... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Negosiasi Damai Taliban-AS Masih Berlangsung, Pertempuran Jalan Terus

Foto: Pejuang Taliban

KIBLAT.NET, Kabul – Pertempuran di Afghanistan dilaporkan terus mengalami eskalasi jelang musim semi tahun ini. Kedua pihak, AS dan Taliban, diyakini berusaha memperkuat posisi masing-masing untuk bisa mempengaruhi proses negosiasi yang masih berlangsung beberapa putaran ke depan. Namun sebagian analis memperingatkan langkah ini berisiko mengarah kepadadeadlock.

Selama bulan Maret saja, ratusan pasukan keamanan Afghan menjadi korban tewas dan luka-luka dalam pertempuran sengit di berbagai wilayah di bagian selatan, barat, dan utara Afghanistan. Demikian menurut laporan resmi dan tidak resmi di lapangan. Dua anggota pasukan khusus AS tak luput dari terjangan amunisi Taliban yang membuat keduanya meregang nyawa, sementara belasan warga sipil juga menjadi korban kekerasan. Di salah satu front, serangan jet tempur AS malah menewaskan beberapa tentara Afghan sekutu lokal Amerika sendiri karena salah sasaran.

“Pasukan pemerintah akan ofensif tahun ini. Kami akan banyak melakukan serangan dan bersiap menghadapi jatuhnya banyak korban,” kata sumber pejabat senior keamanan Afghan.

Seorang konsultan lembaga studi ICG (International Crisis Group), Graeme Smith, mengatakan (sebenarnya) trend eskalasi pertempuran yang biasanya terjadi di musim-musim tertentu sekarang sudah kurang relevan lagi, terutama karena pejuang-pejuang Taliban bertempur di front dekat rumah-rumah mereka. Pasukan Taliban tidak perlu lagi menunggu salju di pegunungan mencair untuk bisa dilewati menuju target serangan dan medan pertempuran.

Walau demikian, tetap saja Taliban setiap tahun mengumumkan dimulainya operasi militer musim semi dengan gegap gempita, termasuk memberi nama atau kode sandi amaliyat tersebut untuk membangkitkan ma’nawiyat/spirit pertempuran, seperti “Al-Khandaq” untuk operasi militer musim semi 2018 lalu. Al-Khandaq di sini dinisbahkan pada perang yang dipimpin Rasulullah Muhammad SAW dalam rangka mempertahankan kota Madinah di tahun-tahun awal Hijriyah.

BACA JUGA  Ancaman Mengintai Erdogan Usai Mantan Sekutu "Berbalik Arah"

Tahun ini tentara nasional Afghan tidak mau ketinggalan mengumumkan operasi musim semi mereka dengan kode sandi “Khalid” yang secara harfiah berarti “tiada batas”. Demikian menurut sumber pasukan keamanan pemerintah Afghan. “Tujuan operasi militer tahun ini adalah untuk mengumpulkan informasi intelijen dan menyerang sasaran musuh,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, strategi “perang dan berunding” ini dipakai untuk menggambarkan situasi perang Afghanistan di era kepresidenan Barrack Obama. Salah seorang diplomat berkomentar eskalasi pertempuran di Afghanistan saat ini mirip dengan apa yang terjadi di Sudan Selatan dan Kolumbia jelang kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut. Namun bagi negeri yang sudah dilanda perang selama 17 tahun seperti Afghanistan, eskalasi terbaru ini hanya menambah kekhawatiran akan keberlangsungan negosiasi damai.

Bagi Smith dari ICG, meningkatnya intensitas kekerasan hanya akan membawa pada resiko masing-masing pihak untuk semakin bersikeras pada posisi dan kemauan masing-masing, bukan menciptakan situasi yang kondusif untuk kembali duduk berdampingan dalam perundingan.

Saat ditanya terkait strategi agresif yang diterapkan pemerintah, Kepala Eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan bahwa hal itu mencerminkan perlunya kesiapan untuk menghadapi segala kemungkinan. “Apabila pemerintah dan Taliban sepakat melakukan sebuah gencatan senjata, maka pasukan keamanan pun akan menyesuaikan,” kata Abdullah kepada para wartawan di Kabul. Sementara juru bicara Pentagon Letkol Kone Faulkner mengatakan via email bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan AS, dan negaranya akan bermitra dengan pasukan Afghan dalam menghadapi pertempuran.

Taliban Siap Tempur

Perkembangan terakhir negosiasi yang terjadi awal Maret lalu antara delegasi Taliban dan AS menyebutkan sudah ada kemajuan. Jadwal putaran berikutnya belum diumumkan, tetapi kemungkinan akan terjadi di bulan April ini. Sejak awal Maret negosiasi berlangsung, berbagai pertempuran sengit pun pecah di sejumlah wilayah Afghanistan dari provinsi Kunduz di bagian utara hingga Helmand di selatan, dan Badghis di barat laut negeri itu.

