... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Majelis “Loya Jirga” Pemerintah Afghan Langgengkan Penjajahan

Foto: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

KIBLAT.NET, Kabul – Pertemuan internal dengan tema ‘perdamaian’ yang digagas Kepala Staf Istana Kepresidenan Afghan baru-baru ini merupakan upaya pemerintahan Ashraf Ghani untuk memperkuat posisi mereka di tengah proses negosiasi langsung Taliban-AS yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa putaran ke depan.

Kabul menamakan majelis tersebut dengan istilah “Loya Jirga”, sebagaimana rezim sebelumnya di era Hamid Karzai untuk memperkuat legitimasi mereka. Imarah Islam (Taliban) melihat rencana pertemuan tersebut kontra-produktif dan justru bertentangan dengan jargon ‘perdamaian’ yang dijadikan tema besar. Untuk itu Taliban merilis pernyataan sikap sebagai berikut:

Pemerintah boneka Kabul sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka berencana akan menggelar sebuah pertemuan besar yang diklaim dihadiri sekitar dua ribu peserta di awal bulan ini yang dinamakan forum “Konsultatif Perdamaian Loya Jirga”.

Loya Jirga sendiri sebetulnya memiliki tempat istimewa di dalam perjalanan sejarah bangsa Afghanistan. Sayangnya, sebagaimana nilai-nilai bersejarah kami lainnya, istilah ‘Loya Jirga’ ini selama tujuh belas tahun terakhir berulangkali disalahgunakan oleh kaum penjajah asing dan antek-anteknya demi kepentingan dan tujuan-tujuan jahat mereka, dan bertentangan dengan tuntutan dan kepentingan rakyat Afghan.

Di sepanjang sejarah, makna ‘Loya Jirga’ adalah pertemuan umum atau majelis yang diadakan oleh tokoh-tokoh dan pimpinan bangsa Afghan untuk bermusyawarah atau mendiskusikan cara bagaimana merebut kemerdekaan dan mendeklarasikan jihad melawan penjajah asing. Sementara, seluruh pertemuan yang dilabeli sebagai ‘Loya Jirga’ selama periode tujuh belas tahun terakhir ini diselenggarakan dengan satu maksud/tujuan yang berbeda, yaitu memberi legitimasi kepada penjajah, melindungi kepentingan penjajah, dan menekan perjuangan yang mulia dari para Mujahidin.

BACA JUGA  Taliban Kembali Target Markas Lembaga Keamanan Pemerintah

Semua forum Loya Jirga selama periode penjajahan bukan hanya diadakan untuk tujuan yang tidak benar, tetapi juga seluruh hasil-hasil dari pertemuan tersebut juga membawa dampak negatif. Kami bisa sebutkan bahwa banyak sekali pertemuan-pertemuan sejenis yang dilakukan di masa itu yang diberi label sebagai ‘forum perdamaian’ ternyata hasilnya malah membuat penjajahan semakin luas dan perang semakin intensif.

Atas dasar realita itulah, rencana pertemuan Loya Jirga yang digagas oleh pemerintahan Ghani yang korup hanyalah merupakan pengulangan dari kesalahan eksperimen masa lalu, yang hanya akan membuat sensasi media selama beberapa hari, menyebarkan propaganda, dan menghamburkan biaya jutaan dolar secara tidak jelas. Pertemuan itu tidak akan menghasilkan apapun dalam rangka mewujudkan perdamaian.

Langkah yang diambil Kepala Staf Istana Kepresiden yang bertentangan dengan  tuntutan seluruh elemen bangsa Afghan terkait isu perdamaian, insiden terbaru pemboman terhadap warga sipil, serangan udara, genosida, dan upaya-upaya musuh untuk memperluas penjajahan selama ini telah membuat reputasinya semakin hancur. Oleh karena itulah, saat ini ia berusaha keras untuk mengubah citra buruk tersebut dengan menggagas apa yang disebut sebagai ‘Jirga Perdamaian’ untuk menipu masyarakat seolah-olah ia serius ingin mengupayakan perdamaian, dan di waktu yang sama ia terus memainkan peran inkonstitusional melalui forum pertemuan tersebut.

