... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jokowi Berjanji Menjadikan Indonesia Negara Maritim Terkemuka

Foto: Paslon no urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam debat ke-5 Pilpres 2019, Capres 01 Joko Widodo menyampaikan strategi dan kebijakan konkrit untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan perikanan, sehingga sektor ini menarik bagi millenial untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim dan agraris yang terkemuka di dunia. Jokowi berjanji akan mewujudkan hal itu melalui tahapan – tahapan besar yang memakan proses waktu panjang.

“Untuk mencapai itu perlu tahapan besar, bahwa tahapan besar pertama adalah pembangunan infrastruktur, kita fokus. Tahapan kedua adalah pembangunan Sumber Daya Manusia. Yang ketiga adalah reformasi structural, dan yang keempat urusan teknologi serta inovasi. Inilah tahapan- tahapan besar yang ingin kita kerjakan,” katanya dalam debat ke- 5 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, (13/4/2019).

Jokowi mengatakan kita sudah terlalu lama dimana komoditas – komoditas kita tergantung kepada pasar-pasar luar negeri, dan kita sudah terlalu lama mengekspor dalam bentuk mentahan raw material, baik itu karet, kelapa sawit, perikanan, dan komoditas- komoditas pertanian. Sehingga strategi ke depan baik di bidang perikanan maupun di bidang pertanian adalah hilirisasi dan industrialisasi.

“Perlu dibangun industri- industri perikanan sebanyak- banyaknya, membangun pengolahan, pengalengan, sehingga kita mengekspor dalam bentuk barang- barang yang sudah olahan, sudah packaging di sini, sudah di labelling di sini, sudah dibangun brand dari sini,” ujarnya.

Jokowi melanjutkan, begitu juga untuk komoditas – komoditas perkebunan ke depan kita harus berani melakukan hilirisasi. Mencegah agar ekspor kita tidak dalam bentuk mentahan tetapi minimal barang setengah jadi atau kita tekan agar dikirim dalam bentuk barang jadi. Untuk bidang – bidang yang berkaitan dengan produk pertanian, Jokowi menyatakan bahwa anak-anak muda sekarang sudah membangun ekosistem online.

BACA JUGA  Perjuangan Penegakan Islam di Aljazair, dari Era Kolonialisme Hingga Kebangkitan FIS

“Kalau ini bisa disambungkan dengan ekosistem offline dari produk-produk pertanian akan memudahkan petani-petani langsung berhubungan dengan konsumen, berhubungan dengan pembeli lewat digital ekonomi,” tuturnya.

Jokowi menyampaikan dalam mengelola ekonomi makro itu berbeda dengan mengelola ekonomi mikro, karena ekonomi makro itu agregat produksi dan sisi. Sisi permintaan dan sisi suplai itu harus dipengaruhi dan dijaga oleh kebijakan-kebijakan pemerintah.

Kalau kita berhadapan dengan ekonomi mikro ini hanya jual dan beli, hanya membangun industri kemudian menjual produk yang ada. Tetapi ekonomi makro adalah mengelola agregat – agregat produksi sektor primer, misalnya di bidang pertambangan, pertanian, perkebunan, kemudian sektor sekunder di bidang manufaktur.

“Saya kira tidak tidak semudah yang dibayangkan memerlukan tahapan –  tahapan besar. Inilah yang sedang kita kerjakan, infrastruktur yang kita bangun ini nanti akan terhubung dengan kawasan – kawasan industri dan akan terhubung dengan kawasan pariwisata. Enggak mungkin langsung membalikkan tangan kemudian bisa membangun, kemudian langsung bisa mengekspor tanpa perlu tahapan- tahapan besar,” tukasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Begini Jawaban Pengidap Gangguan Jiwa, Ditanya Soal Pilpres

KIBLAT.NET- 17 April 2019 nanti, Pilpres akan dilaksanakan. Namun, ada yang baru dari Pilpres tahun...

Sabtu, 13/04/2019 21:06 0

Amerika

PBB Hapus 11 Komandan Taliban dari Daftar Larangan ke Luar Negeri

Penghapusan ini berlaku mulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Desember mendatang. Pencabutan larangan itu hanya terbatas pada perjalanan untuk mengikuti negosiasi damai dan rekonsiliasi.

Sabtu, 13/04/2019 14:26 0

Video Kajian

Ust. Zamroni: Bahaya Besar bagi Pelaku Kecurangan demi Jabatan

KIBLAT.NET- Seseorang yang menginginkan kehormatan kebanyakan mencari jabatan bagaimana pun caranya yang terpenting dia mendapatkan...

Sabtu, 13/04/2019 13:07 0

Video Kajian

Khutbah Jum’at : Inilah Ciri Orang yang Paling Merugi di Dunia- Ust Abu Harits. Lc

KIBLAT.NET- Orang-orang yang dianggap paling rugi di dunia dan di akhirat adalah mereka yang lebih...

Sabtu, 13/04/2019 13:02 0

Afghanistan

ICC Tolak Selidiki Kejahatan Perang di Afghanistan, AS Anggap Kemenangan

"Setiap upaya untuk mengadili orang-orang Amerika, Israel atau sekutu akan menghadapi respons yang cepat dan kuat," kata Trump.

Sabtu, 13/04/2019 10:33 0

Afrika

Media Italia: Haftar Minta Persetujuan Paris Sebelum Serang Tripoli

"Para utusan Haftar berada di Paris beberapa jam setelah pengumuman dimulainya serangan terhadap Tripoli, dan bahwa pesawat mereka meninggalkan bandara Orly, sebelum Jumat fajar, menuju Benghazi," tulis La Repubblica seperti dilansir Anadolu Agency (AA).

Sabtu, 13/04/2019 09:17 0

Afghanistan

Taliban Luncurkan Operasi Musim Semi 2019

"Bagian penting dari Operasi Al-Fath adalah menjauhkan warga negara kami dari dinas di jajaran tentara, polisi dan milisi dan pemanfaatkan mereka untuk melancarkan kepentingan penjajah," lanjut Taliban.Ta

Sabtu, 13/04/2019 07:45 0

Manhaj

Empat Alasan Umat Islam Harus Memimpin Peradaban

Tidak berselang lama semenjak wafatnya Rasul, para sahabat yang dimotori oleh para Khulafaur Rasyidin sudah mampu menyebarkan Islam ke tanah Persia dan Romawi.

Jum'at, 12/04/2019 20:37 0

Video News

Cak Nun: Kasus Novel Baswedan Harus Dituntaskan!

KIBLAT.NET- Jakarta, 11 April 2019, KPK menggelar acara bertajuk Sarasehan Budaya yang turut dihadiri oleh...

Jum'at, 12/04/2019 18:35 0

Video News

Ditanya Soal Surat Suara Tercoblos, Ini Tanggapan Luhut

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan turut berkomentar mengenai surat suara...

Jum'at, 12/04/2019 17:22 0

Close