... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB Protes Penerapan Syariat Islam di Brunei Darussalam

Foto: Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric

KIBLAT.NET, New York – PBB memprotes penerapan Syariat Islam di Brunai Darussalam. Kerajaan Brunai dituding melanggar hak asasi manusia dengan menerapkan undang-undang tersebut.

“Undang-undang yang telah disahkan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip-prinsip yang disebutkan … selama orang menghadapi kriminalisasi, prasangka dan kekerasan karena orientasi seksual, gender atau karakteristik seksual mereka, kita harus melipatgandakan upaya kita untuk mengakhiri pelanggaran itu,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric pada Rabu (03/04/2019).

Ia melanjutkan bahwa Sekjed PBB Antonio Guterich menegaskan wajib menghormati HAM bagi setiap orang di setiap tempat, tanpa ada diskriminasi. Setiap orang memiliki hak untuk hidup dalam kebebasan, kesetaraan, martabat dan hak.

Brunei Darussalam, negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan populasi sekitar 400.000 jiwa, mulai menerapkan undang-undang Syariat pada Rabu. Hukuman itu mencakup rajam bagi pelaku zina yang sudah pernah menikah dan pelaku penyuka sesama jenis serta hukum potong tangan bagi pencuri yang sampai satu nisab.

Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah menegaskan bahwa penerapan Syariat Islam di negaranya untuk memperkuat pengamalan ajaran Islam di negaranya.

“Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat,” katanya.

Negara ini pertama kali memperkenalkan hukum Syariah pada 2014, dengan sistem hukum ganda dengan Syariah dan Common Law. Sultan kemudian mengatakan bahwa hukum pidana baru akan berlaku penuh selama beberapa tahun.

Fase pertama UU memberlakukan hukuman penjara dan denda dilaksanakan pada tahun 2014. Brunei menunda memperkenalkan dua fase terakhir, di mana pelaku kejahatan dapat dihukum potong tangan dan rajam.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pengamat: Narasi Pancasila VS Khilafah Bentuk Kampanye Hitam

isu Pancasila vs Khilafah dalam konteks pemilu, menurut Jaka adalah kampanye hitam yang tidak bermutu

Kamis, 04/04/2019 15:30 0

Indonesia

Pengamat: Meski Diralat, Pernyataan Eks Kapolsek Pasirwangi Termasuk Hoaks

Hoaks yang disebarkan Sulman dinilai lebih fatal dari hoaks yang disebarkan Ratna Sarumpaet.

Kamis, 04/04/2019 13:41 0

Indonesia

Bawaslu dan Gakkumdu Diminta Usut Dugaan Tidak Netralnya Polri di Pemilu

Jaka menambahkan, dalam kontestasi politik, seharusnya polisi maupun pejabat negara lainnya, harus bersikap netral.

Kamis, 04/04/2019 13:03 0

Video News

Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Inilah PR Besar untuk PERSIS

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, PERSIS mengadakan acara Silaturahim Akbar Keluarga Besar Alumni Pesantren...

Kamis, 04/04/2019 12:32 0

Video Kajian

Serambi Kiblat: Kaya dan Miskin, Mana yang Lebih Mudah Menerima Hidayah?

KIBLAT.NET- Serambi Kiblat adalah program teranyar dari KIBLAT TV, dalam program ini kajian Ustadz dibuat...

Kamis, 04/04/2019 10:38 0

Indonesia

Hendropriyono Sebut Pilpres 2019 Khilafah VS Pancasila, Romo Syafii: Aneh dan Dungu!

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebutkan bahwa Pemilu 2019 adalah pertarungan antara ideologi Pancasila dan Khilafah.

Kamis, 04/04/2019 09:00 0

Indonesia

Romo Syafii: ‘Serangan Fajar’ Tidak Akan Terjadi Jika Bawaslu Menunaikan Tugasnya

Romo Syafii: 'Serangan Fajar' Tidak Akan Terjadi Jika Bawaslu Menunaikan Tugasnya

Kamis, 04/04/2019 08:17 0

Indonesia

Soal Kasus AKP Sulman, Romo Syafii: Tuntutan Hukumannya 1/3 Lebih Besar dari Warga Biasa

Selain itu, kata dia, jika polisi melakukan pelanggaran maka tuntutan 1/3 lebih tinggi dari warga biasa.

Kamis, 04/04/2019 06:18 0

Indonesia

Romo Syafii Sebut Polisi di Sumatera Utara Sudah Seperti Timses

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii menyebutkan bahwa di Sumatera Utara itu benar-benar merasakan polisi itu bukan lagi tidak netral.

Rabu, 03/04/2019 23:20 0

Indonesia

Romo Syafii Tak Yakin Pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi karena Emosi

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii tidak yakin jika pengakuan Eks Kapolsek Paswirwangi yang diminta memenangkan Jokowi hanya karena emosi.

Rabu, 03/04/2019 23:03 0

Close