Aksi Mogok Makan di Penjara Israel Semakin Meluas

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Jumlah warga Palestina di penjara Israel yang mengikuti aksi mogok makan terus bertambah. Perkumpulan yang fokus memperhatikan urusan tahanan warga Palestina, Palestinian Society Prisoner’s Club atau lebih dikenal PPSMO, mengatakan pada Selasa (09/04/2019) sebanyak 400 tahanan bergabung dalam aksi tersebut.

Di awal peluncurkan pada Senin siang (08/04/2019), sekitar 150 tahanan mengikuti aksi ini. Aksi diberi nama Perang Karamah 2 hari itu baru terbatas pada tahanan yang berada di penjara Raymond dan Negev.

Pada Selasa, kata PPSMO, aksi itu melebar ke penjara-penjara Israel lainnya, seperti Isyam, Nafha, Ofer, Gilboa dan Majdu. Puluhan tahanan warga Palestina di penjara-penajara itu ikut bergabung mogok makan.

PPSMO menunjukkan adanya negosiasi tidak langsung di dalam penjara. Sementara pemerintah Mesir masih berupaya untuk menekan Israel memenuhi tuntutan para tahanan.

Komandan Hamas mantan tahanan Israel, Washfi Qabha, sebelumnya juga mengungkap adanya upaya Mesir untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di penjara Israel. Sementara para tahanan tetap membuka pintu untuk negosiasi.

Aksi mogok makan ini diluncurkan setelah gagalnya negosiasi antara perwakilan tahanan dan pengelola penjara. Negosiasi berlangsung dua hari namun hasilnya nihil.

Para tahanan menuntut hak-hak mereka yang dijamin oleh undang-undang internasional dipenuhi. Selama ini, mereka dilarang dikunjungi keluarga, pengabaian layanan medis, dan pembatasan-pembatasan lainnya.

Menurut statistik resmi yang dikeluarkan oleh Badan Urusan Tahanan Otoritas Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan Israel mencapai sekitar 5.700, termasuk 250 anak-anak, 48 wanita, 500 tahanan tuduhan dan 1.800 dalam kondisi sakit. Bahkan, 700 tahanan di antaranya membutuhkan perawatan mendesak.

BACA JUGA  Hamas Menyambut Baik Rencana Pemilu Palestina

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat