Iran dan AS Saling Tuding Teroris

KIBLAT.NET, Teheran – Parlemen Iran, Selasa (09/04/2019), mengumumkan bahwa Teheran memasukkan pasukan militer AS yang beroperasi di Asia Barat dan pasukan terkait dengan ke dalam daftar kelompok teroris negara.

Pernyataan ini datang dalam pemungutan suara pada rancangan resolusi untuk menempatkan pasukan AS di daftar terorisme dalam menanggapi klasifikasi Washington tentang Pengawal Revolusi sebagai “organisasi teroris asing.”

Sebanyak 189 anggota parlemen Iran memilih “ya” untuk dimasukkannya pasukan militer AS dalam daftar teroris, sementara dua orang memilih “tidak” dan satu abstain.

Sesuai dengan resolusi tersebut, semua militer AS, intelijen dan entitas swasta yang beroperasi di Asia Barat dianggap sebagai organisasi teroris. Semua bentuk kontribusi keuangan, teknis, pendidikan, dan logistik yang terkait dengan struktur-struktur tersebut secara otomatis masuk dalam daftar teroris Iran.

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah secara resmi memasukkan tentara Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris. Atas pengumuman ini, Presiden AS Donald Trump akan menggandakan kemungkinan sanksi yang lebih keras terhadap Teheran.

Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (08/04/2019) bahwa langkah ini memungkinkan peningkatan tekanan terhadap Iran. Ia menjelaskan ini adalah pertama kalinya yang mencakup organisasi pemerintah asing dalam daftar itu.

Trump mengatakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menggarisbawahi fakta bahwa Iran tidak hanya negara yang didanai oleh terorisme, tetapi bahwa Garda Revolusi aktif dalam pendanaan terorisme dan mempromosikannya sebagai alat pemerintah.

Trump mengatakan bahwa Pasukan Quds, sebuah unit elit Garda Revolusi Iran, juga termasuk dalam keputusan ini.

Sumber: AFP, Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat