... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Suku-suku di Helmand Marah Pasukan Pemerintah Tangkap Wanita

Foto: Pasukan pemerintah Afghanistan sedang menangkap warga yang diduga terkait kelompok bersenjata/ilustrasi

KIBLAT.NET, Helmand – Operasi militer brutal pasukan khusus Afghanistan tiga hari lalu di distrik Garshak, provinsi Helmand, menyulut kemarahan suku-suku di wilayah tersebut. Mereka turun ke jalan-jalan untuk menggelar aksi protes.

Harian online Al-Araby Al-Jadid melaporkan, Selasa (09/04/2019), pasukan khusus pemerintah menewaskan sedikitnya dua sipil, satu di antaranya wanita, selama operasi tersebut. Tak hanya itu, empat pemuda suku dan dua wanita juga ditangkap.

Sejak Senin (08/04/2019), suku-suku Helmand mengorganisir aksi protes mengutuk operasi tersebut dan penangkapan wanita. “Kami meminta semua media untuk mengangkat suara kami di semua tingkatan, dan para pemimpin suku harus bergabung dengan kami karena operasi itu telah melanggar semua adat istiadat, tradisi dan ritual keagamaan,” kata salah satu pemimpin suku, Sayed Waly, kepada Al-Araby Al-Jadid.

Pada gilirannya, juru bicara pemerintah lokal Helmand Umar Zawak mengatakan bahwa Gubernur Jenderal Mohammad Yassin Khan sedang berupaya menemui para pemimpin suku dan para komandan aksi. Gubernur akan menjanjikan pembebasan wanita dan menempatkan mereka dalam tahanan rumah.

Zawak melanjutkan, gubernur sudah membahas masalah tersebut dengan otoritas keamanan di Kabul dan para pejabat keamanan terkait berjanji akan membebaskan para wanita yang ditangkap.

Ia juga mengatakan bahwa gubernur mengatakan kepada para pemimpin demonstran mengenai keputusan pemerintah tersebut. Pemerintah, klaim Zawak, tidak akan berkompromi dengan keamanan negara namun pada saat yang sama menghormati adat istiadat setempat.

BACA JUGA  AS Tekan Taliban Berbagi Kekuasaan dan Gencatan Senjata

Sementara itu, sumber intelijen Afghanistan mengatakan bahwa beberapa kerabat wanita yang ditahan telah tiba di Kabul dan akan dibolehkan menjemput para kerabatanya itu malam ini. Sumber itu mengkonfirmasi bahwa kepala intelijen Masoum Sankzai telah berbicara melalui telepon dengan pemimpin suku dan pemimpin pengunjuk rasa dan meyakinkan mereka bahwa pemerintah akan menyerahkan para wanita segera ke kerabat mereka di Kabul.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk penangkapan perempuan dan meminta pemerintah untuk membebaskan mereka sesegera mungkin karena tidak melayani kepentingan rakyat Afghanistan dan melanggar adat istiadat.

Sumber-sumber suku mengatakan bahwa rumah yang menjadi target operasi pasukan pemerintah tiga hari lalu milik seorang dokter lokal bernama Assadullah. Para wanita di rumah itu yang ditangkap merupakan anggota keluargan sang dokter. Keluarga itu pun tak memiliki hubungan apa pun dengan kelompok bersenjata.

Akan tetapi, Gubernur Helmand menulis di halaman Facebook-nya bahwa operasi itu untuk menargetkan para pemimpin “Al Qaidah” di wilayahnya. Dua “militant” yang tewas adalah Mullah Jaber dan Mala Yasser.

Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mantan Hakim MA: Kasus Bullying Siswi SMP di Pontianak Jelas Pidana

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof. Gayus Lumbuun turut memberikan tanggapan soal kasus penganiayaan yang menimpa siswi SMP di Pontianak.

Rabu, 10/04/2019 16:35 0

Indonesia

Jelang Pemilu 17 April, TNI Gelar Simulasi Penanggulangan Teror

Kegiatan latihan simulasi diikuti oleh 500 hingga 600 personel. Dia mengatakan, pasukan ini siap digerakkan setiap saat atas perintah Panglima TNI jika terjadi kasus-kasus terorisme.

Rabu, 10/04/2019 16:28 0

Indonesia

Mantan Hakim MA Setuju Pelaku LGBT Dipidana

Mantan Hakim Mahkamah Agung (MA), Prof. Gayus Lumbuun setuju jika pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dipidana

Rabu, 10/04/2019 15:19 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Mendahulukan Akal di atas Wahyu

mereka menjadikan akal alat untuk mengukur kebenaran. Sesuatu yang logis dan dapat dinalar akan dianggap benar. Sedangkan yang tidak bisa dijangkau oleh akal akan ditolak. berbeda dengan Islam

Rabu, 10/04/2019 15:02 0

Indonesia

Polemik Shaf Shalat Campur, MUI: Yang Tidak Shalat Justru Salah

"Dalam Islam, di waktu acara apapun ibadah tidak boleh ditinggalkan. Yang jadi masalah ketika justru masuk waktu shalat malah tidak shalat, itu salah," katanya dalam acara 'Tausyiah MUI' jelang Pemilu 2019 di Gedung Pusat MUI, Selasa (09/04/2019).

Rabu, 10/04/2019 14:40 0

Indonesia

KPAI Upayakan Rehabilitasi Korban dan Pelaku Bullying di Pontianak

KPAI pun meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan mendorong penyelesaian kasus menggunakan ketentuan dalam UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) untuk pelaku anak.

Rabu, 10/04/2019 14:05 0

Indonesia

Muhammadiyah: Ancaman Terbesar Saat Ini Investasi Cina

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa saat ini yang menjadi ancaman besar bagi masyarakat Indonesia adalah investasi Cina.

Rabu, 10/04/2019 13:47 0

Indonesia

Kasus Bullying Siswi SMP di Pontianak, Begini Kronologinya

Kasus bullying seakan tak pernah hilang. Kali ini seorang siswi SMPN 17 Pontianak berinisial A menjadi korban pengeroyokan siswi SMA di kota tersebut.

Rabu, 10/04/2019 13:42 0

Indonesia

Pengacara: Kakek Korban Sebut Ada Polisi Datang Sebelum Habib Bahar Dilaporkan

Pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar menjelaskan, dalam persidangan yang sudah dimulai sejak Kamis (28/02/2019) itu, banyak ditemukan persaksian yang saling bertentangan dari para saksi yang memberatkan.

Rabu, 10/04/2019 12:04 0

Indonesia

Pemilu 2019, MUI Tuntut Profesionalisme Penyelenggara, Aparat dan Media

"Pimpinan dan aparat TNI dan Polri sebagai alat negara dan ASN sebagai abdi negara hendaknya dapat bersikap netral, tidak memihak kepada kepentingan politik tertentu," tuturnya.

Rabu, 10/04/2019 10:44 0

Close