... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Empat Alasan Umat Islam Harus Memimpin Peradaban

Foto: Masjid Peradaban Umat Islam

KIBLAT.NET – Ketika peradaban-peradaban besar mengeksploitasi manusia, baik itu peradaban Romawi dengan segala kekuasaannya, maupun peradaban Persia hingga peradaban Arab Jahiliyah. Di saat itu Rasulullah SAW diutus kepada umat manusia. Dan di antara misi kenabian yang dibawa oleh Nabi adalah mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada manusia menuju peribadatan tunggal kepada Allah SWT.

Pelan tapi pasti Islam mulai diterima oleh bangsa Arab, tidaklah Nabi Muhammad wafat melainkan mayoritas kabilah-kabilah Arab sudah masuk Islam dan dakwah sudah tersampaikan kepada Romawi dan Persia.

Tidak berselang lama semenjak wafatnya Rasul, para sahabat yang dimotori oleh para Khulafaur Rasyidin sudah mampu menyebarkan Islam ke tanah Persia dan Romawi. Bahkan dalam sejarah bisa kita temukan bagaimana pasukan orang-orang Nasranai lebih suka dipimpin oleh para Sahabat dibanding dipimpin oleh para raja mereka yang notabene ssatu keyakinan dengan mereka.

Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi menyebutkan 4 alasan kenapa Islam bisa memimpin peradaban manusia, sebagaimana yang dicatat oleh sejarah Rasul dan para khalifahnya. Ke-empat alasan itu adalah:

1. Umat Islam Menjunjung Tinggi Al-Quran dan Berpegang Teguh kepada Hukum-hukum Ilahi

Perilaku mereka dalam memimpin dikontrol oleh wahyu. Al-Quran dan Sunnah menjadi landasan mereka dalam memimpin. Kita bisa lihat bagaimana hal ini tercermin dalam pemerintahan para khalifah. Bagaimana seorang Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan tegas melanjutkan ekspedisi pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid yang sempat tertunda karena wafatnya Rasul. Meskipun pada awalnya ditentang oleh beberapa sahabat, Abu Bakar tetap keukeuh memberangkatkan pasukan tersebut. Karena pasukan tersebut adalah pasukan yang dipilih oleh Rasul, bagaimana mungkin seorang Abu Bakar menyelisihi perintah Rasul. Begitu juga dengan seorang Ali bin Abi Thalib yang ketika ada perselisihan antara dirinya dan Muawiyah, ketika perang berkecamuk pada perang Shiffin, pasukan Muawiyah mengangkat Al-Quran menandakan bahwa mereka ingin berunding. Ketika itu pula seorang Ali bin Abi Thalib memerintahkan kepada pasukannya untuk behenti, meskipun secara kalkulasi pasukannya sedang berada di atas angin.

Mereka paham betul bahwa keluar dari wahyu akan menyebabkan dosa, kesesatan dan kezaliman. Sehingga mereka tidak menetapkan suatu keputusan atau kebijakan kecuali atas dasar wahyu. Mereka tidak sewenang-wenang kepada orang lain, baik dalam prilaku personal maupun keputusan politik. Allah telah memasukkan cahaya wahyu di dalam dada mereka sehingga mereka berjalan dengan baik di tengah-tengah manusia.

BACA JUGA  Kyai Cholil Nafis: Semoga Mursi Diterima Sebagai Syuhada

2. Umat Islam Mengambil Alih Kepemimpinan setelah Melewati Pendidikan Akhlak dan Pembersihan Jiwa

Mereka tidak memperebutkan pangkat dan jabatan. Sebaliknya, mereka enggan menerimanya dan takut tidak amanah dalam melaksanakannya. Mereka jauh dari bursa pencalonan diri untuk memperoleh jabatan, membaguskan dan membersihkan diri, menggerakkan mesin propaganda dan menghamburkan uang.

Bila mereka dipercaya mengurus suatu urusan umat, amanat itu tidak dianggap sebagai hadiah, makanan lezat atau imbalan atas jerih payahnya, tidak pula sebagai pengganti atas uang yang telah dikeluarkannya. Namun, itu semua dipandang sebagai amanah yang membebani leher dan ujian dari Allah ta’ala yang kelak akan diminta pertanggung-jawabannya di hadapan-Nya pula.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-An’am : 165)

Dan generasi para sahabat menjadi potret nyata dalam hal ini. Mereka adalah manusia yang melalui serangkaian tarbiyah dari Allah. Ada yang disiksa seperti Bilal, ada yang berhijrah seperti Ja’far bin Abdul Muththolib, ada yang diboikot bertahun-tahun lamanya, ada yang diuji dengan harta ketika perang Uhud ada yang bersumpah setia membela Rasul hingga titik darah penghabisan seperti 1.400 sahabat yang membaiat Nabi pada Ba’atur Ridhwan. Serangkaian tamhish dari Allah membuat para sahabat tidak silau dengan jabatan, tidak tergiur dengan tawaran harta dan tidak terlena dengan dunia.

3. Tujuan Mereka adalah Memerdekakan Manusia dari Belenggu Manusia Menuju Penghambaan kepada Allah ta’ala.

Mereka bukanlah orang yang mengabdikan diri kepada bangsa atau ras, bukan pula wakil rakyat atau tokoh nasional yang bekerja mewujudkan kesejahteraan bangsanya saja. Tidak pula berpendirian bahwa tanah air dan kebangsaannya lebih mulia daripada bangsa atau negeri lain.

