... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Kelebihan Pelayanan Haji 2019 Menurut Kemenag

Foto: Salah satu suasana thawaf pada Haji 2017 (foto: Tony/Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Agama menyatakan bahwa jamaah haji 2019 akan menerima lebih banyak kelebihan meski biaya haji tahun ini relatif sama dibanding tahun lalau. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, hal itu sebagai bentuk komitmen Kemenag untuk membenahi penyelenggaraan haji di Indonesia.

Ia memaparkan, salah satu yang menjadi perbaikan pelayanan haji tahun 2019 adalah penambahan jalur cepat (fast track) bagi jamaah haji Indonesia. Dengan kebijakan ini, diyakini penyelesaian dokumen perjalanan, termasuk rekam biometrik, dilakukan sejak di embarkasi.

“Jika tahun lalu masih uji coba di embarkasi Jakarta, maka tahun ini diharapkan layanan fast track bisa diberlakukan pada embarkasi lainnya,” kata Menag di kantor Kementerian Agama pada Jumat (05/04/2019).

Selain itu, jemaah haji Indonesia akan menikmati tenda ber-AC selama berada di Arafah. “Kalau tahun lalu belum ber-AC, tahun ini seluruh tenda Arafah akan difasilitasi dengan AC,” sambung Menag.

Menag juga menyampaikan, sistem zona daerah akan diterapkan dalam haji 2019. Nantinya penempatan pemukiman jemaah akan dilakukan berdasarkan tujuh zona daerah. Yaitu Syisah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, Mahbas Jin, Rey Bakhsy, dan Aziziyah.

Menurut Menag, sistem zonasi ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana penempatan jemaah kloter yang bercampur di setiap sektor banyak mengalami kendala, salah satunya terkait bahasa.

“Dengan sistem zona ini diharapkan petugas tidak lagi kesulitan dalam berkomunikasi karena memiliki kesamaan bahasa,” ujarnya.

BACA JUGA  MIUMI: Perlu Penanganan Tegas dan Menyeluruh Terhadap Crosshijaber

Selain itu, kata Menag, layanan katering juga akan diusahakan sesuai dengan rasa makanan khas masing-masing daerah. Dengan demikian, rasa makanan katering semakin variatif sehingga jemaah tidak merasa bosan.

Penulis: Qoid
Sumber: kemenag.go.id

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Dianggap Biang Kekacauan, Presiden Mali dan Pasukan PBB Didemo Ribuan Massa

Aksi tersebut dihadiri oleh ribuan warga Mali. Mereka menolak kehadiran pemerintah dan pasukan PBB.

Sabtu, 06/04/2019 07:48 0

Tazkiyah

Enam Kiat Menghadapi Bulan Ramadhan

Karena pada prakteknya banyak orang salah prioritas ketika bertemu bulan Ramadhan. Mereka mepersiapkan stok makanan khawatir harga naik saat Ramadhan,

Jum'at, 05/04/2019 20:37 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Kesenjangan antara Iman dan Akal – Ust. Dr. M. Faqihuddin, M.M.

KIBLAT.NET- Problem yang dihadapi Umat Islam saat ini adalah adanya kesenjangan antara iman dan akal....

Jum'at, 05/04/2019 18:47 0

Afghanistan

Ratusan Pejuang Taliban Serbu Pasukan Pemerintah di Distrik Bala Murghab

Distrik Balramghab sering menjadi saksi pertempuran sengit antara pejuang Taliban dan pasukan pemerintah dalam dua bulan terakhir.

Jum'at, 05/04/2019 18:00 0

Afrika

Partai Islam Terbesar di Aljazair Lanjutkan Demonstrasi

Pernyataan itu menekankan perlunya "memulai dialog transparan tentang mekanisme transisi demokrasi yang lancar, jauh dari visi meraup kepentingan pribadi."

Jum'at, 05/04/2019 16:51 0

Myanmar

Sedikitnya 10 Muslim Rohingya Ditembaki Helikopter Myanmar

Serangan helikopter tentara Myanmar pada Rabu (03/04/2019), menewaskan sedikitnya 10 Muslim Rohingya dan melukai lebih dari selusin lainnya di negara bagian Rakhine.

Jum'at, 05/04/2019 16:11 0

India

Senjata Makan Tuan, Kebijakan Lindungi Sapi di India Justru Merugikan

Salah satu kebijakan yang diresmikan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi adalah melindungi sapi, yang dianggap suci bagi umat Hindu.

Jum'at, 05/04/2019 15:05 1

Wilayah Lain

Sidang Pembantaian Muslim Selandia Baru, Hakim Minta Tarrant Dites Mental

Selandia Baru tidak menetapkan hukuman mati, dan hukuman penjara terpanjang sebelumnya tanpa pembebasan bersyarat adalah 30 tahun.

Jum'at, 05/04/2019 11:27 0

Afghanistan

Negosiasi Damai Taliban-AS Masih Berlangsung, Pertempuran Jalan Terus

Perkembangan terakhir negosiasi yang terjadi awal Maret lalu antara delegasi Taliban dan AS menyebutkan sudah ada kemajuan.

Jum'at, 05/04/2019 11:03 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?Banyak peristiwa sehari-hari yang dapat menambah keimanan kita dari belajar tafsir Quran

Jum'at, 05/04/2019 10:36 0

Close