IDEAS Nilai Jalan Tol Justru Menambah Masalah

KIBLAT.NET, Tangerang Selatan – Badan riset Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) menawarkan solusi transportasi ramah sawah kepada pemerintah. Sebelumnya, IDEAS mengungkap adanya penggusuran ribuan hektare lahan pertanian dalam pembangunan jalan tol oleh pemerintah.

IDEAS menilai, sistem transportasi utama berbasis jalan saat ini, terutama di daerah perkotaan Jawa, telah menunjukkan inefisiensi yang akut serta membebani perekonomian dengan biaya tinggi. Hal ini dilihat dari berbagai sisi.

Misalnya rendahnya kecepatan, kemacetan parah, turunnya produktivitas pekerja, konsumsi bahan bakar yang boros, biaya pemeliharaan yang mahal, tingginya kecelakaan dan polusi udara yang sangat masif.

“Kehadiran jalan tol, alih-alih membantu, justru semakin menambah masalah yang sudah ada,” kata periset IDEAS, Fajri Azhari dalam pemaparannya di kantor IDEAS siang ini (Senin, 15/04/2019).

IDEAS pun menawarkan solusi yaitu sistem tranportasi berbasis rel. Fajri menjelaskan, sistem ini menjanjikan efisiensi tinggi berupa daya angkut barang yang besar, layanan perjalanan penumpang dengan kecepatan tinggi, dan transportasi massal untuk komuter di daerah urban.

“High-speed railway sangat kompetitif terhadap transportasi udara untuk perjalanan jarak jauh-menengah. Baik dari sisi biaya, waktu, kenyamanan maupun keselamatan,” kata Fajri.

“Dengan karakter lainnya yang hemat bahan bakar, tingkat kecelakaan rendah, dan kebutuhan lahan yang minimal, transportasi berbasis rel cenderung akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,”imbuhnya.

Transportasi berbasis rel juga dinilai lebih ramah terhadap lahan pertanian produktif. Kebutuhan lahan infrastruktur kereta diperkirakan hanya sepertiga dari jalan tol, dan juga dengan dampak lanjutan konversi sawah yang jauh lebih rendah.

BACA JUGA  Sistem Demokrasi Liberal Bikin Hoaks Makin Marak

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat