... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Strategi Anies Baswedan untuk Membangun Sistem Transportasi di Jakarta

Foto: Pidato perdana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota pada Senin (16/10). (Qari' Aliga/Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Jakarta- Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan bahwa perlu lebih banyak lagi rencana pembangunan kota. Menurutnya, kunci untuk pembangunan kota adalah pembangunan sistem transportasi.

“Sejak tahun 2005, masyarakat Indonesia telah banyak tinggal di perkotaan dibandingkan pedesaan. Pada 2050, lebih dari 70 persen populasi dunia akan tinggal di kota. Karena itu, rencana pembangunan transportasi adalah kuncinya,” Ucapnya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (15/04/2019).

Anies memaparkan masalah transportasi di Jakarta adalah perpindahan masyarakat yang sebelumnya hampir 48 persen menggunakan kendaraan umum di tahun 1998, mengalami penurunan hingga 33 persen lantaran beralih ke kendaraan pribadi. Sehingga, Perubahan selama 20 tahun ini harus segera dientaskan dengan infrastruktur kendaraan publik Jakarta yang terintegrasi dan terkoneksi di seluruh wilayah Ibu Kota.

“Dan kondisi angka ini harus dikembalikan, bahkan lebih jauh lagi. Bahwa, perbandingannya 75 persen dengan menaiki transportasi publik, dan sisanya sebanyak 25 persen mengendarai kendaraan pribadi. Dan itu semuanya membutuhkan investasi masif dan kebijakan yang konsisten di semua sektor,” Tegasnya.

Selain pembangunan sektor transportasi, Anies juga menekankan pembangunan di sektor rumah dalam memenuhi kebutuhan dasar tingkat mikro, serta memfasilitasi sektor swasta agar terus tumbuh berkembang di Jakarta.

“Kita ingin mengajak banyak agensi pembangunan internasional untuk membagikan praktik terbaik dan telah dibuktikan dari seluruh dunia. Kita ingin mengadopsinya, bukan sekadar mengadaptasinya,” ucapnya.

BACA JUGA  Ini Lho Resep Komposisi Pakan Ternak Bergizi Ala Global Qurban

“Kita tidak ingin sekadar meniru begitu saja tanpa melihat konteks yang terjadi di Jakarta. Targetnya, kita ingin mengubah masyarakat di Jakarta untuk lebih banyak menggunakan kendaraan umum,” ulasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Terus-terusan Dibully, Gadis Pengungsi Suriah di Kanada Bunuh Diri

Sebuah keluarga Suriah yang melarikan diri ke Kanada bercerita tentang kematian putri mereka (9 tahun) karena bunuh diri bulan lalu. Dia nekat berbuat seperti itu karena kerap mendapatkan bullying di sekolah.

Selasa, 16/04/2019 13:28 0

Artikel

Dalil dan Hukum Seputar Shalat di Dalam Kakbah

Bagaimana pendapat para ahlul ilmi baik salaf maupun khalaf terkait shalat di dalam Kakbah.

Selasa, 16/04/2019 13:06 0

Afrika

Uni Afrika Ultimatum Dewan Militer Sudan

"Kepemimpinan militer di fase transisi sepenuhnya bertentangan dengan aspirasi rakyat Sudan," kata lembaga yang beranggotakan 55 negara Afrika itu.

Selasa, 16/04/2019 10:48 0

Suriah

HTS Sterilisasi Desa di Garis Kontak di Idlib

Dia menambahkan bahwa beberapa keluarga telah meninggalkan dua desa tersebut setelah pengumuman HTS.

Selasa, 16/04/2019 08:58 0

Video News

Pemerintah Jamin Pemilu Berjalan Aman dan Damai

KIBLAT.NET, Jakarta – Menko Polhukam Wiranto mengadakan Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir dalam rangka Pengamanan Tahapan...

Selasa, 16/04/2019 08:24 0

Video News

Ditanya Soal Keamanan Pemilu Nanti, Ini Jawaban Tito Karnavian

KIBLAT.NET- JAKARTA, Menghadiri rapat Koordinasi Kesiapan Akhir untuk pemilu nanti Tito Karnavian sebagai kepala polisi...

Selasa, 16/04/2019 08:21 0

Afrika

Dewan Militer Transisi Pertahankan Keberadaan Tentara Sudan di Yaman

"Kami tetap berpegang teguh pada komitmen kami terhadap koalisi dan pasukan kami akan tetap di sana sampai koalisi mencapai tujuannya,"

Selasa, 16/04/2019 08:08 0

Profil

Para Diplomat Taliban Eks Guantanamo

Ada pemandangan yang mencengangkan pada bulan Maret lalu saat terjadi perundingan antara Taliban dan Amerika di Doha. Pasalnya, lima orang yang mewakili Taliban adalah mantan tahanan Guantanamo yang dulunya diperlakukan tak manusiawi oleh Amerika. Kini, berlima duduk berhadapan dengan mantan penculik mereka membahas masalah penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Senin, 15/04/2019 18:52 0

Video News

Pengidap Gangguan Jiwa Nyoblos, Ini Kesiapan Panti Rehabilitasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pengidap gangguan jiwa akan ikut mencoblos pada Pemilu 17 April mendatang....

Senin, 15/04/2019 16:49 0

Video News

Pesan dan Do’a Ust. Bachtiar Nasir untuk Pemilu 2019

KIBLAT.NET- Bandung, 13 April 2019, Majelis Pelayan menggelar Tabligh Akbar yang turut dihadiri Ust. Zaitun...

Senin, 15/04/2019 16:37 0

Close