... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat: Meski Diralat, Pernyataan Eks Kapolsek Pasirwangi Termasuk Hoaks

Foto: Mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz (sumber: Kabarin.co)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat politik Jaka Setiawan mengatakan bahwa pernyataan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz soal penggalangan dukungan Pilpres sudah termasuk hoaks atau kabar bohong, meski pada akhirnya diralat.

Menurutnya, hoaks yang disebarkan Sulman lebih fatal dari hoaks Ratna Sarumpaet. Atas pernyataan dan ralat tersebut, Sulman juga bisa dikenakan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta pasal 28 juncto pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sebagaimana kepolisian menjerat Ratna.

“Sudah merupakan hoaks karena sudah dipublikasi ke mana-mana dan itu dia berbohong, karenanya bisa dijerat oleh UU ITE,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Kamis (04/04/2019) pagi.

Kendati begitu, lanjut Jaka, Gakkumdu harus membuktikan dulu bersama Bawaslu. “Kita dorong Bawaslu bertindak profesional. (Sulman) bisa masuk delik,” ujar Jaka.

Pernyataan Sulman ini, menurut Jaka ini sudah membuat masyarakat resah dan bisa mengarah ke konflik. Sehingga wajar jika kasus Sulman dibandingkan dengan kasus Ratna, dan bahkan ia menyatakan lebih fatal dari kasus Ratna.

Jaka mengungkapkan, Ratna sudah melakukan kebohongan di muka publik, yang membuat publik resah, dan menimbulkan situasi yang mengarah ke konflik. Sementara Sulman yang merupakan anggota polisi, secara tidak langsung menyatakan Polri berpihak, yang tentunya membuat masyarakat resah dan bisa terjadi konflik.

“Bahkan lebih berat kasusnya mantan Kapolsek ini, karena kita tahu momentum ini momentum politik yang luar biasa besar dan menyangkut hajat orang banyak, lebih parah dari Ratna Sarumpaet, lebih fatal,” ujarnya.

BACA JUGA  Hendak Pulang Pasca Aksi 21-22 Mei, Pria Ini Malah Ditangkap dan Didakwa Melawan Petugas

Pernyataan Sulman menurut Jaka lebih besar efek buruknya atau mudharatnya, serta akan lebih berimbas pada sektor keamanan nasional, dibanding pernyataan Ratna, karena pernyataan Sulman menyangkut netralitas polisi dalam pemilu.

“Konteksnya lebih berbahaya, karena yang difitnah adalah lembaga penegak hukum itu sendiri, dan yang melakukan (hoaks) adalah aparat negara,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Inilah PR Besar untuk PERSIS

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, PERSIS mengadakan acara Silaturahim Akbar Keluarga Besar Alumni Pesantren...

Kamis, 04/04/2019 12:32 0

Afrika

Pasukan Haftar Unjuk Kekuatan di Dekat Tripoli, Militer Libya Mulai Waspada

Ada kemungkinan Haftar ingin mencapai Tripoli sebelum konferensi agar dianggap sebagai komandan keamanan de facto di wilayah barat.

Kamis, 04/04/2019 11:32 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Kaya dan Miskin, Mana yang Lebih Mudah Menerima Hidayah?

KIBLAT.NET- Serambi Kiblat adalah program teranyar dari KIBLAT TV, dalam program ini kajian Ustadz dibuat...

Kamis, 04/04/2019 10:38 0

Irak

Koalisi AS Masih Buru Abu Bakar Al-Baghdadi

"Pemimpin ISIS dan para pejuangnya mencuri tanahmu dan membunuh keluargamu, dan sekarang dia bersembunyi dengan aman dari kematian dan kehancuran yang dia tanam, dan dengan informasimu, kamu dapat membalaskan dendamnya dan kehancurannya," isi tulisan di selembaran itu.

Kamis, 04/04/2019 08:44 0

Afrika

Haftar Siapkan Pasukan Serang Libya Barat, Pemerintah di Tripoli Siaga Tempur

ekskalasi terstruktur ini terjadi beberapa hari sebelum diadakannya Forum Kolektif Nasional pada 14, 15 dan 16 April. Forum ini digelar di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan bertujuan mempersiapkan "peta jalan" untuk mengeluarkan Libya dari kekacauan.

Kamis, 04/04/2019 08:18 0

Brunai Darussalam

Sultan Brunai Perintahkan Pengajaran Islam Lebih Digalakkan

Perintah ini seiring dengan mulai diberlakukannya undang-undang Syariat di negara tersebut.

Kamis, 04/04/2019 07:33 0

Palestina

Mengerikan, Israel Jadikan Tahanan Palestina Kelinci Percobaan

Pada bulan Februari, Profesor Israel Nadera Shalhoub-Kevorkian mengungkapkan bahwa otoritas Israel telah mengeluarkan izin kepada perusahaan farmasi besar untuk melakukan tes terhadap tahanan Palestina dan Arab.

Rabu, 03/04/2019 18:54 0

Suriah

Lebih 40.000 Pengungsi Terlantar Setelah Banjir Genangi Suriah Utara

Hujan deras berdampak terhadap puluhan ribu warga sipil, tanaman pangan dan ternak di Idlib. Sementara di Aleppo sebuah rumah sakit terpaksa menunda layanan karena air terus naik.

Rabu, 03/04/2019 18:46 0

Brunai Darussalam

Tetapkan UU Syariah, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Lebih Kuat

Hukuman mati akan berlaku untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, perzinahan, sodomi, perampokan, dan penghinaan atau pencemaran nama baik Nabi Muhammad.

Rabu, 03/04/2019 12:05 1

Afghanistan

Taliban: Dalam Sehari, 26 Warga Sipil Tewas Akibat Operasi Militer AS

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban melaporkan bahwa operasi militer Amerika Serikat menewaskan 26 warga sipil di distrik Paktika, Ghazni, Paktia dan Helmand.

Rabu, 03/04/2019 11:25 0

Close