... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Walikota Baru CHP Setop Bantuan Turki untuk Pengungsi Suriah

Foto: Tanju Ozcan, walikota baru provinsi Bolu, Turki dari CHP.

KIBLAT.NET, Bolu – Walikota provinsi Bolu yang baru terpilih dari Partai Rakyat Republik (CHP), Tanju Özcan, menginstruksikan kepada dewan kota untuk menghentikan bantuan bagi orang asing, sesuai janji kampanyenya. Surat perintah dikirimkan ke ke dewan Budaya dan Pekerjaan Sosial Kota Bolu untuk menghentikan bantuan bagi para pengungsi Suriah.

“Saya memberi tahu para pemilih kami bahwa bantuan ini telah mencapai tingkat yang tak tertahankan. Kami telah merawat mereka selama tujuh tahun, memberi mereka mata pencaharian anak-anak kami. Setelah ini, saya tidak akan memberikan satu sen dolar pun kepada pengungsi Suriah dari anggaran Kota Bolu,” kata Özcan, seperti dikutip Daily Sabah, Rabu (10/04/2019).

Turki telah menampung hampir 4 juta pengungsi Suriah. Negara ini telah menghabiskan lebih dari $ 35 miliar untuk Suriah. Bolu hanya menampung sejumlah kecil pengungsi Suriah dibanding provinsi lain. Menurut angka resmi, hanya sekitar 1.500 warga Suriah yang tinggal di Bolu.

Dia juga berjanji untuk tidak memberikan izin usaha kepada warga Suriah di provinsi itu. “Saya akan menolak permintaan untuk memberi mereka izin bisnis. Mereka dapat menggunakan pengadilan untuk itu karena saya tidak ingin mereka menetap di Bolu dan Turki. Saya mengatakannya di mana-mana; para tamu ini telah tinggal terlalu lama,” katanya.

Ozcan telah menjadi wakil CHP dari Bolu sejak 2011. Pada 31 Maret, ia dicalonkan oleh partainya untuk provinsi dan terpilih sebagai walikota dengan 44 persen suara.

BACA JUGA  Pengungsi Suriah Terpaksa Merobohkan Tempat Tinggal Mereka

Ufuk Uras, politisi kiri terkenal, mengecam langkah Ozcan mengenai Suriah. “Menghasut kebencian rasial terhadap saudara-saudara pengungsi Suriah kami adalah awal yang luar biasa. Semoga Tuhan memberinya akal sehat,” tulisnya di akun Twitter.

CHP dan sekutunya, İYİ Party (İP) telah menyebarkan retorika anti-pengungsi di Turki, menargetkan Suriah dengan bahasa politik mereka. Selama kampanye pemilihan 31 Maret, kandidat walikota İP menampilkan janji kampanye untuk membersihkan pengungsi Suriah dalam spanduknya di Fatih, Istanbul, sebuah distrik yang menampung sejumlah besar pengungsi Suriah. Spanduk ini telah menuai kritik karena memicu kerusuhan sosial.

“Saya tidak akan meninggalkan Fatih di tangan Suriah,” spanduk itu berbunyi, yang seharusnya menjadi motto pemilihan utama calon walikota distrik İP İlay Aksoy. Publik dan sejumlah politisi menyampaikan kritik di media sosial.

Dalam salah satu unjuk rasa, Aksoy juga bersumpah akan menghilangkan semua tanda yang ditulis dalam bahasa Arab dan berkata, “Bahasa resmi saya adalah bahasa Turki, dan itu akan tetap berbahasa Turki.”

Dalam menghadapi kritik yang meningkat dari penduduk Fatih, spanduk-spanduk itu dicopot. Namun, Aksoy tetap didukung partainya. Pada hari Sabtu, Wakil Ketua İP Ümit Özdağ mengkritik pemerintah kota karena menurunkan spanduk di akun Twitter resminya, dengan mengatakan, “Anda tidak dapat menakuti İlay Aksoy.”