Pertemuan ‘konsultatif Jirga’ baru-baru ini yang mengatasnamakan perdamaian diselenggarakan oleh para pemimpin rezim boneka dalam rangka melindungi kepentingan politik mereka, dan tidak pernah untuk membela kepentingan bangsa Afghan, tidak pula memberikan harapan sebagai sebuah langkah positif menuju perdamaian. Jirga ini hanya akan memperkuat kebijakan perang Ashraf Ghani dan melanggengkan perang dan penjajahan yang sudah berlangsung. Maka majelis ini tidak pantas disebut sebagai ‘Jirga Perdamaian’, melainkan sebuah ‘Pertemuan Konsultatif untuk Melanjutkan Perang’.

BACA JUGA  Tentara AS Kembali Tewas di Afghanistan

Sumber: Alemarah
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pengidap Gangguan Jiwa Nyoblos, Panti Rehabilitasi Akui Belum Ada Sosialisasi

"Pasien juga ditanya siapa presidennya juga nggak tahu,"

Ahad, 14/04/2019 15:12 0

Indonesia

Jokowi Janji Akan Cetak Gamers Profesional

KIBLAT.NET, Jakarta – Debat pamungkas turut membahas ekonomi digital, di sesi tanya jawab paslon 01,...

Ahad, 14/04/2019 13:41 0

Indonesia

Jokowi Tanya Game Mobile Legend, Prabowo-Sandi: Jangan Sampai Merusak Akhlak

KIBLAT.NET, Jakarta – Debat pamungkas Pilpres 2019 turut membahas ekonomi digital, di sesi tanya jawab,...

Ahad, 14/04/2019 13:28 0

Indonesia

Jokowi Berjanji Menjadikan Indonesia Negara Maritim Terkemuka

Jokowi berjanji akan mewujudkan hal itu melalui tahapan - tahapan besar yang memakan proses waktu panjang.

Ahad, 14/04/2019 06:49 0

Indonesia

Novel: Pemerintah Harus Bentuk TGPF Untuk Setiap Kasus Teror Terhadap KPK

Agar perjuangan melawan korupsi terus berlangsung, Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan meminta Presiden membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Ahad, 14/04/2019 06:37 0

Indonesia

Jokowi Klaim Kembalikan Watak Asli Pembangunan Indonesia

Jokowi mengklaim bahwa pemerintahannya selama ini tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja, tapi juga pemerataan.

Ahad, 14/04/2019 06:25 0

Indonesia

Prabowo-Sandi Nilai Ekonomi Indonesia Salah Arah

Prabowo menilai bahwa Indonesia saat ini tidak mempunyai strategi pembangunan.

Ahad, 14/04/2019 06:06 0

Video News

Begini Jawaban Pengidap Gangguan Jiwa, Ditanya Soal Pilpres

KIBLAT.NET- 17 April 2019 nanti, Pilpres akan dilaksanakan. Namun, ada yang baru dari Pilpres tahun...

Sabtu, 13/04/2019 21:06 0

Indonesia

Soal Kasus Novel, Fahri Hamzah: Ada Orang Dihancurkan Tapi Penguasa Diam

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku kecewa dan tidak terima dengan sikap diam seribu bahasa yang ditunjukkan penguasa saat ini.

Sabtu, 13/04/2019 14:45 0

Indonesia

Cak Nun: Satu Kebenaran yang Wajib Diomongkan, Kasus Novel Harus Tuntas!

Karenanya, ia menekankan bahwa sudah sepatutnya kasus Novel ini diungkap secara jelas.

Sabtu, 13/04/2019 14:27 0

Close