... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Lanjutkan Serangan di Somalia Meski Ada Laporan Korban Sipil

Foto: Jasad warga yang menjadi korban kebrutalan AS dan militer Somalia di desa Buraira, provinsi Shabelle, pada 2017. Warga protes besar-besaran akibat serangan itu.

KIBLAT.NET, Mogadishu – Komando AS-Afrika (AFRICOM) telah kembali melakukan serangan udara terhadap kelompok jihadis al-Shabab Somalia setelah sejumlah warga sipil tewas akan serangan sebelumnya.

Operasi terbaru dilakukan pada hari Selasa di dekat Jilib, sebuah kota di wilayah Juba Tengah Somalia, barat daya ibukota, Mogadishu. AFRICOM mengatakan telah menewaskan seorang militan dalam siaran pers pada hari Rabu.

“Saat ini, kami menilai tidak ada warga sipil yang terluka atau terbunuh akibat serangan udara ini,” katanya.

Pengeboman udara diyakini sebagai yang pertama sejak Amnesty International mengatakan dalam laporan 18 Maret bahwa 14 warga sipil telah tewas dan tujuh lainnya terluka dalam lima serangan udara antara April 2017 dan Desember 2018. Semua serangan yang dilakukan melibatkan militer AS.

“Jumlah korban sipil yang kami temukan hanya dalam beberapa serangan menunjukkan bahwa kerahasiaan yang mengelilingi peran AS dalam perang Somalia sebenarnya adalah tabir asap bagi impunitas,” kata Brian Castner, penasihat krisis senior Amnesty untuk persenjataan dan operasi militer.

Awalnya, AFRICOM membantah bahwa operasinya telah mengakibatkan kematian warga sipil, tetapi pada hari Jumat komando mengakui bahwa seorang wanita dan anak-anak telah terbunuh dalam serangan April 2018.

AFRICOM membuat pengakuan setelah menerima informasi yang katanya belum disampaikan sebelumnya.

Laporan Amnesty muncul ketika militer AS meningkatkan operasinya di Somalia, melakukan 28 serangan udara sejak awal 2019, dibandingkan dengan 47 di seluruh 2018 dan 35 di 2017.

BACA JUGA  Pasca Penggulingan Al-Bashir, Sudan Resmikan Liga Sepak Bola Wanita

Amerika Serikat memberikan dukungan kampanye militer pemerintah Somalia dan Uni Afrika (AU) dalam misi melawan al-Shabab.

Afiliasi Al-Qaidah itu dipaksa keluar dari Mogadishu pada 2011 dan kemudian secara progresif dari kota-kota besar lainnya oleh pasukan AU. Al-Shabab masih mengontrol sejumlah besar wilayah pedesaan, dari mana mereka melancarkan serangan sering terhadap sasaran pemerintah dan keamanan, termasuk di ibukota.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KPAI Temukan Peningkatan Jumlah Anak Terlibat Kampanye Pemilu 2019

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terjadi penambahan jumlah anak yang dilibatkan...

Kamis, 11/04/2019 13:21 0

Indonesia

Begini Tanggapan Jokowi Soal Kekerasan Pada Anak di Pontianak

Jokowi mengaku sedih dengan adanya peristiwa ini, terlebih pelaku dan korban masih tergolong kategori dibawah umur.

Kamis, 11/04/2019 12:48 0

Indonesia

KontraS: Sudah Dua Tahun, Kasus Novel Jalan di Tempat

KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) meminta keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kasus penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kamis, 11/04/2019 11:32 0

Indonesia

Setelah Divonis 1,5 Tahun di Jakarta, Ahmad Dhani Kembali Disidang di Surabaya Karena Umpatan ‘Idiot’

Kini, Ahmad Dhani mendekam di Penjara Surabaya dengan status tahanan MA, dan sedang menjalani proses persidangan dengan kasus lain.

Kamis, 11/04/2019 11:29 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su’udzan Terhadap Diri Sendiri

Ust. Abu Rusydan: Akibat Su'udzan Terhadap Diri Sendiri. Lanjutan tema "Su'udzan" dalam kita Ma'alim fi Ath-Thaqiq Sayyid Qutb.

Kamis, 11/04/2019 10:06 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Sudah Sya’ban, Bagaimana Bersiap yang Benar Untuk Ramadhan?

KIBLAT.NET- Bulan Sya’ban sudah datang, itu berarti Ramadhan tak lama lagi akan menjumpai kita. Apa...

Kamis, 11/04/2019 09:44 0

Indonesia

DPR Diminta Jadi Pionir Penghapusan Hukuman Mati

Menurut Usman Hamid, Direktur Amnesty International Indonesia menyebut, saat ini semakin banyak negara lain di dunia yang meninggalkan bentuk hukuman mati, salah satu yang terdekat adalah Malaysia.

Kamis, 11/04/2019 08:35 0

Indonesia

Jokowi Sebut Akan Melawan Fitnah, Fahri Hamzah: Jika Mau Melawan, Terbukalah dan Jujurlah

Fahri menilai Jokowi tak serius menuntaskan fitnah yang berkaitan dengan kepribadiannya.

Kamis, 11/04/2019 08:17 0

Indonesia

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Kecam Bullying di Pontianak, Menteri PPPA: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan

Rabu, 10/04/2019 20:32 0

Indonesia

FPI: Kasus ‘Serangan Fajar’ Politisi Golkar Hanya Fenomena Gunung Es

pemilu kali ini di bawah ancaman para penunggang demokrasi.

Rabu, 10/04/2019 19:33 0

Close