BACA JUGA  Dari Negeri ke Negeri: Derita Pengungsi Tanpa Henti

Seratusan anggota pasukan militer Afghan tewas dalam dua serangan Taliban di Badghis dan Helmand. Tiga belas warga sipil, termasuk 10 anak-anak dilaporkan gugur menjadi korban serangan udara AS di Kunduz, termasuk warga sipil lainnya juga tewas akibat kekerasan di Helmand.

Misi NATO Resolute Support secara sepihak mengklaim puluhan pejuang Taliban terbunuh di satu front pertempuran di kota Kunduz. Pasukan NATO didukung oleh 39 negara dengan misi melatih, membantu, dan menjadi penasehat pasukan Afghan. Pertempuran di front ini juga memakan korban tentara AS.

Di waktu yang sama Taliban tengah mempersiapkan momentum untuk mengumumkan sekaligus memberi nama “sandi operasi” amaliyat mereka di musim semi ini. Demikian menurut sumber seorang petinggi Taliban dengan syarat anonim. “Fokus kami menentukan target serangan secara spesifik. Dan prioritas utama kami meminimalisir korban sipil,” katanya.

Beberapa pemimpin Taliban lainnya menyatakan akan terus melanjutkan pertempuran/operasi militer, dan di waktu yang sama menunggu hasil negosiasi damai. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan kelompoknya akan mulai meluncurkan operasi musim semi sekitar sebulan lagi jika cuaca sudah mulai hangat.

Seorang diplomat yang negaranya tergabung dalam misi Resolute Support NATO mengatakan bahwa ia ragu Taliban mau berhenti bertempur, sebab akan sulit bagi sebuah kelompok insurjensi untuk konsolidasi kekuatan secara cepat apabila pasukan mereka terlalu berpencar-pencar. Diplomat kedua berkomentar, “Kekuatan pengaruh Taliban ada pada aktifitas militer mereka.”

Sumber: Reuters
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KSHUMI: PBB Wajib Hargai Hukuman Rajam di Brunei Darussalam

setiap negara di dunia termasuk lembaga internasional wajib menghormati hal tersebut, dilarang untuk melakukan intervensi

Jum'at, 05/04/2019 10:46 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?

Ust. Muhajirin: Apa yang Terjadi Akibat Tiupan Pertama Sangkakala?Banyak peristiwa sehari-hari yang dapat menambah keimanan kita dari belajar tafsir Quran

Jum'at, 05/04/2019 10:36 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Ungkapan Penghargaan Tidak Selalu dengan Kata-Kata

KIBLAT.NET- Budaya saling menghargai dalam keluarga membuat suasana keluarga menjadi tidak kaku. Kalimat-kalimat penghargaan dan...

Jum'at, 05/04/2019 10:24 0

Video Kajian

Zikir: Muda Foya-foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga?

KIBLAT.NET – Ada sebuah slogan muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Benarkah slogan...

Jum'at, 05/04/2019 10:19 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Jerat-jerat Iblis

Khutbah Jumat: Jerat-jerat Iblis

Kamis, 04/04/2019 22:00 0

Video Kajian

Zoom In: 5 Peristiwa yang Dialami Rasul Saat Isra’ Mi’raj?

KIBLAT.NET- Isra Mi’raj ialah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Masjid Haram di...

Kamis, 04/04/2019 17:00 0

Indonesia

Komisi VII DPR Temukan Penyimpangan Pengelolaan Limbah Pertamina di Riau

Penyimpangan mulai dari penyimpanan limbah, pembuangan limbah, hingga keamanan di sekitar pembuangan limbahnya.

Kamis, 04/04/2019 16:47 0

Indonesia

Pengamat: Narasi Pancasila VS Khilafah Bentuk Kampanye Hitam

isu Pancasila vs Khilafah dalam konteks pemilu, menurut Jaka adalah kampanye hitam yang tidak bermutu

Kamis, 04/04/2019 15:30 0

Indonesia

Pengamat: Meski Diralat, Pernyataan Eks Kapolsek Pasirwangi Termasuk Hoaks

Hoaks yang disebarkan Sulman dinilai lebih fatal dari hoaks yang disebarkan Ratna Sarumpaet.

Kamis, 04/04/2019 13:41 0

Indonesia

Bawaslu dan Gakkumdu Diminta Usut Dugaan Tidak Netralnya Polri di Pemilu

Jaka menambahkan, dalam kontestasi politik, seharusnya polisi maupun pejabat negara lainnya, harus bersikap netral.

Kamis, 04/04/2019 13:03 0

Close