... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kehadiran Iran di Pesisir Suriah Membuat Marah Rusia

Foto: Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Rusia Vladimir Putin

KIBLAT.NET, Damaskus – Rusia menyatakan kemarahan karena pemerintah Bashar Assad di Suriah memberikan Iran hak untuk mengoperasikan pelabuhan Latakia barat di Mediterania. Pemberian wewenang ini menandai pertama kalinya Teheran diberi pijakan di Mediterania di dekat pangkalan Rusia di Tartus dan Latakia.

Pada 25 Februari, Menteri Transportasi Suriah Ali Hammoud meminta agar direktur pelabuhan membentuk sebuah tim untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Iran tentang pengelolaan fasilitas tersebut. Keputusan itu diambil atas permintaan Iran, dengan imbalan dukungan finansial dan militer untuk Damaskus selama perang delapan tahun terakhir.

Pelabuhan telah dioperasikan selama bertahun-tahun oleh Suriah dan perusahaan Prancis. Kesepakatan dengan Iran untuk mengoperasikan fasilitas tersebut akan berjalan mulai musim gugur mendatang.

Perusahaan Perancis dapat membawa masalah ini ke pengadilan untuk menuntut kompensasi dari pemerintah Suriah setelah membatalkan kontrak operasinya. Kesepakatan dengan Teheran juga membuat marah Rusia yang telah mengendalikan perairan teritorial Suriah secara penuh.

Langkah Damaskus menunjukkan bias ikatan yang dijalani antara Rusia dan Iran terkait rekonstruksi Suriah. Pada bulan Januari, komite bersama, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Suriah Imad Khamis dan Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri, menandatangani sembilan perjanjian tentang rel kereta api Suriah, rekonstruksi, investasi, memerangi pendanaan terorisme dan pencucian uang, pendidikan dan budaya.

Khamis mengatakan bahwa perjanjian tersebut “bersejarah”, untuk mencerminkan “keseriusan” Damaskus dalam menawarkan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan swasta Iran.

BACA JUGA  Saat Hakim MK Sebut KPU Ngeles di Sidang Sengketa Pilpres

Kurang dari sebulan kemudian, Presiden Suriah Bashar Assad bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran. Sejak akhir 2018, Iran telah memberikan tekanan pada Damaskus atas lambatnya pelaksanaan perjanjian strategis, yang penyebabnya ditengarai karena keberatan Rusia.

Pada awal 2017, Khamis berkunjung ke Teheran untuk menandatangani lima kesepakatan strategis. Salah satunya menutupi investasi dalam fosfat Suriah di wilayah timur dekat kota Palmyra.

Suriah membanggakan cadangan fosfat terbesar di dunia dengan 1,8 miliar ton. Batuan fosfat adalah bahan baku yang digunakan dalam produksi pupuk fosfat, meskipun perang telah merusak kemampuan Suriah untuk menambang dan memasarkan pasokannya.

Rusia membalas perjanjian itu dengan menekan Suriah untuk mendapatkan hak untuk berinvestasi dalam fosfatnya, yang membuat Iran marah. Ada laporan bahwa Moskow dan Teheran telah mencapai kesepakatan mengenai masalah ini.

Kesepakatan lain terkait pemberian hak sebuah konsorsium yang didukung Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) untuk mengoperasikan layanan telepon seluler bersama dengan perusahaan Suriah dan perusahaan MTN Suriah. Rusia dilaporkan melakukan intervensi untuk menggagalkan eksekusi kesepakatan itu, meskipun tetap berjalan.

“Telekomunikasi adalah industri yang sangat sensitif. Ini akan memungkinkan Iran untuk memonitor komunikasi Suriah,” kata Karim Sadjadpour, rekan senior Carnegie Endowment untuk program Timur Tengah Perdamaian Internasional.

Menurut kantor berita Iran, IRNA, Suriah juga akan memberikan Iran 5.000 hektar lahan untuk pertanian, dan 1.000 hektar untuk mendirikan terminal minyak dan gas. Kesepakatan juga ditandatangani untuk menyediakan lahan bagi peternakan.

