... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Libya Memanas, Tentara AS dan PBB Dievakuasi

Foto: Para komanda tentara asing di Afrika

KIBLAT.NET, Tripoli – Komando militer AS di Afrika, AFRICOM, membenarkan evakuasi tentara AS yang ditugaskan untuk mendukung misi komando AS-Afrika dari Libya dalam menanggapi kondisi keamanan. India juga mengumumkan evakuasi pasukan keamanannya.

Pengumuman ini posting di situs web AFRICOM, seperti dilansir Al-Jazeera pada Ahad (07/04/2019). Pernyataan itu keluar setelah evakuasi pegawai staf asing oleh kapal AS dari kawasan Palm City, yang dikenal sebagai kawasan Al-Nakheel di wilayah Janzur, sebelah barat ibukota Libya Tripoli.

“Situasi keamanan di lapangan di Libya menjadi semakin kompleks dan tidak dapat diprediksi,” kata Thomas Waldhauser, komandan Komando Afrika-Amerika, dalam pernyataan itu.

Namun, ia menekankan bahwa meskipun ada penyesuaian pasukan setelah evakuasi, “mereka akan terus mempertahankan dukungan mereka (untuk Libya) dalam kerangka strategi AS saat ini.”

Al-Nakheel adalah markas sebagian besar organisasi internasional, termasuk Misi Dukungan PBB di Libya, dipimpin oleh Ghassan Salama, serta markas beberapa duta besar asing.

Misi Komando AS-Afrika di Libya termasuk dukungan militer untuk misi diplomatik dan kegiatan kontraterorisme, memperkuat kemitraan dan meningkatkan keamanan di seluruh kawasan.

Untuk bagiannya, Kementerian Luar Negeri India mengumumkan evakuasi 15 personel keamanan yang bekerja dalam misi pasukan penjaga perdamaian PBB di ibukota Libya, Tripoli.

Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj mengatakan dalam sebuah tweet bahwa sekelompok pasukan keamanan itu bagian dari misi penjaga perdamaian PBB di Tripoli. Evakuasi dilakukan melalui upaya yang dilakukan oleh duta besar India di Tunis pada hari Sabtu.

BACA JUGA  Tujuh Tentara PBB Tewas dan Terluka Dalam Dua Serangan Berbeda di Mali

Swaraj mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengevakuasi tentara datang karena situasi yang memburuk dan intensifikasi pertempuran dan bentrokan di Tripoli.

Libya kembali menyaksikan pertempuran setelah Khalifa Haftar memobilisasi pasukan untuk menyerang Libya barat, termasuk Tripoli, yang dikendalikan oleh pemerintah yang diakui internasional. Jenderal mantan penglima militer Libya itu menganggap, operasinya ini untuk memerangi kelompok “teroris” dan kriminal”.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Peneliti: Belum Ada Fakta Empiris Khilafah Ancam Kebhinekaan

Peneliti Muda, Septian AW menegaskan bahwa saat ini ada pihak-pihak yang berupaya untuk menjelekkan narasi khilafah.

Senin, 08/04/2019 00:02 0

Indonesia

Galeri Foto: Kampanye Akbar, Pendukung Prabowo-Sandi Putihkan GBK

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 menyebut peserta kampanye akbar di Gelora Bung Karno Ahad (07/04/2019) pagi mencapai satu juta peserta.

Ahad, 07/04/2019 20:59 0

Indonesia

Nuansa 212 Dalam Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Kampanye Akbar Pasangan Capres - Cawapres no urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno digelar pada Ahad (07/04/2019) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ahad, 07/04/2019 18:07 0

Indonesia

Kontrak Politik dengan Prabowo, Rombongan Buruh Jalan Kaki dari Surabaya ke GBK

M Nur Fahrozi, salah satu peserta dari Garda Metal Nasional Pusat Surabaya menyebutkan bahwa rombongannya berangkat sejak 15 hari lalu, yaitu pada Sabtu (23/03/2019).

Ahad, 07/04/2019 14:59 0

Opini

Kecam Syariat Islam di Brunei, Paradoks HAM PBB

Adanya LGBT jelas merupakan pelanggaran HAM. Bukan justru aturan hukum yang melarang LGBT dikatakan melanggar HAM.

Ahad, 07/04/2019 09:47 0

Indonesia

Dua Paslon Diharapkan Komitmen Usut Tuntas Kasus Novel

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan memandang momen pilpres adalah saat yang tepat untuk membahas persoalan kasus teror yang menimpa dirinya.

Ahad, 07/04/2019 09:38 0

Indonesia

Novel Tegaskan Seharusnya Presiden Desak Kapolri Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras

Novel Tegaskan Seharusnya Presiden Desak Kapolri Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras

Ahad, 07/04/2019 01:47 0

Indonesia

Muhammadiyah: Indonesia Bisa Makmur Jika Perbaiki Sistem Pendidikan

Ketua Muhamamdiyah, Anwar Abbas mengatakan bahwa semestinya Indonesia kaya dan makmur dengan Sumber Daya Alam (SDA).

Ahad, 07/04/2019 01:40 0

Indonesia

Novel Baswedan: Tim Gabungan Kasus Saya Banyak Kekurangan

Menurutnya, tim yang ada saat ini pun punya banyak kekurangan dalam beroperasi.

Ahad, 07/04/2019 01:29 0

Indonesia

Luhut Klaim Pemberian Amplop ke Kyai Madura untuk Berobat

"saya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh sekedarnya untuk membantu pengobatan Beliau," kata Luhut

Sabtu, 06/04/2019 12:28 0

Close