... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengidap Gangguan Jiwa Nyoblos, Panti Rehabilitasi Akui Belum Ada Sosialisasi

Foto: Panti Rehabilitas Disabilitas Mental Yayasan Galuh, Bekasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Para pengidap gangguan jiwa akan ikut mencoblos pada Pemilu 17 April mendatang. Namun pengelola panti rehabilitasi mengaku para pasien binaannya hanya didata tanpa ada sosialisasi bagi mereka terkait pelaksanaan pemilihan umum.

Seperti diungkapkan humas Panti Rehabilitas Disabilitas Mental Yayasan Galuh Bekasi, Hero Cahyoko yang mengatakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat telah melakukan perekaman dan pendataan kepada pasien di tempatnya. Meski begitu ia belum yakin mereka yang telah didata akan otomatis terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Memang sudah ada pendataan. Pendataan kan belum berarti terdaftar kan, baru ada perekaman dari Capil,” ungkap Hero saat ditemui di Kantor Yayasan Galuh, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Sabtu (13/04/2019).

Hero menyesalkan hingga saat ini pihak penyelenggara Pemilu sama sekali belum memberikan sosialisasi kepada pasien yang dirawat di pantinya. Menurutnya, jika tidak ada sosialisasi, bukan tidak mungkin banyak pasien binaannya yang tidak mampu menyebutkan nama calon presiden dan calon wakil presiden saat hari pencoblosan nanti.

“Belum ada (sosialisasi), padahal ini sudah dekat banget. Belum ada sosialisasi tentang cara pencoblosan sekali pun dari KPU. Apalagi ada lima surat suara (pemilu) ini kan,” ujarnya.

“Pasien juga ditanya siapa presidennya juga nggak tahu,” imbuh Hero.

Hero menambahkan pemungutan suara penderita gangguan jiwa baru kali ini dilakukan. Meski begitu, benar-benar dilakukan, pihaknya meminta agar pemungutan suara dilaksanakan di dalam panti. Selebihnya dia menyerahkan mekanismenya kepada penyelenggara Pemilu.

BACA JUGA  Setelah Divonis 1,5 Tahun di Jakarta, Ahmad Dhani Kembali Disidang di Surabaya Karena Umpatan 'Idiot'

“Kalau kita bawa keluar kita nggak bakalan sanggup,” ujarnya.

Didirikan tahun 1982, Yayasan Galuh resmi mendapat legalitas tahun 1985. Panti tersebut adalah panti rehabilitas yang menampung dan mengobati orang-orang yang sakit jiwa dari seluruh Indonesia. Hingga saat ini, jumlah pasien yang dirawat di panti tersebut mencapai 385 orang.

Hak pilih bagi para pengidap gangguan jiwa menyisakan kekhawatiran bagi Yayasan Galuh. Pasalnya dengan diperbolehkan mengikuti Pemilu, maka mereka diperlakukan sama dengan orang normal. Sedangkan para pengidap sakit jiwa selama ini dibebaskan dari hukum. Dikhawatirkan, suatu saat para pengidap gangguan jiwa dapat dijerat hukum setelah ada aturan baru dalam Pemilu ini.

“Ngerinya nanti jadi dijerat juga, kalau dia melakukan kasus apa bisa jadi dipidana juga,” pungkas Hero.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Perancis Gelar Operasi Militer Gabungan di Mali

Sebanyak tujuh ratus lebih tentara Perancis bersama 150 anggota militer Mali ambil bagian dalam misi ini, sementara tentara Burkina Faso disebar di sepanjang perbatasan sebagai cut-off untuk menutup jalur keluar jihadis.

Ahad, 14/04/2019 14:45 0

Eropa

Heroik, Bocah Muslim Selamatkan Penumpang Satu Bus dari Aksi Penyanderaan

Seorang siswa muslim di Milan, Italia, dianggap sebagai pahlawan, setelah berhasil menyelamatkan teman-teman sekelas dan dua gurunya yang disandera di dalam bus.

Ahad, 14/04/2019 13:42 0

Afrika

Demonstran Sudan Tuntut Pemerintahan Transisi Dipimpin Sipil

"Kami dan semua partai oposisi menolak untuk menyerahkan kekuasaan kepada militer. Kami menginginkan kepemimpinan yang sepenuhnya sipil," kata Salah Sanhori, anggota Partai Baath.

Ahad, 14/04/2019 12:55 0

India

Petahana Terima Donasi Kampanye Hingga Rp 2,1 Triliun, Oposisi Rp 442 Miliar

KPU dan badan pengawas pemilu meminta kebijakan donasi kampanye diakhiri. Sebab, para pebisnis bisa membuat donasi rahasia dan sebagai gantinya mereka bakal mendapat keuntungan jika partai yang disumbang menang pemilu.

Ahad, 14/04/2019 11:55 0

Afrika

Laporan: Saudi Beri Jutaan Dolar ke Haftar Sebelum Serang Tripoli

Mengutip penasihat senior pemerintah Saudi, Haftar menerima tawaran tersebut, yang digunakan untuk membeli kesetiaan para pemimpin suku, merekrut dan membayar pejuang, dan keperluan militer lainnya.

Ahad, 14/04/2019 11:34 0

Video News

Begini Jawaban Pengidap Gangguan Jiwa, Ditanya Soal Pilpres

KIBLAT.NET- 17 April 2019 nanti, Pilpres akan dilaksanakan. Namun, ada yang baru dari Pilpres tahun...

Sabtu, 13/04/2019 21:06 0

Amerika

PBB Hapus 11 Komandan Taliban dari Daftar Larangan ke Luar Negeri

Penghapusan ini berlaku mulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Desember mendatang. Pencabutan larangan itu hanya terbatas pada perjalanan untuk mengikuti negosiasi damai dan rekonsiliasi.

Sabtu, 13/04/2019 14:26 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Bahaya Besar bagi Pelaku Kecurangan demi Jabatan

KIBLAT.NET- Seseorang yang menginginkan kehormatan kebanyakan mencari jabatan bagaimana pun caranya yang terpenting dia mendapatkan...

Sabtu, 13/04/2019 13:07 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at : Inilah Ciri Orang yang Paling Merugi di Dunia- Ust Abu Harits. Lc

KIBLAT.NET- Orang-orang yang dianggap paling rugi di dunia dan di akhirat adalah mereka yang lebih...

Sabtu, 13/04/2019 13:02 0

Afghanistan

ICC Tolak Selidiki Kejahatan Perang di Afghanistan, AS Anggap Kemenangan

"Setiap upaya untuk mengadili orang-orang Amerika, Israel atau sekutu akan menghadapi respons yang cepat dan kuat," kata Trump.

Sabtu, 13/04/2019 10:33 0

Close