... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat: Jerat-jerat Iblis

Foto: Khutbah Jumat

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَي البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيُكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزكْاَهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ تَعَالَى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa permusuhan iblis terhadap manusia akan terus berlangsung hingga kiamat tiba. Permusahan itu telah dimulai sejak pertama kali Iblis dikeluarkan dari surga. Bahkan dengan nama Allah, iblis berani bersumpah untuk menyesatkan anak Adam hingga mereka bergabung satu barisan dengannya. Kisah tersebut banyak diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an. Di antaranya dalam surat Al-A’raf Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ () ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis berkata, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’raf: 16–17)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Cara yang digunakannya pun beragam. Tidak cukup satu atau dua perangkap, untuk menyesatkan manusia, setan akan bersungguh-sungguh menggunakan segala macam cara hingga akhirnya manusia masuk dalam perangkapnya. Dalam kitab Bada’i’ul Fawa’id, Ibnu Qayyim menyebutkan ada enam perangkap yang digunakan oleh iblis, yaitu:

1. Mengajak Manusia kepada Kekufuran, Kesyirikan, serta Memusuhi Allah dan Rasul-Nya

Kekufuran dan kesyirikan merupakan puncak dari segala kesesatan. Dua dosa ini menjadikan manusia terhalang mendapatkan ampunan Allah. Karena itu, dalam banyak ayat Allah Ta’ala mengancam siapa saja yang kufur serta melakukan kesyirikan maka balasannya adalah neraka Jahannam. Maka jika setan berhasil menggida manusia dengan perangkap ini, redalah rintihannya dan tenanglah dirinya. Sebab, ia tidak perlu capek-capek lagi menggoda dan menyesatkan manusia.

Inilah perangkap yang pertama kali diinginkan setan dari manusia. Jika ia berhasil menjerat manusia ke dalamnya, maka ia akan menahan dan memasukkannya ke dalam tentara dan punggawa-punggawanya. Dengan begitu, manusia tadi menjadi bagian dari para penyeru bagi Iblis. Akan tetapi, jika ia gagal dengan perangkapnya ini, ia beralih ke tingkatan kedua, yaitu:

2. Mengajak Manusia untuk Melakukan Bid’ah

Perbuatan bid’ah adalah sesuatu yang paling dicintai oleh setan daripada kefasikan dan pembangkangan. Bahaya bid’ah bagi kemaslahatan agama sangatlah menular dan jauh lebih berbahaya. Sebab, bid’ah itu bertentangan dengan dakwah para Rasul. Seseorang yang melakukan dosa dia pasti sadar bahwa dirinya berada dalam kesalahan. Sementara orang yang melakukan bid’ah, dia tidak menyadari jika dirinya berada dalam kesalahan. Bahkan menganggap paling benar di antara yang lain. Karena itu, bid’ah sejatinya lebih berbahaya dari maksiat itu sendiri.

BACA JUGA  Banyak Korban Jiwa Berjatuhan, Ketua DPR Kritisi Pemilu 2019

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Jika perangkap ini dinilai tidak berhasil atau justru yang digodanya malah berada dalam barisan yang memusuhi pelaku bid’ah dan kesesatannya, maka setan akan beralih ke tingkatan ketiga, yaitu:

3. Menggoda agar Mau Melakukan Dosa-dosa Besar dengan Berbagai Macam Bentuknya

Setan senantiasa memprovokasi manusia agar terjerumus ke dalam dosa-dosa besar ini. Terutama jika manusia itu terhitung seorang alim yang memiliki banyak pengikut. Tujuannya adalah supaya para pengikutnya menjauhi si alim tersebut setelah mereka tahu bahwa orang yang diikutinya ternyata melakukan tindakan dosa besar.

Menurut Nabi SAW, ada tujuh macam dosa besar yang dapat membinasakan manusia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: “Jauhilah tujuh dosa yang dapat membinasakan. Shahabat bertanya: Apa itu ya Rasulullah? Jawab Nabi SAW: (1) syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali yang hak (dibenarkan), (4) makan harta riba, (5) memakan harta anak yatim, (6) melarikan diri dari peperangan (pengecut), dan (7) menghukum mati para mukminat yang  baik-baik dengan tuduhan zina” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Namun ketika setan-setan itu gagal dengan perangkapnya ini, mereka akan menempuh perangkapnya yang keempat, yaitu;

4. Menjerumuskan ke dalam Dosa-dosa Kecil

Jika dosa-dosa kecil ini terkumpul, ia bisa membinasakan pemiliknya. Nabi SAW Bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ

“Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan berhimpun pada seseorang, sehingga akan membinasakannya.” (HR. Ahmad)

Disebutkan dalam hadits yang lain yang maknanya, bahwa setiap orang dari mereka membawa sebilah kayu bakar. Kemudian mereka menyalakan api dengannya hingga menjadi api unggun yang sangat besar, kemudian mereka terpanggang di atas api yang mereka nyalakan sendiri.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Apabila seseorang menggampangkan perkara dosa kecil, ia akan meremehkannya sama sekali. Maka pelaku dosa besar yang masih merasa takut menjadi lebih baik darinya. Demikianlah perangkap setan untuk menjerat manusia. Apabila gagal dengan perangkap ini, setan akan menempuh perangkap yang kelima, yaitu:

5. Menyibukkan Manusia dengan Hal-hal yang Mubah

Yaitu perkara yang tidak ada pahala dan hukumannya. Tetapi hukuman dari kesibukan tersebut adalah hilangnya pahala gara-gara ia sibuk dengan perkara-perkara mubah.

