... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Tahun Kasus Novel, KAMMI: Polisi Acuh Tak Acuh

Foto: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menilai apa yang terjadi terhadap Novel Baswedan adalah pelanggaran HAM. Dan dengan dibentuknya Tim Gabungan antara Polisi dan Komnas HAM, KAMMI berharap kasus ini bisa segera tuntas.

“Kamis nanti genap 700 hari, kita mendukung kasus ini dibongkar tuntas. Apa yang menimpa Novel, bagi kami adalah pelanggaran HAM,” ujar Edo Hendra Kusuma, Kepala Departemen Ekonomi Kreatif PP KAMMI Pusat saat ditemui Kiblat.net di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (09/04/2019).

Meskipun mendukung polisi dan Komnas HAM untuk segera menuntaskan kasus yang sudah memasuki tahun kedua ini, KAMMI mempertanyakan mengapa baru sekarang dibentuk tim gabungan.

Melihat hal tersebut, Edo menilai ada yang tidak beres di Kepolisian. Karena dengan segenap kemampuan yang dimiliki polisi, aparat penegak hukum itu bisa mengungkap hoax Ratna Sarumpaet hanya dalam waktu 2 hari.

“Pertanyaan sederhana, kenapa baru-baru ini dibentuk, tidak sejak awal dibentuk TGPF ini. Pemerintah padahal punya seluruh elemen untuk membongkar kasus ini. Contoh kasus Ratna, hanya dua hari terbongkar tuntas, ini Novel sudah ada saksinya dan CCTV, tapi belum terbongkar,” ujarnya.

“Sikap polisi bukan hanya tidak serius, namun acuh tak acuh terhadap isu ini.  Jika tidak untuk menyelesaikan persoalan pidana, lantas untuk apa?,” sambungnya.

Terlebih lagi, lanjut Edo, Novel yang merupakan mantan anggota polisi saja kasusnya belum tuntas hingga dua tahun, lalu bagaimana polisi menyelasikan kasus-kasus yang korbannya bukan mantan anggota polisi.

BACA JUGA  Prosedur Pembukaan Rumah Ibadah Saat Pandemi ala Kemenag

“Makanya wajar, jika dinilai mantan anggotanya saja tidak diusut, apalagi kasus lainnya. Mereka kurang amanah. Kita melihat situasi sekarang, kita tegur dan ingatkan mereka,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendengar selentingan tentang aktor dibalik kasus Novel Baswedan, yang dengan adanya isu itu memperburuk citra polisi. Ia yakin, kepolisian juga mendengar kabar tersebut. Edo mengungkapkan, jika ingin citra polisi kembali baik, maka sederhana saja, selesaikan kasus Novel.

“Jika ingin mengembalikan citra polisi, selesaikan kasus HAM, kasus Novel ini. Polisi itu institusi negara, bukan pemerintah. Polisi punyanya rakyat bukan pemerintah. jika milik rakyat, apa yang dituntut rakyat, harus diselesaikan,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

“Perang Melawan Teror”, Pemicu Kekerasan Antar Etnis di Sahel

Insiden sadis pembantaian masal pada tanggal 23 Maret lalu di sebuah desa masyarakat suku Fulani yang menyebabkan 160 orang tewas telah mengungkap adanya krisis serius yang sedang terjadi di Mali.

Selasa, 09/04/2019 20:03 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir Tanggapi Kasus Novel Baswedan

KIBLAT.NET- Jakarta, 9 April 2019, Ust. Bachtiar Nasir ungkapkan tanggapan beliau tentang kasus Novel Baswedan...

Selasa, 09/04/2019 17:30 0

Afghanistan

Dipinggirkan dalam Negosiasi, Kabul Kirim Delegasi Temui Taliban

Tugas delegasi tersebut untuk bertukar pandangan dengan Taliban saja. Tim delegasi tersebut tidak tidak harus menjadi tim negosiasi.

Selasa, 09/04/2019 16:31 0

Video News

Ada Oknum Polri yang Tidak Netral, Mahasiswa Geruduk Mabes Polri

KIBLAT.NET, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi di depan Markas Besar...

Selasa, 09/04/2019 15:13 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pentingnya Menyatakan Cinta dengan Ucapan

KIBLAT.NET- Perasaan cinta yang ada di dalam hati sebenarnya membutuhkan penguatan secara verbal. Karena pentingnya...

Selasa, 09/04/2019 14:55 0

Suriah

Milisi Asing Syiah di Suriah: Didoktrin Iran, Jadi Ancaman di Masa Depan

Seiring menurunnya ekskalasi pertempuran di Suriah, banyak militan asing pendukung Presiden Suriah Bashar Assad kembali ke negara asal mereka.

Selasa, 09/04/2019 13:51 0

Afrika

Pertempuran Meningkat, Bandara Tripoli Hentikan Aktivitas Penerbangan

Bentrokan sengit berkobar dan serangan udara dilakukan pada hari Ahad di dekat Tripoli antara milisi pro-Haftar dan pasukan yang loyal kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

Selasa, 09/04/2019 13:19 0

Suriah

Pangkalan Rusia Tembakkan Tiga Rudal Balistik ke Idlib

Sedikitnya 12 sipil tewas dalam serangan itu.

Selasa, 09/04/2019 09:09 0

Afghanistan

Lagi, Tiga Tentara AS Tewas dalam Operasi Taliban

Sebuah mobil sarat bom menargetkan iring-iringan tentara AS.

Selasa, 09/04/2019 08:14 0

Palestina

Warga Palestina di Penjara Israel Kembali Gelar Aksi Mogok Makan

Aksi mogok makan ini dimulai beberapa saat setelah kegagalan sesi dialog antara administrasi penjara pendudukan Israel dan perwakilan faksi dan organisasi yang mewakili para tahanan di penjara Israel.

Selasa, 09/04/2019 07:37 0

Close