... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pertempuran Meningkat, Bandara Tripoli Hentikan Aktivitas Penerbangan

Foto: Bandara Tripoli

KIBLAT.NET, Tripoli – Sebuah pesawat tempur melakukan serangan udara terhadap satu-satunya bandara yang berfungsi di Libya pada Senin (08/04/2019). Akibatnya semua jadwal penerbangan di bandara yang terletak di Tripoli itu dihentikan.

Sebuah sumber keamanan di bandara Mitiga di timur kota mengatakan tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Serangan menghantam landasan pacu tanpa menimbulkan korban.

“Otoritas penerbangan sipil memutuskan untuk menunda lalu lintas udara sampai pemberitahuan lebih lanjut ke bandara Mitiga,” kata Mohammed Gniwa, juru bicara maskapai nasional Libyan Airlines.

Dalam sebuah pernyataan, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal dan Kepala Misi Dukungan PBB di Libya Ghassan Salame menyebut Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah pimpinan Khalifa Haftar, sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Salame mengutuk serangan itu, dan menyerukan agar operasi udara dihentikan. Dia juga memperingatkan bahwa tanpa de-eskalasi, negara itu dapat menghadapi “konflik dan dimulainya perang saudara”.

“PBB sangat memperhatikan kesejahteraan penduduk sipil dalam kekerasan yang sedang berlangsung, dan implikasi dari serangan terhadap bandara,” kata Salame.

Terjadi pertempuran sengit di dekat Tripoli sejak pasukan Haftar melancarkan serangan pada hari Kamis yang bertujuan mengambil ibukota.

“Sedikitnya 32 orang tewas dan sekitar 50 lainnya cedera dalam pertempuran itu,” kata menteri kesehatan pemerintah yang didukung PBB itu di stasiun televisi Al-Ahrar Libya, Ahad malam. Menurut laporan Reuters, pasukan Haftar sejauh ini mengatakan 19 militan mereka tewas.

BACA JUGA  Soal Ujian Nasional Bocor, Somalia Blokir Media Sosial

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sejauh ini 2.800 orang telah terlantar akibat bentrokan. Banyak yang bisa melarikan diri, meskipun beberapa di antaranya terperangkap.

Bentrokan sengit berkobar dan serangan udara dilakukan pada hari Ahad di dekat Tripoli antara milisi pro-Haftar dan pasukan yang loyal kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

Pasukan Pro-GNA pada hari Ahad mengumumkan serangan balasan bernama “Volcano of Anger”. Juru bicara Kolonel Mohamed Gnounou mengatakan operasi itu bertujuan “membersihkan semua kota Libya dari pasukan penyerang dan tidak sah,” mengacu pada para pejuang Haftar.

Sumber: Middle East Eye
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bidik Sektor Pemberdayaan Perempuan, Delegasi Iran Kunjungi Semarang

"Hubungan baik dan kerjasama yang erat antar negara merupakan modal penting untuk memajukan kesejahteraan dan pembangunan regional. Iran selalu menjadi mitra dekat dan penting bagi Indonesia,” kata Erni.

Selasa, 09/04/2019 11:10 1

Indonesia

Gelar Demo, Mahasiswa Tuntut Netralitas Polri di Pemilu 2019

Bahruddin mengungkapkan, salah satu indikasi tidak netralnya polisi karena pihaknya mendapati ada oknum polisi yang mendukung dan menyebarkan dukungannya terhadap salah satu pasangan capres-cawapres.

Selasa, 09/04/2019 10:31 0

Indonesia

Anwar Abbas Minta Indonesia Renegosiasi Kontrak dengan Asing: Jika Tidak Mau, Sikat!

Namun jika Indonesia sudah terlanjur terikat kontrak dengan pihak asing, Sekjen MUI itu mengimbau agar kontrak-kontrak tersebut menggunakan sebanyak-banyaknya tenaga kerja dalam negeri

Senin, 08/04/2019 19:16 0

Indonesia

Lakukan Pengrusakan, FPI Minta Simpatisan PDIP Yogyakarta Dihukum

Dewan Pimpinan Pusat–Front Pembela Islam (DPP–FPI) mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas atas dugaan pengrusakan markas dan mobil FPI Yogyakarta

Senin, 08/04/2019 16:39 0

Indonesia

Jelang Pilpres 2019, Fahri Hamzah: Waspadalah!

Fahri juga meminta kepada penyelenggara pemilu bersikap independen. Sebab jika terlalu banyak yang tidak bisa dijawab, maka akan banyak yang menjadi sumber kegelisahan.

Senin, 08/04/2019 16:22 0

Indonesia

Pemerintah Indonesia Diminta Tidak Lengah Usai Menang Atas IMFA

Hal ini karena perusahaan multinasional akan terus berupaya mencari celah hukum untuk menghindari kewajiban.

Senin, 08/04/2019 15:42 0

Indonesia

Bentrok dengan FPI, Begini Alasan Simpatisan PDIP Yogyakarta

Ketua Umum PP Tentara Langit Familia, Hari, memaparkan kronologi bentrokan yang terjadi antara kelompoknya dengan FPI

Senin, 08/04/2019 15:32 0

Indonesia

Posisi Indonesia Rawan Bencana, Kominfo Siapkan Radio Komunikasi Kebencanaan

Posisi Indonesia di kawasan cincin api menjadikan negara kepulauan ini rawan bencana.

Senin, 08/04/2019 15:19 0

Indonesia

Kasasi Ditolak MA, Meiliana Dipenjara 18 Bulan

Kasus Meliana akhirnya selesai pasca Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukannya.

Senin, 08/04/2019 15:14 0

Indonesia

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Soal Pemilu 2019 Dinilai Masih Minim

Tercatat hanya 57 persen yang dapat menyebutkan secara tepat tanggal dan bulan pelaksanaan pemilu.

Senin, 08/04/2019 14:25 0

Close