Padahal kebaikan seseorang sangat bergantung pada sejauh mana dia memanfaatkan waktu untuk meraih amal shalih. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

“Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya)

Sesuatu yang tidak bermanfaat bagi seorang muslim, bisa berbentuk perkataan bisa juga berbentuk perbuatan. Jadi setiap perkataan dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya baik itu untuk kepentingan ukhrawi seorang muslim ataupun untuk kepentingan duniawinya, seharusnya dia tinggalkan agar keislamannya menjadi baik (Lihat: Syarh al-Arba’in Haditsan an-Nawawiyah, oleh Imam Nawawi hal: 40)

Apabila setan gagal dengan perangkapnya ini, bahkan orang yang ia goda tersebut sangat menjaga dan memanfaatkan waktunya untuk beramal, maka setan akan beralih ke perangkap keenam, yaitu:

BACA JUGA  Persiapan-persiapan Menyambut Ramadhan

6. Menyibukkannya dengan Perbuatan-perbuatan yang Kurang Utama dari yang Lebih Utama

Tujuannya agar keutamaan itu dijauhkan darinya dan hilanglah pahala amal yang lebih utama.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Apabila melalui enam perangkap ini setan masih bisa dikalahkan oleh seorang hamba. Setan akan memerintahkan seluruh golongannya, baik dari kalangan manusia maupun jin untuk menyerang hamba tersebut dengan berbagai macam penderitaan yang lain. Mulai dari bentuk penghinaan, cacian, cemooh, tuduhan sesat, kafir, pembid’ahan, dan bentuk-bentuk tahdzir lainnya.

Tujuannya adalah membuat hamba tersebut menjadi malas beramal dan memadamkan (semangatnya) untuk mengganggu hatinya. Oleh karena itu, usaha seorang hamba untuk mengalahkan setan dari golongan manusia dan jin tidak boleh berhenti. Ia akan terus berperang, tidak akan menyerah sampai mati. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari semua makar dan tipu daya setan serta memasukkan kita semua ke dalam Jannah Firdaus

 

اَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

 وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ :

(( إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ))

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Zoom In: 5 Peristiwa yang Dialami Rasul Saat Isra’ Mi’raj?

KIBLAT.NET- Isra Mi’raj ialah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Masjid Haram di...

Kamis, 04/04/2019 17:00 0

Indonesia

Komisi VII DPR Temukan Penyimpangan Pengelolaan Limbah Pertamina di Riau

Penyimpangan mulai dari penyimpanan limbah, pembuangan limbah, hingga keamanan di sekitar pembuangan limbahnya.

Kamis, 04/04/2019 16:47 0

Brunai Darussalam

PBB Protes Penerapan Syariat Islam di Brunei Darussalam

Brunei Darussalam, negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan populasi sekitar 400.000 jiwa, mulai menerapkan undang-undang Syariat pada Rabu

Kamis, 04/04/2019 15:30 0

Indonesia

Pengamat: Narasi Pancasila VS Khilafah Bentuk Kampanye Hitam

isu Pancasila vs Khilafah dalam konteks pemilu, menurut Jaka adalah kampanye hitam yang tidak bermutu

Kamis, 04/04/2019 15:30 0

Wilayah Lain

Pembantai 50 Muslim di Selandia Baru Dituntut 89 Dakwaan

Dalam sebuah pernyataan singkat, polisi mempertimbangkan untuk mengajukan lebih banyak tuntutan terhadap Tarrant. Meski tidak menyebut rincian.

Kamis, 04/04/2019 14:56 0

Suriah

Rusia Kembali Serang Lokasi HTS Bersamaan Patroli Turki di Idlib

Serangan menargetkan lokasi Jabhah Nusrah (baca: Hai’ah Tahrir Al-Syam) itu bersamaan dengan pelaksanaan patrol militer Turki di zona penyangga di Idlib selatan.

Kamis, 04/04/2019 14:35 0

Indonesia

Pengamat: Meski Diralat, Pernyataan Eks Kapolsek Pasirwangi Termasuk Hoaks

Hoaks yang disebarkan Sulman dinilai lebih fatal dari hoaks yang disebarkan Ratna Sarumpaet.

Kamis, 04/04/2019 13:41 0

Indonesia

Bawaslu dan Gakkumdu Diminta Usut Dugaan Tidak Netralnya Polri di Pemilu

Jaka menambahkan, dalam kontestasi politik, seharusnya polisi maupun pejabat negara lainnya, harus bersikap netral.

Kamis, 04/04/2019 13:03 0

Video News

Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Inilah PR Besar untuk PERSIS

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, PERSIS mengadakan acara Silaturahim Akbar Keluarga Besar Alumni Pesantren...

Kamis, 04/04/2019 12:32 0

Afrika

Pasukan Haftar Unjuk Kekuatan di Dekat Tripoli, Militer Libya Mulai Waspada

Ada kemungkinan Haftar ingin mencapai Tripoli sebelum konferensi agar dianggap sebagai komandan keamanan de facto di wilayah barat.

Kamis, 04/04/2019 11:32 0

Close