BACA JUGA  Lagi, Pos Militer Turki Pemantau Gencatan Idlib Diserang

Terlepas dari bantuan militer, Suriah semakin berhutang budi kepada Iran secara finansial: Teheran membuka batas kredit $ 3,5 miliar pada 2013, dan memperpanjangnya menjadi $ 1 miliar pada 2015, yang menurut para ekonom telah membantu menjaga perekonomian Suriah.

Pada 2011, Teheran berupaya mengubah pelabuhan Tartus menjadi pangkalan militer, tetapi Moskow keberatan. Rusia kemudian melakukan intervensi militer di Suriah pada 2015 dan kemudian mengerahkan sistem rudal pertahanan udara S-400 dan S-300 di Latakia dan memperluas pelabuhan Tartus. Rusia juga setuju dengan Damaskus untuk mempertahankan kehadiran militer “terbuka” di Latakia.

Pengamat mengatakan bahwa kedatangan Iran di pelabuhan Latakia mengembalikan kehadirannya di Mediterania. Jika perjanjian operasi mulai berlaku, maka pintu akan terbuka untuk rute pasokan militer dan ekonomi Teheran-Baghdad-Damaskus-Mediterania. Hal ini membuat semuanya lebih mudah dengan kontrol Iran atas sektor kereta api Suriah.

Para pejabat Iran telah memberi tahu Suriah bahwa pelabuhan Latakia akan digunakan untuk mengangkut minyak Iran ke Suriah melalui Mediterania untuk mengatasi krisis listrik negara yang dilanda perang itu.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KPAI Temukan Peningkatan Jumlah Anak Terlibat Kampanye Pemilu 2019

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terjadi penambahan jumlah anak yang dilibatkan...

Kamis, 11/04/2019 13:21 0

Indonesia

Begini Tanggapan Jokowi Soal Kekerasan Pada Anak di Pontianak

Jokowi mengaku sedih dengan adanya peristiwa ini, terlebih pelaku dan korban masih tergolong kategori dibawah umur.

Kamis, 11/04/2019 12:48 0

Indonesia

KontraS: Sudah Dua Tahun, Kasus Novel Jalan di Tempat

KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) meminta keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kasus penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kamis, 11/04/2019 11:32 0

Indonesia

Setelah Divonis 1,5 Tahun di Jakarta, Ahmad Dhani Kembali Disidang di Surabaya Karena Umpatan ‘Idiot’

Kini, Ahmad Dhani mendekam di Penjara Surabaya dengan status tahanan MA, dan sedang menjalani proses persidangan dengan kasus lain.

Kamis, 11/04/2019 11:29 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su’udzan Terhadap Diri Sendiri

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su'udzan Terhadap Diri Sendiri. Lanjutan tema "Su'udzan" dalam kita Ma'alim fi Ath-Thaqiq Sayyid Qutb.

Kamis, 11/04/2019 10:06 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Sudah Sya’ban, Bagaimana Bersiap yang Benar Untuk Ramadhan?

KIBLAT.NET- Bulan Sya’ban sudah datang, itu berarti Ramadhan tak lama lagi akan menjumpai kita. Apa...

Kamis, 11/04/2019 09:44 0

Indonesia

DPR Diminta Jadi Pionir Penghapusan Hukuman Mati

Menurut Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia menyebut, saat ini semakin banyak negara lain di dunia yang meninggalkan bentuk hukuman mati, salah satu yang terdekat adalah Malaysia.

Kamis, 11/04/2019 08:35 0

Indonesia

Jokowi Sebut Akan Melawan Fitnah, Fahri Hamzah: Jika Mau Melawan, Terbukalah dan Jujurlah

Fahri menilai Jokowi tak serius menuntaskan fitnah yang berkaitan dengan kepribadiannya.

Kamis, 11/04/2019 08:17 0

Indonesia

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Rabu, 10/04/2019 20:32 0

Indonesia

FPI: Kasus ‘Serangan Fajar’ Politisi Golkar Hanya Fenomena Gunung Es

pemilu kali ini di bawah ancaman para penunggang demokrasi.

Rabu, 10/04/2019 19:33 0

Close