BACA JUGA  Hukum Menambahkan Lafadz "Sayyidina" Saat Tasyahhud, Shalawat dan Adzan

Mereka tidak berideologi bahwa mereka diciptakan Allah untuk mendirikan “imperium Arab” atau semisalnya, kemudian menikmati kemewahan, menjadi orang besar dan congkak di bawah perlindungan imperiumnya. Tidak pula berjuang menaklukan bumi Barat dan Timur untuk dimasukkan dalam imperiumnya semata.

Mereka bukan orang yang memonopoli ilmu pengetahuan. Pendidikan tidak diperuntukkan kepada keturunan bangsawan atau orang kaya saja. Sehingga yang miskin dan kaya memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengetahuan. Mereka memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk memberikan sumbangan bagi peradaban baru.

4. Kepemimpinan Mereka Memenuhi Aspek Lahir dan Batin

Perabadan yang baik dan jernih tidak mungkin terwujud kecuali dibangun di atas din yang agung, akhlak yang mulia dan pikiran sehat yang menguasai kehidupan. Sejarah membuktikan bahwa hal itu terwujud ketika kepemimpinan berada ditangan orang yang sanggup menjadi teladan dalam agama, berbudi pekerti luhur dan berpikir sehat dengan ilmu yang luas. Apabila pemimpin rohaninya lemah, hal itu akan terlihat dalam berbagai penampilan. Masyarakat yang melihat akan cenderung meniru perilaku pemimpinnya, dan terbentuklah masyarakat matrealistis. Sehingga peradaban tak ubahnya hanya manusia-manusia munafik yang gersang hatinya. Allah mencela manusia-manusia seperti itu :

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh (penampilan fisik) mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar.” (QS al-Munafiqun: 4)

Sementara Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang seimbang antara aspek fisik dan aspek maknawi. Kita bisa melihat di dalam diri para sahabat berpadunya unsur-unsur keagamaan, akhlak, kekuatan, dan politik dalam diri mereka. Mereka mencerminkan kemanusiaan dalam segala seginya yang lazim dimiliki oleh pemimpin dunia. Kesanggupan memadukan soal spiritual dan material, kesiapan fisik yang sempurna dan jangkauan akal pikiran yang luas akan memudahkan untuk membawa umat manusia kepada tujuan yang ideal, yaitu ketinggian rohani, budi pekerti yang luhur dan kecukupan materi. Wallau ‘alam  bish showab.

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Cak Nun: Kasus Novel Baswedan Harus Dituntaskan!

KIBLAT.NET- Jakarta, 11 April 2019, KPK menggelar acara bertajuk Sarasehan Budaya yang turut dihadiri oleh...

Jum'at, 12/04/2019 18:35 0

Video News

Ditanya Soal Surat Suara Tercoblos, Ini Tanggapan Luhut

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan turut berkomentar mengenai surat suara...

Jum'at, 12/04/2019 17:22 0

Video News

Novel Baswedan Ungkap Kejanggalan dalam Penanganan Kasusnya

KIBLAT.NET- Jakarta, 11 April 2019, KPK menggelar acara bertajuk Sarasehan Budaya yang turut dihadiri oleh...

Jum'at, 12/04/2019 17:15 0

Indonesia

JPU Soal Kasasi Kasus Tabrak Lari Bos PT Indaco: Kami Pikir Dulu

Didesak ajukan kasasi, Jaksa Penuntut Umum Satriawan menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan waktu empat belas hari untuk mengkaji salinan lengkap dari Pengadilan Tinggi Semarang.

Jum'at, 12/04/2019 16:39 0

Indonesia

Koalisi Masyarakat Sipil Canangkan 11 April Sebagai Hari Teror Pemberantasan Korupsi

koalisi masyarakat sipil mencanangkan tanggal 11 April sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi

Jum'at, 12/04/2019 16:29 0

Indonesia

Bos PT Indaco Hanya Divonis 8 Bulan, DSKS Minta Kejari Surakarta Ajukan Kasasi

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengadakan audensi dengan Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Surakarta

Jum'at, 12/04/2019 16:07 0

Wilayah Lain

Sebulan Teror Cristchurch, Muslim Selandia Baru Masih Takut ke Masjid

"Mereka masih sangat ketakutan," kata Imam Masjid Linwood, Ibrahim Abdelhalim kepada AFP, Jumat (12/04/2019). "Biasanya kita memperkirakan (jamaah) sekitar 100 orang, tapi sekarang sekitar 30 orang."

Jum'at, 12/04/2019 15:54 0

Indonesia

Di Acara Gojek, Luhut Malah Pamer Aplikasi Fish on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memamerkan aplikasi Fish on

Jum'at, 12/04/2019 15:12 0

Indonesia

Keluarga Bisa Minta Pemerintah RI Desak AS Kembalikan Hambali

"Lama banget, padahal proses persidangan harus cepat, dan harusnya bisa dikembalikan di Indonesia," ujar Usman di kantornya, di Gedung HDI Hive Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/04/2019).

Jum'at, 12/04/2019 14:38 0

Wilayah Lain

Sudan Memanas, Begini Kondisi Mahasiswa Asal Indonesia

para mahasiswa asal Indonesia juga mendapat imbauan dari KBRI Sudan

Jum'at, 12/04/2019 13:53 0

Close