... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HTS dan Ahrar Sepakat Dialog Selesaikan Insiden di Hama Barat

KIBLAT.NET, Idlib – Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) dan Ahrar Al-Syam sepakat menghentikan pertikaian di pos penjagaan militer di Qal’ah Mudhayyiq di Hama barat. Kedua faksi sepakat membawa perselisihan ini ke pengadilan syariat.

Portal lokal Suriah, Enabbaladi.net, Rabu (10/04/2019), melaporkan bahwa kedua pihak mencapai kesepakatan tak lama setelah insiden pertikaian meletus. Pasukan keduanya komitmen untuk menahan diri.

Kesepakatan itu mengharuskan masing-masing pihak membebaskan tawanan dalam perselisihan ini. Oknum-oknum yang diduga provokator dari kedua pihak dihadapkan ke pengadila syariat. Sementara pos pemeriksaan kembali dibuka di bawah kendali HTS.

Menurut Enabbaladi.net, perselisihan memanas pada Selasa (09/04/2019) setelah HTS menangkap sejumlah anggota Ahrar. Para personil Ahrar itu ditangkap karena menembakan mortir ke lokasi militer Assad di pedesaan Hama atas inisiatif sendiri. Tak ada koordinasi dengan HTS. Sementara operasi militer di wilayah itu sepenuhnya di bawah kendali HTS.

Sumber Ahrar yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa penangkapan itu mendorong 15 anggota Ahrar menyerang pos pemeriksaan Qal’ah Mudhayyaq. Seluruh pasukan penjaga ditangkap dan ditawan.

Bala bantuan HTS datang dan mengepung lokasi serta mendirikan pos-pos pemeriksaan. Mereka memberondongkan senjata untuk mengancam anggota Ahrar.

Tak hanya itu, pasukan HTS juga menangkapi anggota Ahrar yang baru datang dari pedesaan Aleppo.

Insiden ini terjadi di saat militer rezim meningkatkan serangan jarak jauh terhadap wilayah-wilayah yang masuk zona demiliterisasi berdasarkan kesepatan Turki-Rusia.

BACA JUGA  Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

Perselisihan HTS dan Ahrar ini bukan yang pertama. Perseteruan paling sengit terjadi tiga bulan lalu saat HTS meluncurkan kampanye mengambil alih wilayah yang dikontrol faksi-faksi FSA di Idlib dan sekitarnya. HTS berdalih, upaya itu untuk menggabungkan seluruh wilayah yang sudah dibebaskan di bawah pemerintah independen yang mumpuni.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

DPR Diminta Jadi Pionir Penghapusan Hukuman Mati

Menurut Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia menyebut, saat ini semakin banyak negara lain di dunia yang meninggalkan bentuk hukuman mati, salah satu yang terdekat adalah Malaysia.

Kamis, 11/04/2019 08:35 0

Indonesia

Jokowi Sebut Akan Melawan Fitnah, Fahri Hamzah: Jika Mau Melawan, Terbukalah dan Jujurlah

Fahri menilai Jokowi tak serius menuntaskan fitnah yang berkaitan dengan kepribadiannya.

Kamis, 11/04/2019 08:17 0

Indonesia

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Rabu, 10/04/2019 20:32 0

Indonesia

FPI: Kasus ‘Serangan Fajar’ Politisi Golkar Hanya Fenomena Gunung Es

pemilu kali ini di bawah ancaman para penunggang demokrasi.

Rabu, 10/04/2019 19:33 0

Indonesia

AILA Berharap Pelaku Bullying Siswi SMP Pontianak Dihukum

Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA) turut prihatin atas pengeroyokan dan pelecehan yang menimpa seorang siswi SMP oleh siswi-siswi SMA di Pontianak.

Rabu, 10/04/2019 16:57 0

Indonesia

Mantan Hakim MA: Kasus Bullying Siswi SMP di Pontianak Jelas Pidana

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Gayus Lumbuun turut memberikan tanggapan soal kasus penganiayaan yang menimpa siswi SMP di Pontianak.

Rabu, 10/04/2019 16:35 0

Indonesia

Jelang Pemilu 17 April, TNI Gelar Simulasi Penanggulangan Teror

Kegiatan latihan simulasi diikuti oleh 500 hingga 600 personel. Dia mengatakan, pasukan ini siap digerakkan setiap saat atas perintah Panglima TNI jika terjadi kasus-kasus terorisme.

Rabu, 10/04/2019 16:28 0

Indonesia

Mantan Hakim MA Setuju Pelaku LGBT Dipidana

Mantan Hakim Mahkamah Agung (MA), Prof. Gayus Lumbuun setuju jika pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dipidana

Rabu, 10/04/2019 15:19 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Mendahulukan Akal di atas Wahyu

mereka menjadikan akal alat untuk mengukur kebenaran. Sesuatu yang logis dan dapat dinalar akan dianggap benar. Sedangkan yang tidak bisa dijangkau oleh akal akan ditolak. berbeda dengan Islam

Rabu, 10/04/2019 15:02 0

Indonesia

Polemik Shaf Shalat Campur, MUI: Yang Tidak Shalat Justru Salah

"Dalam Islam, di waktu acara apapun ibadah tidak boleh ditinggalkan. Yang jadi masalah ketika justru masuk waktu shalat malah tidak shalat, itu salah," katanya dalam acara 'Tausyiah MUI' jelang Pemilu 2019 di Gedung Pusat MUI, Selasa (09/04/2019).

Rabu, 10/04/2019 14:40 0

Close