... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat: Demontrasi Anti-Rezim di Aljazair Tak Usung Politik Islam

Foto: Demonstrasi anti rezim di Aljazair/BBC

KIBLAT.NET, Istanbul – Pengamat Politik Timur Tengah asal Turki, Ahmed Oesal, mengatakan bahwa gerakan demonstrasi anti pemerintah di Aljazair beberapa bulan terakhir tak mengusung politik Islam. Oleh karena itu, poros Kairo, Riyadh dan Abu Dhabi tidak khawatir seperti ketika revolusi Mesir, Tunisia dan Suriah.

Oesal menyampaikan hal itu saat berbicara di seminar politik yang digelar para Rabu (10/04/2019) di Universitas Istanbul Turki. Seminar tersebut bertema “Aljazair Pasca Bouteflika …Jalan ke Depan”.

Menurut Oesal, gerakan demonstrasi di Aljazair terbagi dua. Pertama, menyambut peran militer dan kedua kelompok yang terkejut oleh pendirian militer mendukung tuntutan demonstran. Hal ini semakin mempertebal kabut yang menutupi di balik revolusi Aljazair.

Dalam konteks terkait, Direktur Kajian Markas Studi Timur Tengah ini melihat bahwa dukungan Prancis terhadap Jenderal Khalifah Haftar di Libya dan pergerakannya di negara itu terkait dengan peristiwa di Aljazair. Menurutnya, berkurangnya peran Paris di Aljazair baru-baru ini membuat negara Eropa itu fokus di Libya untuk membayar kerugian di negara bekas jajahannya itu.

Oesal menjelaskan bahwa Barat memiliki kepentingan besar di Aljazair, termasuk Prancis dan AS. Mereka memiliki ambisi kolonial klasik yang masih berlangsung di negara Arab ini.

Pada bagiannya, pengamat politik yang fokus mengamati Aljazair, Jalal Khashib, menambahkan bahwa munculnya Bouteflika memimpin Aljazair (pada 1999) telah mengurangi pengaruh Prancis di negara itu. Hal itu terlihat dari banyaknya perubahan internasional, seperti perang AS terhadap terorisme (sejak 2001).

“Pada tahap itu Bouteflika membuka diri ke Barat, terutama Washington, yang melihatnya sebagai mitra yang dapat mengikis pengaruh Rusia,” jelas Khashib.

“Meskipun ada perbedaan antara Amerika Serikat dan Prancis, mereka satu kata dalam banyak kepentingan bersama,” lanjutnya.

Pada Selasa (09/04/2019), parlemen Aljazair secara resmi mengumumkan pemilihan presiden. Presiden sementara dijabat oleh Abdelkader Ben Saleh, Ketua Majelis Nasional (kamar kedua parlemen). Jabatan Ben Saleh berlaku tiga bulan. Pemilu akan digelar serentak beberapa pekan ke depan.

Dalam dua bulan terakhir, Aljazair menjadi saksi protes besar-besaran menuntut Bouteflika mengundurkan diri setelah 20 tahun berkuasa. Setelah berupaya bertahan di bawah desakan dari berbagai pihak, presiden yang sakit stroke itu akhirnya mundur.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su’udzan Terhadap Diri Sendiri

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su'udzan Terhadap Diri Sendiri. Lanjutan tema "Su'udzan" dalam kita Ma'alim fi Ath-Thaqiq Sayyid Qutb.

Kamis, 11/04/2019 10:06 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Sudah Sya’ban, Bagaimana Bersiap yang Benar Untuk Ramadhan?

KIBLAT.NET- Bulan Sya’ban sudah datang, itu berarti Ramadhan tak lama lagi akan menjumpai kita. Apa...

Kamis, 11/04/2019 09:44 0

Indonesia

DPR Diminta Jadi Pionir Penghapusan Hukuman Mati

Menurut Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia menyebut, saat ini semakin banyak negara lain di dunia yang meninggalkan bentuk hukuman mati, salah satu yang terdekat adalah Malaysia.

Kamis, 11/04/2019 08:35 0

Indonesia

Jokowi Sebut Akan Melawan Fitnah, Fahri Hamzah: Jika Mau Melawan, Terbukalah dan Jujurlah

Fahri menilai Jokowi tak serius menuntaskan fitnah yang berkaitan dengan kepribadiannya.

Kamis, 11/04/2019 08:17 0

Indonesia

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Rabu, 10/04/2019 20:32 0

Indonesia

FPI: Kasus ‘Serangan Fajar’ Politisi Golkar Hanya Fenomena Gunung Es

pemilu kali ini di bawah ancaman para penunggang demokrasi.

Rabu, 10/04/2019 19:33 0

Indonesia

AILA Berharap Pelaku Bullying Siswi SMP Pontianak Dihukum

Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA) turut prihatin atas pengeroyokan dan pelecehan yang menimpa seorang siswi SMP oleh siswi-siswi SMA di Pontianak.

Rabu, 10/04/2019 16:57 0

Indonesia

Mantan Hakim MA: Kasus Bullying Siswi SMP di Pontianak Jelas Pidana

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Gayus Lumbuun turut memberikan tanggapan soal kasus penganiayaan yang menimpa siswi SMP di Pontianak.

Rabu, 10/04/2019 16:35 0

Indonesia

Jelang Pemilu 17 April, TNI Gelar Simulasi Penanggulangan Teror

Kegiatan latihan simulasi diikuti oleh 500 hingga 600 personel. Dia mengatakan, pasukan ini siap digerakkan setiap saat atas perintah Panglima TNI jika terjadi kasus-kasus terorisme.

Rabu, 10/04/2019 16:28 0

Indonesia

Mantan Hakim MA Setuju Pelaku LGBT Dipidana

Mantan Hakim Mahkamah Agung (MA), Prof. Gayus Lumbuun setuju jika pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dipidana

Rabu, 10/04/2019 15:19 0

Close