Abaikan Pro-kontra Kotak Suara Kardus

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Masyarakat, Siti Zuhro menyebut rusaknya ratusan kotak suara kardus akibat kurangnya antisipasi KPU sebagai penyelenggara pemilu. Ia mengatakan, harusnya upaya antisipasi dilakukan semenjak diumumkannya penggunaan kotak suara dari kardus.

Komentar Siti ini merujuk pada banyaknya kotak suara kardus yang rusak akibat terkena air. Misalnya seperti yang terjadi di Bogor.

“Sebetulnya ini bukan hal baru. Kotak suara kardus ini ketika diucapkan pertama kali bahwa kita akan menggunakan kardus, lalu kan ada polemik tentang kardus,” kata Zuhro di kantor CCDC, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (16/04/2019).

“Lalu ada sebagian oke, sebagian tidak oke. Ini yang tidak dipertimbangkan oleh KPU menurut saya ketika memang masih menjadi polemik,” sambungnya.

Ia menerangkan, ketika suatu hal menjadi polemik, pastinya ada yang kurang mengena di masyarakat. Namun hal ini tetap diteruskan tanpa mengakomodasi aspirasi masyarakat yang telah memberikan masukan-masukan ke KPU.

“Ketika itu ada pro-kontra. Itu tandanya ada sesuatu yang tidak akurat atau tidak tepat. Karena sudah dibilang, nanti bagaimana kalau kena hujan, bagaimana kalau kena bocor, lalu bagaimana kalau ketika menyebrang dan sebagainya,”ujar Zuhro.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat