... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sidang Pembantaian Muslim Selandia Baru, Hakim Minta Tarrant Dites Mental

Foto: AR-15 yang digunakan Brenton Tarrant dalam aksi biadabnya di masjid Selandia Baru.

KIBLAT.NET, Auckland – Pria Australia yang dituduh membunuh 50 orang di dua masjid Selandia Baru diminta untuk menjalani tes mental. Hal ini sesuai dengan perintah Hakim Cameron Mander yang memimpin sidang kedua pada Jumat (05/04/2019).

Brenton Tarrant (28), seorang aktivis sayap kanan supremasi kulit putih terlihat duduk diam dengan wajah tenang selama sidang. Berbeda dengan sidang pertama ketika dia menyeringai di media dan menunjukkan sinyal tangan putih nasionalis.

Tarrant tidak mengajukan pembelaan dan dikembalikan ke tahanan sampai pengadilan berikutnya pada 14 Juni. Hakim tidak menetapkan tanggal persidangan.

Mengenakan kaus penjara abu-abu dengan tangan diborgol, Tarrant sesekali memiringkan kepalanya ke satu sisi saat dia mendengarkan hakim berbicara.

Tarrant menolak pengacara yang ditunjuk pengadilan bulan lalu, dia mengatakan akan mewakili dirinya sendiri. Tetapi pada persidangan hari Jumat ini, dia ditemani oleh dua pengacara.

Shane Tait, anggota tim hukum Tarrant, mengatakan dia keberatan dengan berita di media bahwa penilaian kesehatan mental Tarrant dapat merusak persidangan.

Tetapi Hakim mengatakan penilaian mental adalah “langkah yang sepenuhnya normal, reguler untuk diambil pada tahap proses ini”.

Jika dinyatakan bersalah, Tarrant menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, sesuatu yang belum pernah terjadi di Selandia Baru sebelumnya.

Selandia Baru tidak menetapkan hukuman mati, dan hukuman penjara terpanjang sebelumnya tanpa pembebasan bersyarat adalah 30 tahun.

BACA JUGA  Ramadhan, Bulan Jihad dan Kemenangan

Setelah persidangan, para korban dan keluarga mereka menerima sesi tanya jawab pribadi di ruang sidang. Beberapa emosional ketika mereka meninggalkan gedung.

Yama Nabi, anak dari Haji Daoud Nabi yang menjadi korban tewas di Masjid Noor, mengatakan penting baginya untuk berada di pengadilan. Dia menuntut keadilan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KSHUMI: PBB Wajib Hargai Hukuman Rajam di Brunei Darussalam

setiap negara di dunia termasuk lembaga internasional wajib menghormati hal tersebut, dilarang untuk melakukan intervensi

Jum'at, 05/04/2019 10:46 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?Banyak peristiwa sehari-hari yang dapat menambah keimanan kita dari belajar tafsir Quran

Jum'at, 05/04/2019 10:36 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Ungkapan Penghargaan Tidak Selalu dengan Kata-Kata

KIBLAT.NET- Budaya saling menghargai dalam keluarga membuat suasana keluarga menjadi tidak kaku. Kalimat-kalimat penghargaan dan...

Jum'at, 05/04/2019 10:24 0

Video Kajian

Zikir: Muda Foya-foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga?

KIBLAT.NET – Ada sebuah slogan muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Benarkah slogan...

Jum'at, 05/04/2019 10:19 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Jerat-jerat Iblis

Khutbah Jumat: Jerat-jerat Iblis

Kamis, 04/04/2019 22:00 0

Video Kajian

Zoom In: 5 Peristiwa yang Dialami Rasul Saat Isra’ Mi’raj?

KIBLAT.NET- Isra Mi’raj ialah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Masjid Haram di...

Kamis, 04/04/2019 17:00 0

Indonesia

Komisi VII DPR Temukan Penyimpangan Pengelolaan Limbah Pertamina di Riau

Penyimpangan mulai dari penyimpanan limbah, pembuangan limbah, hingga keamanan di sekitar pembuangan limbahnya.

Kamis, 04/04/2019 16:47 0

Indonesia

Pengamat: Narasi Pancasila VS Khilafah Bentuk Kampanye Hitam

isu Pancasila vs Khilafah dalam konteks pemilu, menurut Jaka adalah kampanye hitam yang tidak bermutu

Kamis, 04/04/2019 15:30 0

Indonesia

Pengamat: Meski Diralat, Pernyataan Eks Kapolsek Pasirwangi Termasuk Hoaks

Hoaks yang disebarkan Sulman dinilai lebih fatal dari hoaks yang disebarkan Ratna Sarumpaet.

Kamis, 04/04/2019 13:41 0

Indonesia

Bawaslu dan Gakkumdu Diminta Usut Dugaan Tidak Netralnya Polri di Pemilu

Jaka menambahkan, dalam kontestasi politik, seharusnya polisi maupun pejabat negara lainnya, harus bersikap netral.

Kamis, 04/04/2019 13:03 0

Close