... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polemik Shaf Shalat Campur, MUI: Yang Tidak Shalat Justru Salah

Foto: Peserta kampanye akbara Prabowo-Sandi melaksanakan shalat berjamaah di Gelora Bung Karno.

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Yunahar Ilyas menanggapi viralnya foto kondisi shaf shalat yang bercampur antara wanita dan pria saat kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno, Ahad 7 April lalu. Menurutnya hal itu tidak masalah dan shalatnya tetap sah.

“Dalam Islam, di waktu acara apapun ibadah tidak boleh ditinggalkan. Yang jadi masalah ketika justru masuk waktu shalat malah tidak shalat, itu salah,” katanya dalam acara ‘Tausyiah MUI’ jelang Pemilu 2019 di Gedung Pusat MUI, Selasa (09/04/2019).

Ketika kampanye membuat orang meninggalkan shalat, itu yang akan MUI tegur. “Tetapi ketika kampanye, misalnya mulai jam 11 siang, jam 12 istirahat kemudian masuk waktu shalat panitia lalu menyelenggarakan shalat berjamaah, MUI pasti mendukung itu.”

Dia menilai kondisi kampanye akbar yang dihadiri ratusan ribu orang saat itu adalah darurat. Seperti halnya di Masjidil Haram, Makkah. Maka, pelaksanaan shalat dengan shaf yang bercampur pun diizinkan.

“Jadi misalnya terpaksa shafnya perempuan di depan, laki-laki di belakang, atau laki-laki di samping perempuan, dalam keadaan darurat itu Islam mementingkan shalat dalam keadaan apapun,” ujarnya.

“Tidak bisa berdiri, duduk. Tidak bisa duduk, tidur. ‘Nggak pakai pakaian juga nggak apa-apa.’ Pakaiannya kotor juga nggak apa-apa. Yang penting shalat tidak boleh ditinggalkan. Jadi sah hukumnya,” jelas Yunahar.

BACA JUGA  Presiden Kritik Menteri, PKS: Rakyat Ingin Lihat Aksi Nyata, Bukan Retorika

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak setuju dengan konsep kampanye akbar Prabowo-Sandi, karena mengandung politik identitas. Mengenai hal itu, Yunahar mengatakan bahwa menjalankan ibadah harus, sekalipun dalam ranah politik.

“Jadi agama selalu hadir dalam segala aspek kehidupan baik waktu berpolitik, tetapi bukan dalam bentuk kepentingan praktis. Tapi kalau agama dalam arti menjalankan ibadah, kejujuran, amanah, keadilan, kebersamaan, persatuan, itu harus masuk ke mana saja,” tukasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Siapapun Perdana Menterinya, Israel Takkan Biarkan Palestina Merdeka

Para analis dan pakar Palestina sepakat bahwa kondisi Palestina maupun Gaza tidak akan berubah, di tengah persaingan para kandidat perdana menteri Israel.

Rabu, 10/04/2019 14:27 0

Turki

Walikota Baru CHP Setop Bantuan Turki untuk Pengungsi Suriah

Surat perintah dikirimkan ke ke dewan Budaya dan Pekerjaan Sosial Kota Bolu untuk menghentikan bantuan bagi para pengungsi Suriah.

Rabu, 10/04/2019 11:50 0

Iran

Iran dan AS Saling Tuding Teroris

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah secara resmi memasukkan tentara Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Rabu, 10/04/2019 09:53 0

Palestina

Aksi Mogok Makan di Penjara Israel Semakin Meluas

Sebanyak 400 tahanan bergabung dalam aksi tersebut.

Rabu, 10/04/2019 09:04 0

Afrika

Italia Lanjutkan Misi Militernya di Libya

Misi yang diluncurkan tahun lalu itu untuk melindungi kepentingan Itala di bekas jajahannya itu.

Rabu, 10/04/2019 08:16 0

Suriah

Kelompok Jihadis Baru di Idlib Luncurkan Operasi Perdana

"Kami akan menghindari semua konferensi pengkhianatan, penghinaan dan merugikan," tegasnya.

Rabu, 10/04/2019 07:17 0

Artikel

“Perang Melawan Teror”, Pemicu Kekerasan Antar Etnis di Sahel

Insiden sadis pembantaian masal pada tanggal 23 Maret lalu di sebuah desa masyarakat suku Fulani yang menyebabkan 160 orang tewas telah mengungkap adanya krisis serius yang sedang terjadi di Mali.

Selasa, 09/04/2019 20:03 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir Tanggapi Kasus Novel Baswedan

KIBLAT.NET- Jakarta, 9 April 2019, Ust. Bachtiar Nasir ungkapkan tanggapan beliau tentang kasus Novel Baswedan...

Selasa, 09/04/2019 17:30 0

Afghanistan

Dipinggirkan dalam Negosiasi, Kabul Kirim Delegasi Temui Taliban

Tugas delegasi tersebut untuk bertukar pandangan dengan Taliban saja. Tim delegasi tersebut tidak tidak harus menjadi tim negosiasi.

Selasa, 09/04/2019 16:31 0

Video News

Ada Oknum Polri yang Tidak Netral, Mahasiswa Geruduk Mabes Polri

KIBLAT.NET, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi di depan Markas Besar...

Selasa, 09/04/2019 15:13 0

Close