... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AILA Berharap Pelaku Bullying Siswi SMP Pontianak Dihukum

Foto: Bullying (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA) turut prihatin atas pengeroyokan dan pelecehan yang menimpa seorang siswi SMP oleh siswi-siswi SMA di Pontianak.

Ketua AILA Indonesia Rita Subagio, melalui keterangan tertulisnya mengapresiasi aparat hukum yang dengan cepat menangkap para pelaku. AILA Indonesia mendukung langkah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan bahwa kasus ini akan dilanjutkan ke meja hukum.

“Sebagai organisasi yang peduli pada keluarga Indonesia, AILA Indonesia menyatakan keprihatinan yang sedalam-dalamnya kepada korban kejahatan kesusilaan dan korban kekerasan pada anak dan mengecam keras para pelakunya,” kata Rita dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Rabu (10/04/2019).

Rita berharap hukum akan tetap berjalan dan para pelaku diperlakukan sesuai undang-undang perlindungan anak. Ia juga berharap agar Pemerintah melalui badan terkait dapat melaukan konseling terhadap pelaku maupun korban.

Rita menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan kerjasama dengan elemen terkait di Pontianak untuk terus memantau kasus ini. Dengan berbagai bentuk kekerasan pada anak dan kejahatan kesusilaan yang terjadi, AILA Indonesia juga mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk melakukan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

“Yaitu dengan mempererat hubungan antar anggota keluarganya dan mempertebal keimanan agar tidak terjerumus pada pengaruh yang mendorong pada tindak kejahatan,”tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Suku-suku di Helmand Marah Pasukan Pemerintah Tangkap Wanita

"Kami meminta semua media untuk mengangkat suara kami di semua tingkatan, dan para pemimpin suku harus bergabung dengan kami karena operasi itu telah melanggar semua adat istiadat, tradisi dan ritual keagamaan," kata salah satu pemimpin suku, Sayed Waly, kepada Al-Araby Al-Jadid.

Rabu, 10/04/2019 16:45 0

Afrika

Warga Saudi Tenggelam di Sungai Nil Saat Hendak Selfie

"Turis itu tergelincir karena permukaannya basah dan dia bersandar ke belakang untuk mengambil selfie dengan latar belakang air yang deras," kata Butoto.

Rabu, 10/04/2019 15:48 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Mendahulukan Akal di atas Wahyu

mereka menjadikan akal alat untuk mengukur kebenaran. Sesuatu yang logis dan dapat dinalar akan dianggap benar. Sedangkan yang tidak bisa dijangkau oleh akal akan ditolak. berbeda dengan Islam

Rabu, 10/04/2019 15:02 0

Palestina

Siapapun Perdana Menterinya, Israel Takkan Biarkan Palestina Merdeka

Para analis dan pakar Palestina sepakat bahwa kondisi Palestina maupun Gaza tidak akan berubah, di tengah persaingan para kandidat perdana menteri Israel.

Rabu, 10/04/2019 14:27 0

Turki

Walikota Baru CHP Setop Bantuan Turki untuk Pengungsi Suriah

Surat perintah dikirimkan ke ke dewan Budaya dan Pekerjaan Sosial Kota Bolu untuk menghentikan bantuan bagi para pengungsi Suriah.

Rabu, 10/04/2019 11:50 0

Iran

Iran dan AS Saling Tuding Teroris

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah secara resmi memasukkan tentara Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

Rabu, 10/04/2019 09:53 0

Palestina

Aksi Mogok Makan di Penjara Israel Semakin Meluas

Sebanyak 400 tahanan bergabung dalam aksi tersebut.

Rabu, 10/04/2019 09:04 0

Afrika

Italia Lanjutkan Misi Militernya di Libya

Misi yang diluncurkan tahun lalu itu untuk melindungi kepentingan Itala di bekas jajahannya itu.

Rabu, 10/04/2019 08:16 0

Suriah

Kelompok Jihadis Baru di Idlib Luncurkan Operasi Perdana

"Kami akan menghindari semua konferensi pengkhianatan, penghinaan dan merugikan," tegasnya.

Rabu, 10/04/2019 07:17 0

Artikel

“Perang Melawan Teror”, Pemicu Kekerasan Antar Etnis di Sahel

Insiden sadis pembantaian masal pada tanggal 23 Maret lalu di sebuah desa masyarakat suku Fulani yang menyebabkan 160 orang tewas telah mengungkap adanya krisis serius yang sedang terjadi di Mali.

Selasa, 09/04/2019 20:03 0

Close