... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jokowi Sebut Akan Melawan Fitnah, Fahri Hamzah: Jika Mau Melawan, Terbukalah dan Jujurlah

Foto: Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Foto: M. Jundii)

KIBLAT.NET, Jakarta- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa para peneliti dan pollster hingga tadi malam masih membahas soal orang tua Jokowi. Ia merasa heran, kenapa masalah tersebut hingga kini masih belum dituntaskan.

“Kenapa masalah ini gak mau dituntaskan? Ini sudah mau masuk minggu tenang. Apa sih susahnya ya? Aneh aja sih soal sederhana aja kok,” ungkap Fahri melalui situs officialnya Fahrihamzah.com, Rabu (10/04/2019).

Fahri menjelaskan, dalam kampanye di Jogja yang diadakan sepekan lalu petahana dengan marah mengatakan bahwa ‘4,5 tahun difitnah, saya diam’. Menurut Fahri hal tersebut mungkin termasuk soal keturunan itu.

“Mungkin termasuk soal keturunan itu, sebab beberapa kali beliau ungkap sendiri,” ujarnya.

Fahri mengira akan ada “perlawanan perang total” tentang membasmi isu ini. Namun nyatanya semalam pollster masih anggap itu masalah.

“Apa susahnya seorang presiden yang mengendalikan berita dan wacana negara melakukan klarifikasi yang tuntas dan total,” kata Fahri.

Selain hak rakyat untuk mendapatkan kejelasan, lanjut Fahri, kewajiban presiden adalah untuk menjelaskan.

“Ngapain suruh buzzer bikin meme. Gak bakalan ampuh. Soal pribadi harusnya diselesaikan oleh pribadi. Sederhana sekali. Sungguh sederhana, kalau bantuan diperlukan saya bisa jelaskan caranya,” jelasnya.

Fahri  membandingkan kasus ini dengan mantan presiden AS, Barrack Hussein Obama, yang mana dahulu Barack Obama, dituduh muslim, koran-koran kuning di Amerika Serikat menulis soal kartu keluarga yang palsu, atau tentang tuduhan lain soal nama “Hussein” di tengah namanya. Obama dengan tenang dan menjawabnya apa adanya.

BACA JUGA  Hukum Perang Islam Ternyata Tak Menyelisihi Hukum Perang Internasional

“Obama, lebih berat pertempurannya. Minoritas kulit hitam, meski ibunya kulit putih, tapi ada kata “Hussein” di tengah namanya, keluarga bapaknya muslim totok asal Kenya. Dia harus merayu orang Amerika tempat nilai Judeo-Christian sangat kuat dan dominan, tapi dia menang,” kata Fahri.

Fahri menyebut, jika melihat perdebatan melawan Barrack Obama, sungguh keliru jika bangsa Indonesia dikatakan tidak toleran seperti yang dikampanyekan oleh kelompok liberal di negeri ini. Fahri bahkan menilai cara bangsa Indonesia menerima keberagaman ini sudah luar biasa.

Maka Fahri pun meminta agar semua fitnah ini diakhiri dengan bicara apa adanya. Saya percaya bangsa ini punya kearifan. Siapapun kita tak perlu kita tutupi, bahkan dalam agama pun tak ada konsep dosa keturunan. Kita semua lahir suci bersih, kita hanya perlu jujur apa adanya.

“Obama dan Jokowi pernah disambut dengan cara yang sama ketika pertama terpilih, lalu maju lagi, tantangan Obama lebih berat tantangan Jokowi lebih ringan. Obama menghadapi bangsa demokrasi liberal yang “liar”, Jokowi hidup pada bangsa timur yang pemaaf dan pelupa,” jelas Fahri.

“Tapi bedanya, Obama gak mau tutupi apapun masalahnya, dia terbuka. Dan wajah hitamnya tidak mungkin ditutupi. Tapi, sepertinya Pak Jokowi banyak menutupi dirinya. Obama menang, apakah Jokowi bisa? Wallahu a’lam,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Banjir Kepung Iran Barat, Puluhan Ribu Warga Diperintahkan Mengungsi

Pihak berwenang telah memerintahkan evakuasi rumah sakit yang terancam oleh hujan lebat.

Kamis, 11/04/2019 07:52 0

Eropa

Jerman Geledah Kantor Organisasi Kemanusiaan yang Dituding Dukung Hamas

UEA telah memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris

Kamis, 11/04/2019 06:59 0

Afghanistan

Suku-suku di Helmand Marah Pasukan Pemerintah Tangkap Wanita

"Kami meminta semua media untuk mengangkat suara kami di semua tingkatan, dan para pemimpin suku harus bergabung dengan kami karena operasi itu telah melanggar semua adat istiadat, tradisi dan ritual keagamaan," kata salah satu pemimpin suku, Sayed Waly, kepada Al-Araby Al-Jadid.

Rabu, 10/04/2019 16:45 0

Afrika

Warga Saudi Tenggelam di Sungai Nil Saat Hendak Selfie

"Turis itu tergelincir karena permukaannya basah dan dia bersandar ke belakang untuk mengambil selfie dengan latar belakang air yang deras," kata Butoto.

Rabu, 10/04/2019 15:48 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Mendahulukan Akal di atas Wahyu

mereka menjadikan akal alat untuk mengukur kebenaran. Sesuatu yang logis dan dapat dinalar akan dianggap benar. Sedangkan yang tidak bisa dijangkau oleh akal akan ditolak. berbeda dengan Islam

Rabu, 10/04/2019 15:02 0

Palestina

Siapapun Perdana Menterinya, Israel Takkan Biarkan Palestina Merdeka

Para analis dan pakar Palestina sepakat bahwa kondisi Palestina maupun Gaza tidak akan berubah, di tengah persaingan para kandidat perdana menteri Israel.

Rabu, 10/04/2019 14:27 0

Turki

Walikota Baru CHP Setop Bantuan Turki untuk Pengungsi Suriah

Surat perintah dikirimkan ke ke dewan Budaya dan Pekerjaan Sosial Kota Bolu untuk menghentikan bantuan bagi para pengungsi Suriah.

Rabu, 10/04/2019 11:50 0

Iran

Iran dan AS Saling Tuding Teroris

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah secara resmi memasukkan tentara Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Rabu, 10/04/2019 09:53 0

Palestina

Aksi Mogok Makan di Penjara Israel Semakin Meluas

Sebanyak 400 tahanan bergabung dalam aksi tersebut.

Rabu, 10/04/2019 09:04 0

Afrika

Italia Lanjutkan Misi Militernya di Libya

Misi yang diluncurkan tahun lalu itu untuk melindungi kepentingan Itala di bekas jajahannya itu.

Rabu, 10/04/2019 08:16 0

Close