... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Presiden al-Bashir Digulingkan, Sudan Terancam Perang Saudara?

Foto: Presiden Omar al-Bashir (kanan) terlihat duduk bersama Menteri Pertahanan Awad Mohammed Ibn Ouf, 14 Maret 2019.

KIBLAT.NET, Khartum – Rakyat Sudan mengadakan aksi protes tidak hanya di ibu kota Khartum, tetapi juga di kota-kota kecil. Meskipun presiden negara itu, Omar al-Bashir, telah mencoba untuk mengurangi protes, ia akhirnya digulingkan dan ditahan oleh militer Sudan. Dewan militer juga mengumumkan akan memerintah negara untuk masa transisi dua tahun.

Militer juga telah menangguhkan konstitusi, membubarkan pemerintah, menyatakan keadaan darurat selama tiga bulan, menutup perbatasan hingga pemberitahuan lebih lanjut, menutup wilayah udara selama 24 jam dan memberlakukan jam malam selama satu bulan. Semua tahanan politik dibebaskan di seluruh negeri.

Ada beberapa rumor tentang kondisi al-Bashir. Menteri Pertahanan Awad Mohammed Ibn Ouf mengatakan bahwa ia dibawa ke “tempat yang aman.” “Ketidakpastian adalah alasan utama ketakutan itu,” kata seorang saksi mata asing, yang tinggal di Sudan dan berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan.

“Semua orang menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan al-Bashir dan bagaimana tentara akan merespons,” imbuhnya.

Negara di Ambang Perang Saudara?

Konflik internal atau bahkan perang saudara mungkin terjadi karena ada pasukan polisi dan suku-suku yang setia kepada al-Bashir dan berbagai faksi militer. Ada banyak kelompok paramiliter di negara ini. Beberapa aktif di Khartum, sementara yang lain kuat di daerah lain. Selain itu, kekuatan internasional yang berbeda mendukung berbagai kelompok bersenjata.

BACA JUGA  Polisi Pelaku Kekerasan 21-22 Mei Harus Dibawa ke Peradilan Umum

Orang-orang Sudan ada di jalan merayakan pemecatan al-Bashir. Saksi mata menggarisbawahi bahwa ada campuran ketakutan dan kebahagiaan. “Orang-orang dari berbagai latar belakang, jenis kelamin dan suku berada di jalan-jalan dan meneriakkan slogan-slogan melawan al-Bashir dan pemerintahannya.”

Namun, ada yang tidak senang dengan kontrol militer. Para pengunjuk rasa yang mendorong penggulingan presiden lama Sudan melanjutkan pembangkangan mereka sekarang karena militer telah merebut kekuasaan dari al-Bashir, takut bahwa militer akan mengabaikan tuntutan untuk transisi sipil.

Kelompok protes utama Sudan menolak militer mengambil alih dan menyerukan demonstrasi lebih lanjut. Serikat pekerja profesional Sudan juga telah menolak pernyataan militer tentang penggulingan presiden. Mereka menekankan tuntutan pemrotes telah gagal dipenuhi.

Protes di Sudan yang dimulai atas kenaikan harga roti dan bahan bakar, serta ekonomi yang memburuk telah menyebar ke semua kota besar, sehingga pemerintah menghadapi kondisi sosial yang meresahkan.

Puluhan orang telah tewas sejauh ini dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa. Sejak protes meletus di Sudan pada Januari, seruan pemerintah tidak dijawab oleh pemrotes. Mereka berpikir pemerintah tidak memiliki kredibilitas atas reformasi yang dijanjikan atau langkah-langkah lain untuk perbaikan.

Perkembangan ini terjadi setelah pasukan keamanan membunuh lebih dari 20 pengunjuk rasa selama akhir pekan. Pada hari Selasa, 14 orang tewas ketika polisi membubarkan pengunjuk rasa.

