... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tetapkan UU Syariah, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Lebih Kuat

Foto: Sultan Brunei Hassanal Bolkiah

KIBLAT.NET, Bandar Sri Begawan – Brunei Darussalam secara resmi memberlakukan undang-undang baru untuk menghukum rajam pelaku seks bebas dan LGBT hari ini, Rabu (03/04/2019). UU baru juga menetapkan hukumpan potong tangan bagi pencuri.

Langkah ini disebut memicu protes internasional. Kendati demikian, sultan Sultan Hassanal Bolkiah menegaskan bahwa upaya ini untuk memperkuat pengamalan ajaran Islam di negaranya.

“Saya ingin melihat ajaran Islam di negara ini tumbuh lebih kuat,” kata Sultan Hassanal Bolkiah, menurut kantor berita AFP, tanpa menyinggung UU baru.

Brunei menetapkan bahwa homoseksualitas ilegal dan dapat dihukum hingga 10 tahun penjara. Mendapati UU baru, komunitas gay Brunei menyatakan takut dan berniat meninggalkan negara.

Brunei, di bawah Sultan Hassanal Bolkiah (72) tumbuh menjadi negara kaya dengan hasil ekspor minyak dan gas.

Muslim membentuk sekitar dua pertiga dari populasi negara itu dari 420.000. Brunei telah mempertahankan hukuman mati tetapi belum melakukan eksekusi sejak 1957.

Negara ini pertama kali memperkenalkan hukum Syariah pada 2014, dengan sistem hukum ganda dengan Syariah dan Common Law. Sultan kemudian mengatakan bahwa hukum pidana baru akan berlaku penuh selama beberapa tahun.

Fase pertama UU memberlakukan hukuman penjara dan denda dilaksanakan pada tahun 2014. Brunei menunda memperkenalkan dua fase terakhir, di mana pelaku kejahatan dapat dihukum potong tangan dan rajam.

BACA JUGA  Sekulerisme, Menghalangi Manusia Menjadi Muslim Sejati

Pada hari Sabtu, pemerintah merilis sebuah pernyataan di situs webnya yang mengatakan bahwa hukum pidana syariah akan sepenuhnya diterapkan pada hari Rabu.

Hukuman mati akan berlaku untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, perzinahan, sodomi, perampokan, dan penghinaan atau pencemaran nama baik Nabi Muhammad.

Sementara hukuman cambuk dipublik diberlakukan bagi pelaku aborsi. Adapun pelaku pencurian akan dihukum potong tangan.

UU juga mempidanakan orang yang “membujuk, memberi tahu atau mendorong” anak-anak Muslim di bawah usia 18 untuk menerima ajaran agama selain Islam.

Hukum sebagian besar berlaku untuk Muslim, meskipun dalam beberapa aspek akan berlaku untuk non-Muslim.

Sumber: BBC
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Tetapkan UU Syariah, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Lebih Kuat”

  1. Kelegaan bagi mukmin diberbagai negara untuk pindah ke negara brunei yg diberkahi. Kalau dasar negara sudah memberlakukan dasar2 syariat seperti ini, sudah sepatutnya rakyat menaati pemimpin. Beda dgn pemimpin kufur jokowi dan antek2nya itu, harus diperangi karena dibelakangnya terdapat kelompok yg merusak mana salafy, ya mereka murji’ah yg menyeru jama’ahnya utk mencoblos & bahkan mengharamkan golput, Naudzubillahi min zalik

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ust. Dr. Henri Shalahuddin: RUU P-KS dalam Perspektif Islam

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, INSISTS menggelar seminar bertajuk “Islam, Gender dan Seksualitas” yang...

Rabu, 03/04/2019 10:17 0

Indonesia

Iklan Anti Poligami di Televisi, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Adukan PSI ke KPI

Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) menyurati Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas iklan partai PSI di televisi.

Selasa, 02/04/2019 22:28 1

Indonesia

Prof. Mudzakir: Cabut Pernyataan, Eks Kapolsek Pasarwangi Sebar Hoaks

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Mudzakkir mengatakan bahwa kasus eks Kapolsek Pasirwangi melebihi kasus Ratna Sarumpaet.

Selasa, 02/04/2019 21:28 0

Indonesia

Meski Buat Klarifikasi, Eks Kapolsek Pasirwangi Harus Tetap Diadili

Prof. Mudzakkir mengatakan bahwa klarifikasi dari eks Kapolsek Pasirwangi tidak akan mempengaruhi berjalannya proses hukum.

Selasa, 02/04/2019 17:08 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Siapa yang Bilang PERSIS Anti NKRI, Berarti Dia Ahistoris

KIBLAT.NET, Jakarta – Persatuan Islam atau PERSIS adalah satu dari sekian organisasi massa tertua di...

Selasa, 02/04/2019 16:38 0

Indonesia

Pakar Hukum Pidana: Pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi Mirip Kasus Ratna Sarumpaet

- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa kasus eks Kapolsek Pasirwangi mirip dengan kasus Ratna Sarumpaet.

Selasa, 02/04/2019 15:37 1

Indonesia

Pakar Hukum Pidana Curiga Klarifikasi Eks Kapolsek Pasirwangi karena Tekanan

Pakar Hukum Pidana Curiga Klarifikasi Eks Kapolsek Pasirwangi karena Tekanan

Selasa, 02/04/2019 15:27 0

Opini

Pemberantasan Hoaks dengan UU Terorisme: Celah Legalisasi Bungkam Lawan Politik

Wacana penggunaan UU terorisme untuk mengatasi hoaks begitu terlihat memaksakan dan tidak berkaitan. Pasalnya, wacana ini lebih kental berangkat dari rasa ketakutan di tubuh rezim yang berkuasa karena ingin mempertahankan status quo.

Selasa, 02/04/2019 14:09 1

Indonesia

Hanya Dua Santri, Kenang KH. Aceng Zakaria Saat Mondok di Pesantren Persis 

"Karena alumninya hanya dua orang, jadi ujiannya hanya dua orang. Tapi alhamdulillah lulus 100 persen," kenangnya ketika memberi sambutan.

Selasa, 02/04/2019 13:36 0

Video News

Kiblat Review: Taliban Menang Lawan Amerika

KIBLAT.NET- Peristiwa serangan WTC 9 September 2001, menjadi alasan Amerika untuk invasi Afghanistan. Dimana saat...

Selasa, 02/04/2019 13:01 0

Close