... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Demo Mahasiswa di Mabes Polri Dapat “Sambutan” Aliansi GJI

Foto: Ketua Umum Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Budi Jarot. (paling kanan)

KIBLAT.NET, Jakarta – Gerakan Jaga Indonesia (GJI) mengerahkan puluhan massa ketika mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan demo di depan Mabes Polri. Mahasiswa menuntut netralitas Polri dalam pemilihan umum yang digelar 17 April mendatang.

Dalam aksinya, GJI menampilkan tarian perang Minahasa dan menyatakan diri sebagai pendukung Polri dan TNI. Aldi selaku Sekjen GJI menyatakan pihaknya menolak semua konsentrasi massa pada saat pemilu.

“Kami juga menolak dapur umum yang diindikasikan untuk tempat konsentrasi massa, dan mungkin tidak sesuai dengan keamanan dan kenyamanan pada saat melakukan pilpres,” kata Aldi tak jauh dari lokasi mahasiswa berdemo di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (08/04/2019).

Ketua GJI, Budi Jarot menambahkan, pihaknya juga akan turut mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dia juga menuding akan ada konsentrasi massa yang akan membuat ricuh gelaran pemilu.

“Kami akan mengamankan 4.231 TPS yang sudah kami identifikasi tempat rawan keributan. Mereka akan meneror kepolisian, TNI akan diteror oleh mereka, sehingga kondisi itu kondusif untuk tidak dilakukan pemilu,” ujarnya.

Semntara itu, salah satu peserta aksi GJI, Nancy Hendriks mengatakan tarian perang Minahasa yang ditampilkan untuk menunjukkan bahwa pihak GJI siap berperang.

“Jadi siapapun selain bendera merah putih berkibar, kita bantai. Terlebih HTI dan kawannya. Ini pasukan merah tampilkan tarian perang, dari Minahasa, kita bersiap. Kita menunjukkan bahwa bukan hanya mereka yang bisa, kita juga Indonesia, kita siap perang, darah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Komisi VI DPR: Harga Miring, Semen Cina Jadi Ancaman Semen Dalam Negeri

Aksi GJI dihadiri puluhan orang, dengan menampilkan tarian perang Minahasa, lengkap dengan baju adat berornamenkan tengkorak kecil dan “Santi”, senjata tajam tradisional khas Minahasa.

GJI juga pernah melakukan aksi menolak gelaran Reuni Akbar 212 pada 2018 di depan Balai Kota DKI Jakarta. Massa GJI meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena memberikan izin penyelenggaran acara tahunan tersebut.

Sementara, Ketua umum GJI Budi Djarot sempat dilaporkan ke polisi karena dianggap telah mencemarkan nama baik dan mengancam memukul mundur massa Alumni 212 yang akan menggelar reuni di Monas.

Selain Budi Djarot, terdapat juga seroang wanita yang dilaporkan karena diduga menghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka juga melaporkan penyebar video dan berita online yang diduga bermuatan penistaan agama.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Milisi Asing Syiah di Suriah: Didoktrin Iran, Jadi Ancaman di Masa Depan

Seiring menurunnya ekskalasi pertempuran di Suriah, banyak militan asing pendukung Presiden Suriah Bashar Assad kembali ke negara asal mereka.

Selasa, 09/04/2019 13:51 0

Afrika

Pertempuran Meningkat, Bandara Tripoli Hentikan Aktivitas Penerbangan

Bentrokan sengit berkobar dan serangan udara dilakukan pada hari Ahad di dekat Tripoli antara milisi pro-Haftar dan pasukan yang loyal kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

Selasa, 09/04/2019 13:19 0

Suriah

Pangkalan Rusia Tembakkan Tiga Rudal Balistik ke Idlib

Sedikitnya 12 sipil tewas dalam serangan itu.

Selasa, 09/04/2019 09:09 0

Afghanistan

Lagi, Tiga Tentara AS Tewas dalam Operasi Taliban

Sebuah mobil sarat bom menargetkan iring-iringan tentara AS.

Selasa, 09/04/2019 08:14 0

Palestina

Warga Palestina di Penjara Israel Kembali Gelar Aksi Mogok Makan

Aksi mogok makan ini dimulai beberapa saat setelah kegagalan sesi dialog antara administrasi penjara pendudukan Israel dan perwakilan faksi dan organisasi yang mewakili para tahanan di penjara Israel.

Selasa, 09/04/2019 07:37 0

Afghanistan

Meski Ditolak, Delegasi Afghanistan Tetap Ingin Temui Taliban di Qatar

Sementara itu, pembicaraan dijadwalkan akan digelar tanggal 14-15 April.

Senin, 08/04/2019 18:13 0

Malaysia

Lagi, Puluhan Pengungsi Rohingya Mendarat di Malaysia

Puluhan Rohingya itu tiba di pantai Sungai Belati, negara bagian Perlis, Malaysia utara pada Senin (08/04/2019). 

Senin, 08/04/2019 13:27 0

Palestina

300 Warga Palestina Terbunuh, Netanyahu: Itu Kebijakan Kami

“Lebih dari 300 warga Palestina terbunuh di dekat perbatasan ketika mereka mencoba untuk menembus pagar dan menculik tentara kami. Kami telah menggunakan kekuatan dengan bijaksana dan kuat,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Israel Hayom.

Senin, 08/04/2019 11:01 0

Afrika

Libya Memanas, Tentara AS dan PBB Dievakuasi

"Situasi keamanan di lapangan di Libya menjadi semakin kompleks dan tidak dapat diprediksi," kata Thomas Waldhauser, komandan Komando Afrika-Amerika, dalam pernyataan itu.

Senin, 08/04/2019 09:36 0

Suriah

Pejuang Suriah Balas Gempuran Rezim di Idlib

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) melaporkan bahwa militer rezim menargetkan sejumlah kota dan desa yang dikontrol oleh pejuang oposisi di Idlib.

Senin, 08/04/2019 07:07 0

Close