BACA JUGA  Habib Bahar Divonis 3 Tahun Penjara

Al-Bashir telah melarang pertemuan publik tanpa izin dan memberikan kekuasaan besar kepada polisi setelah mengumumkan keadaan darurat bulan lalu. Pasukan keamanan telah menggunakan gas air mata, peluru karet, amunisi hidup dan pentungan terhadap para pemrotes.

Al-Bashir Gagal Menjaga Pasukan Tetap Setia

Al-Bashir sendiri mengambil alih kekuasaan sebagai hasil dari kudeta juga. Sebagai anggota militer, pada tahun 1989 ia menggulingkan dewan militer lain, yang telah berkuasa sejak tahun 1985. Terlepas dari upayanya untuk menjaga tentara setia kepada dirinya sendiri selama masa kepresidenannya, ia tampaknya telah gagal. Sudan memiliki nilai strategis karena posisi geografis, sumber daya, dan perannya sebagai pintu gerbang bagi dunia Arab ke Afrika.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Presiden Sudan Akhirnya Ditahan, Militer Ambil Alih Pemerintahan

Militer Sudan telah menahan Presiden Omar Al-Bashir dan mendeklarasikan keadaan darurat selama tiga bulan pada Kamis (11/04/2019).

Jum'at, 12/04/2019 10:09 0

Amerika

Deklarasi Kemenangan Atas ISIS Tak Hentikan Serangan Udara AS di Irak dan Suriah

serangan itu diluncurkan antara 24 Maret dan 6 April dengan menargetkan 28 unit taktis ISIS.

Jum'at, 12/04/2019 08:37 0

Afghanistan

Ada Gerak-gerik Mencurigakan, Taliban Larang Kegiatan WHO dan ICRC

Sementara itu, lembaga-lembaga lainnya masih dibolehkan beroperasi seperti sebelumnya.

Jum'at, 12/04/2019 07:30 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pemimpin yang Amanah

Khutbah Jumat: Pemimpin yang Amanah

Kamis, 11/04/2019 15:58 0

Suriah

Kehadiran Iran di Pesisir Suriah Membuat Marah Rusia

Pemberian wewenang ini menandai pertama kalinya Teheran diberi pijakan di Mediterania di dekat pangkalan Rusia di Tartus dan Latakia

Kamis, 11/04/2019 15:56 0

Afrika

AS Lanjutkan Serangan di Somalia Meski Ada Laporan Korban Sipil

Komando AS-Afrika (AFRICOM) telah kembali melakukan serangan udara terhadap kelompok jihadis al-Shabab Somalia setelah sejumlah warga sipil tewas akan serangan sebelumnya.

Kamis, 11/04/2019 14:18 0

Afrika

Ribuan Orang Mengungsi Ketika Pasukan Haftar Menuju Ibu Kota Libya

Menurut Dewan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA), setidaknya 4.500 orang telah mengungsi sejak bentrokan meletus enam hari lalu, ketika pasukan Jenderal Khalifa Haftar memerintahkan pasukannya untuk berbaris di Tripoli.

Kamis, 11/04/2019 13:51 0

Afrika

Pertandingan Manchester United vs Barcelona Hentikan Sejenak Demo di Sudan

Dilaporkan pada saat pertandingan kedua kesebelasan terbaik di Benua Eropa tersebut, para demonstran sejenak menghentikan aksinya dan menonton pertandingan melalui sebuah layar raksasa.

Kamis, 11/04/2019 11:12 0

Afrika

Pengamat: Demontrasi Anti-Rezim di Aljazair Tak Usung Politik Islam

Oleh karena itu, poros Kairo, Riyadh dan Abu Dhabi tidak khawatir seperti ketika revolusi Mesir, Tunisia dan Suriah.

Kamis, 11/04/2019 10:42 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su’udzan Terhadap Diri Sendiri

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su'udzan Terhadap Diri Sendiri. Lanjutan tema "Su'udzan" dalam kita Ma'alim fi Ath-Thaqiq Sayyid Qutb.

Kamis, 11/04/2019 10:06 0

Close