Dalam pemilihan parlemen dan presiden pada bulan Juni 2018, Ketua CHP Kemal Kılıçdaroğlu dan Ketua Pimpinan Meral Akşener mengadopsi interpretasi nasionalisme yang populis dan eksklusif untuk mendulang suara.

BACA JUGA  Protes Wafatnya Mursi, Masyarakat Turki Demo Kedutaan Mesir

Dalam pidatonya di sebuah rapat umum di Giresun utara pada 2017, Kılıçdaroğlu mengatakan: “Tidak ada uang untuk petani, tetapi apakah Anda tahu berapa banyak yang telah dihabiskan untuk warga Suriah? $ 30 juta. Mereka telah menjadi warga negara kelas satu. Harga hazelnut telah membuat orang di warga kelas dua Wilayah Laut Hitam.”

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemilu 2019, MUI Tuntut Profesionalisme Penyelenggara, Aparat dan Media

"Pimpinan dan aparat TNI dan Polri sebagai alat negara dan ASN sebagai abdi negara hendaknya dapat bersikap netral, tidak memihak kepada kepentingan politik tertentu," tuturnya.

Rabu, 10/04/2019 10:44 0

Indonesia

Jika Kasus DPT Tidak Selesai, Pilpres 2019 Dikhawatirkan Chaos

Ia khawatir hal tersebut dapat memicu chaos atau situasi yang membahayakan kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Rabu, 10/04/2019 00:00 0

Indonesia

Dua Tahun Kasus Novel, KAMMI: Polisi Acuh Tak Acuh

esatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menilai apa yang terjadi terhadap Novel Baswedan adalah pelanggaran HAM

Selasa, 09/04/2019 23:31 0

Artikel

“Perang Melawan Teror”, Pemicu Kekerasan Antar Etnis di Sahel

Insiden sadis pembantaian masal pada tanggal 23 Maret lalu di sebuah desa masyarakat suku Fulani yang menyebabkan 160 orang tewas telah mengungkap adanya krisis serius yang sedang terjadi di Mali.

Selasa, 09/04/2019 20:03 0

Indonesia

MUI: Setop Gunakan Politik Uang dan Kampanye Hitam!

Seiring dengan itu, MUI menekankan pentingnya Bawaslu, DKPP dan MK menunaikan tugasnya secara independen dan imparsial agar yang benar diputuskan benar dan yang salah dinyatakan bersalah.

Selasa, 09/04/2019 19:20 0

Indonesia

MUI Imbau Pilih Pemimpin yang Cerdas dan Kuat Iman

Dia menjelaskan bahwa penyelenggara negara khususnya pemerintah harus memenuhi syarat-syarat tersebut.

Selasa, 09/04/2019 18:58 0

Indonesia

Usai Gelaran Kampanye Akbar, Rombongan PKS Kunjungi Habib Rizieq 

Rombongan dipimpin oleh Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri. 

Selasa, 09/04/2019 18:05 0

Indonesia

7 Korban Longsor Banjarbaru Ditemukan, BNPB Nyatakan Evakuasi Ditutup

Menurutnya longsor di sekitar pendulangan intan tradisional Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, bukan hal yang baru. Adapun risiko longsor di area pendulangan intan berpotensi tinggi, disebabkan cara menambang intan.

Selasa, 09/04/2019 17:35 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir Tanggapi Kasus Novel Baswedan

KIBLAT.NET- Jakarta, 9 April 2019, Ust. Bachtiar Nasir ungkapkan tanggapan beliau tentang kasus Novel Baswedan...

Selasa, 09/04/2019 17:30 0

Indonesia

Longsor di Banjarbaru, Tiga Hilang Dua Meninggal Dunia

Hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil mengakibatkan korban jiwa di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (08/04/2019).

Selasa, 09/04/2019 16:54 0

Close