... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Paslon Diharapkan Komitmen Usut Tuntas Kasus Novel

Foto: Novel Baswedan

KIBLAT.NET, Jalarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan memandang momen pilpres adalah saat yang tepat untuk membahas persoalan kasus teror yang menimpa dirinya. Karena pada saat kampanye, para pasangan capres dan cawapres akan berjanji untuk menangani kasus tersebut.

“Kalau di masa pemilu, di masa kampanye biasanya calon itu berjanji dan menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh,” kata Novel pada Sabtu (06/04/2019), di Go work, Fx Sudirman mall, Gelora, Tanah Abang, Jakarta.

Kasus teror berupa penyiraman air keras kepada Novel Baswedan sendiri sudah hampir dua tahun. Hingga kini pelaku penyiraman air keras tersebut belum terungkap. Meskipun sudah dibentuk tim gabungan pencari fakta.

Jika ada yang membawa kasus Novel tersebut ke ranah politik praktis. Novel mengatakan bahwa justru hal tersebut adalah poin yang bagus, karena hal itu adalah momen yang tepat untuk mempertanyakan kasusnya tersebut.

“Saya juga berdiskusi dengan beberapa orang. Bahkan beberapa dari petugas PBB di tempat kami melapor, mengatakannya pun seperti itu. Di negara-negara lain, jika ada isu yang sensitif, isu-isu yang tidak diungkap. Maka saat kampanye itu adalah saat yang tepat untuk mempertanyakan,” kata Novel.

Terlebih jika yang melakukannya adalah Presiden Joko Widodo. Misalnya dengan memberikan batas waktu kepada polri untuk mengusut tuntas dalang di balik penyiraman air keras kepada dirinya.

BACA JUGA  Setelah Dilaporkan, Kabid Humas Polda Sulteng Sebut Almarhum Qidam Bukan Teroris

“Kalau seumpama pak Jokowi memberikan waktu kepada pak Kapolri, ‘Pak Kapolri anda saya kasih waktu satu bulan anda gak bisa mengungkap saya copot ya’. Nah ini kan masa yang bagus buat presiden untuk berjanji. Ini yang saya harapkan,” ungkapnya.

Reporter: Haikal
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Dianggap Biang Kekacauan, Presiden Mali dan Pasukan PBB Didemo Ribuan Massa

Aksi tersebut dihadiri oleh ribuan warga Mali. Mereka menolak kehadiran pemerintah dan pasukan PBB.

Sabtu, 06/04/2019 07:48 0

Tazkiyah

Enam Kiat Menghadapi Bulan Ramadhan

Karena pada prakteknya banyak orang salah prioritas ketika bertemu bulan Ramadhan. Mereka mepersiapkan stok makanan khawatir harga naik saat Ramadhan,

Jum'at, 05/04/2019 20:37 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kesenjangan antara Iman dan Akal – Ust. Dr. M. Faqihuddin, M.M.

KIBLAT.NET- Problem yang dihadapi Umat Islam saat ini adalah adanya kesenjangan antara iman dan akal....

Jum'at, 05/04/2019 18:47 0

Afghanistan

Ratusan Pejuang Taliban Serbu Pasukan Pemerintah di Distrik Bala Murghab

Distrik Balramghab sering menjadi saksi pertempuran sengit antara pejuang Taliban dan pasukan pemerintah dalam dua bulan terakhir.

Jum'at, 05/04/2019 18:00 0

Afrika

Partai Islam Terbesar di Aljazair Lanjutkan Demonstrasi

Pernyataan itu menekankan perlunya "memulai dialog transparan tentang mekanisme transisi demokrasi yang lancar, jauh dari visi meraup kepentingan pribadi."

Jum'at, 05/04/2019 16:51 0

Myanmar

Sedikitnya 10 Muslim Rohingya Ditembaki Helikopter Myanmar

Serangan helikopter tentara Myanmar pada Rabu (03/04/2019), menewaskan sedikitnya 10 Muslim Rohingya dan melukai lebih dari selusin lainnya di negara bagian Rakhine.

Jum'at, 05/04/2019 16:11 0

India

Senjata Makan Tuan, Kebijakan Lindungi Sapi di India Justru Merugikan

Salah satu kebijakan yang diresmikan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi adalah melindungi sapi, yang dianggap suci bagi umat Hindu.

Jum'at, 05/04/2019 15:05 2

Wilayah Lain

Sidang Pembantaian Muslim Selandia Baru, Hakim Minta Tarrant Dites Mental

Selandia Baru tidak menetapkan hukuman mati, dan hukuman penjara terpanjang sebelumnya tanpa pembebasan bersyarat adalah 30 tahun.

Jum'at, 05/04/2019 11:27 0

Afghanistan

Negosiasi Damai Taliban-AS Masih Berlangsung, Pertempuran Jalan Terus

Perkembangan terakhir negosiasi yang terjadi awal Maret lalu antara delegasi Taliban dan AS menyebutkan sudah ada kemajuan.

Jum'at, 05/04/2019 11:03 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?Banyak peristiwa sehari-hari yang dapat menambah keimanan kita dari belajar tafsir Quran

Jum'at, 05/04/2019 10:36 0

Close