... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Petahana Terima Donasi Kampanye Hingga Rp 2,1 Triliun, Oposisi Rp 442 Miliar

Foto: Presiden Bharatiya Janata Party (BJP) Amit Shah menyambut PM India Narendra Modi.

KIBLAT.NET, New Delhi – Kemarin, Jumat (12/4) Mahkamah Agung (MA) India memerintah semua partai mengungkap identitas pemberi dana kampanye. Baik individu, lembaga, maupun perusahaan.

Perincian nomor rekening, pemberi dana, serta besarannya harus diungkap secara jelas dan diserahkan dalam amplop tertutup ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Identitas anonim harus dihilangkan. Kami ingin transparansi. Kami ingin reformasi. Kita tidak bisa maju selangkah, tapi mundur dua langkah,” ujar pengacara KPU Rakesh Dwivedi seperti dikutip Times of India. Seluruh sumbangan yang masuk hingga 15 Mei harus dilaporkan maksimal pada 31 Mei.

Sejak 2017 pemerintah India menerapkan skema pembelian obligasi untuk dana kampanye. Jadi, orang yang ingin menyumbang partai tertentu bisa datang ke bank dan membeli obligasi. Harganya USD 15-USD 140 ribu atau setara dengan Rp 211 ribu-Rp 1,9 miliar.

Setiap partai punya rekening untuk mencairkan dana obligasi tersebut. Awalnya, tujuan skema itu adalah tidak ada dana kampanye yang bebas pajak.

Sayang, kebijakan tersebut justru dimanfaatkan partai untuk menyembunyikan nama pada donatur. Sebab, kala itu tidak ada aturan bahwa nama donatur harus diungkap.

KPU dan badan pengawas pemilu meminta kebijakan itu diakhiri. Sebab, para pebisnis bisa membuat donasi rahasia dan sebagai gantinya mereka bakal mendapat keuntungan jika partai yang disumbang menang pemilu.

Sebelumnya pemerintah yang dipimpin PM Narendra Modi menolak pengungkapan nama-nama para pendonor. Belum diketahui apakah kali ini mereka akan menuruti MA.

BACA JUGA  Polisi Buat Tiga Kategori Pengamanan TPS

Berdasar paparan Association for Democratic Reforms (ADR), Bharatiya Janata Party (BJP) yang digawangi Modi adalah penerima dana obligasi terbesar. BJP menerima total donasi USD 150 juta (Rp 2,1 triliun) pada 2018. Lebih dari setengahnya berasal dari donatur anonim.

India National Congress Party menerima USD 30 juta (Rp 422,9 miliar) dan sekitar 60 persennya dari donatur anonim. Berbeda dengan BJP, Congress justru setuju pengungkapan nama-nama donatur pemilu.

 

Sumber: Times of India
Editor: Bunyanun Marsus

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Berjanji Menjadikan Indonesia Negara Maritim Terkemuka

Jokowi berjanji akan mewujudkan hal itu melalui tahapan - tahapan besar yang memakan proses waktu panjang.

Ahad, 14/04/2019 06:49 0

Indonesia

Novel: Pemerintah Harus Bentuk TGPF Untuk Setiap Kasus Teror Terhadap KPK

Agar perjuangan melawan korupsi terus berlangsung, Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan meminta Presiden membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Ahad, 14/04/2019 06:37 0

Indonesia

Jokowi Klaim Kembalikan Watak Asli Pembangunan Indonesia

Jokowi mengklaim bahwa pemerintahannya selama ini tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja, tapi juga pemerataan.

Ahad, 14/04/2019 06:25 0

Indonesia

Prabowo-Sandi Nilai Ekonomi Indonesia Salah Arah

Prabowo menilai bahwa Indonesia saat ini tidak mempunyai strategi pembangunan.

Ahad, 14/04/2019 06:06 0

Video News

Begini Jawaban Pengidap Gangguan Jiwa, Ditanya Soal Pilpres

KIBLAT.NET- 17 April 2019 nanti, Pilpres akan dilaksanakan. Namun, ada yang baru dari Pilpres tahun...

Sabtu, 13/04/2019 21:06 0

Indonesia

Soal Kasus Novel, Fahri Hamzah: Ada Orang Dihancurkan Tapi Penguasa Diam

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku kecewa dan tidak terima dengan sikap diam seribu bahasa yang ditunjukkan penguasa saat ini.

Sabtu, 13/04/2019 14:45 0

Indonesia

Cak Nun: Satu Kebenaran yang Wajib Diomongkan, Kasus Novel Harus Tuntas!

Karenanya, ia menekankan bahwa sudah sepatutnya kasus Novel ini diungkap secara jelas.

Sabtu, 13/04/2019 14:27 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Bahaya Besar bagi Pelaku Kecurangan demi Jabatan

KIBLAT.NET- Seseorang yang menginginkan kehormatan kebanyakan mencari jabatan bagaimana pun caranya yang terpenting dia mendapatkan...

Sabtu, 13/04/2019 13:07 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at : Inilah Ciri Orang yang Paling Merugi di Dunia- Ust Abu Harits. Lc

KIBLAT.NET- Orang-orang yang dianggap paling rugi di dunia dan di akhirat adalah mereka yang lebih...

Sabtu, 13/04/2019 13:02 0

Indonesia

Gempa 6,9 SR Guncang Sulteng, Getarannya Sampai di Sultra

KIBLAT.NET, Kendari – Gempabumi dengan kekuatan 6,9 Skala Richter (SR) terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah...

Sabtu, 13/04/2019 06:09 0

Close