... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pejuang Suriah Balas Gempuran Rezim di Idlib

Foto: Petugas saat mengevakuasi korban tewas serangan rezim Assad di Idlib/AFP

KIBLAT.NET, Idlib – Pejuang Suriah membalas serangan artileri dan mortir militer Suriah pada Ahad (07/04/2019). Rezim meningkatkan serangan jarak jauh ke wilayah yang termasuk zona kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani oleh Rusia dan Turki di Idlib.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) melaporkan bahwa militer rezim menargetkan sejumlah kota dan desa yang dikontrol oleh pejuang oposisi di Idlib. Sedikitnya sembilan sipil tewas dalam serangan itu.

Direktur SOHR, Rami Abdelrahman merinci, lima korban berasal dari desa Neirob, tiga dari kota Saraqib dan sisanya dari desa Al-Khuwain.

Sementara itu, serangan belasan oposisi menargetkan kota Mishyaf di sisi barat provinsi Hama. Empat orang yang disebut sipil tewas dalam serangan itu. Abdelrahman mengatakan bahwa serangan itu diluncurkan oleh faksi Islamis pro Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS).

Sejak Rabu lalu hingga Sabtu, terdata sebanyak 30 sipil tewas akibat serangkaian gempuran udara dan darat militer rezim. Gempuran itu manargetkan Idlib dan daerah-daerah sekitarnya yang dikontrol oleh pejuang.

Idlib dan beberapa kota di provinsi sekitarnya tuduk pada kesepakatan yang dicapai oleh Rusia dan Turki di Sochi. Kesepakatan itu menetapkan pembentukan zona demiliterisasi sepanjang 15 hingga 20 kilometer, di sepanjang jalur kontak antara pasukan rezim dan HTS serta kelompok kecil lainnya. Namun, penerapan kesepakatan itu belum selesai.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem pada Kamis menuduh Ankara mendukung faksi-faksi oposisi dalam menghalangi implementasi perjanjian tersebut. “Kami terus terang masih menunggu implementasi perjanjian Sochi, tetapi kesabaran juga memiliki batasan dan kami harus membebaskan tanah ini,” katanya.

BACA JUGA  Media Rusia: Pangkalan AS yang Dikosongkan Diambil Alih Militer Suriah

Damaskus selalu menegaskan kembali niatnya untuk merebut daerah-daerah di luar kendalinya, yaitu Idlib dan wilayah pemberontak Kurdi di Suriah utara dan timur, melalui negosiasi atau melalui kekuatan militer.

Sejak Februari, rezim meningkatkan penembakan terhadap Idlib dan sekitarnya. Rusia juga telah meluncurkan serangan untuk pertama kalinya sejak penandatanganan perjanjian. Sedikitnya 13 tewas dalam serangan udara Rusia.

Dalam upaya menahan eskalasi, Ankara mengumumkan tindakan patroli Turki dan Rusia di sekitar Idlib dalam “langkah penting untuk menjaga stabilitas dan menghentikan tembakan.”

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa ekskalasi ini membuat 86.000 orang lebih terlantar dalam dua bulan terakhir. Mereka mengungsi ke tempat lebih aman.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Peneliti: Belum Ada Fakta Empiris Khilafah Ancam Kebhinekaan

Peneliti Muda, Septian AW menegaskan bahwa saat ini ada pihak-pihak yang berupaya untuk menjelekkan narasi khilafah.

Senin, 08/04/2019 00:02 0

Indonesia

Galeri Foto: Kampanye Akbar, Pendukung Prabowo-Sandi Putihkan GBK

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 menyebut peserta kampanye akbar di Gelora Bung Karno Ahad (07/04/2019) pagi mencapai satu juta peserta.

Ahad, 07/04/2019 20:59 0

Indonesia

Nuansa 212 Dalam Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Kampanye Akbar Pasangan Capres - Cawapres no urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno digelar pada Ahad (07/04/2019) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ahad, 07/04/2019 18:07 0

Indonesia

Kontrak Politik dengan Prabowo, Rombongan Buruh Jalan Kaki dari Surabaya ke GBK

M Nur Fahrozi, salah satu peserta dari Garda Metal Nasional Pusat Surabaya menyebutkan bahwa rombongannya berangkat sejak 15 hari lalu, yaitu pada Sabtu (23/03/2019).

Ahad, 07/04/2019 14:59 0

Opini

Kecam Syariat Islam di Brunei, Paradoks HAM PBB

Adanya LGBT jelas merupakan pelanggaran HAM. Bukan justru aturan hukum yang melarang LGBT dikatakan melanggar HAM.

Ahad, 07/04/2019 09:47 0

Indonesia

Dua Paslon Diharapkan Komitmen Usut Tuntas Kasus Novel

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan memandang momen pilpres adalah saat yang tepat untuk membahas persoalan kasus teror yang menimpa dirinya.

Ahad, 07/04/2019 09:38 0

Indonesia

Novel Tegaskan Seharusnya Presiden Desak Kapolri Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras

Novel Tegaskan Seharusnya Presiden Desak Kapolri Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras

Ahad, 07/04/2019 01:47 0

Indonesia

Muhammadiyah: Indonesia Bisa Makmur Jika Perbaiki Sistem Pendidikan

Ketua Muhamamdiyah, Anwar Abbas mengatakan bahwa semestinya Indonesia kaya dan makmur dengan Sumber Daya Alam (SDA).

Ahad, 07/04/2019 01:40 0

Indonesia

Novel Baswedan: Tim Gabungan Kasus Saya Banyak Kekurangan

Menurutnya, tim yang ada saat ini pun punya banyak kekurangan dalam beroperasi.

Ahad, 07/04/2019 01:29 0

Indonesia

Luhut Klaim Pemberian Amplop ke Kyai Madura untuk Berobat

"saya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh sekedarnya untuk membantu pengobatan Beliau," kata Luhut

Sabtu, 06/04/2019 12:28 0

Close