... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masyarakat Tidak Bodoh, Jubir BPN Nilai “Serangan Fajar” Tak Efektif

Foto: Jubir BPN Dedi Gumelar alias Miing. (Liputan 6)

KIBLAT.NET, Jakarta – Terkait bagi-bagi amplop untuk menang pemilu atau kerap disebut “serangan fajar”, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dedi Gumelar menyebut upaya tersebut tidak efektif. Menurutnya, lebih efektif jika calon turun langsung ke lapangan untuk kampanye.

“Dengan cara turun ke bawah dan bekerja itu jauh lebih efektif dari pada hanya ngasih uang,” ujarnya dalam forum ILC TV One, Selasa (02/04/2019).

Miing Bagito, sapaan akrabnya dahulu, beralasan belum tentu rakyat yang menerima uang tersebut akan memilih salah satu pasangan. Karena kerap terjadi “perselingkuhan”.

“Kalau ada masyarakat yang dikasih uang sama si ‘A’, nyoloknya belum tentu si ‘A’. Jadi berselingkuh juga pada akhirnya,” tambahnya.

Dedi Gumelar juga menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak bodoh. Dan suara publik saat ini tidak mudah untuk dibeli. Oleh karena itulah Dedi mengusulkan agar turun langsung ke lapangan dan bekerja untuk mendapatkan suara.

“Orang kampung selalu dianggap bodoh, lalu gampang untuk dibeli. Saya kira tidak juga sekarang, apa yang akan terjadi? Mereka akan melakukan perselingkuhan,” ucapnya.

Belum lama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah OTT mendapati sejumlah uang yang telah disiapkan untuk serangan fajar dari seorang politisi Golkar. Terkait ini, Dedi menengarai ada pihak-pihak lain berbuat serupa tapi belum terungkap.

“Peristiwa ini yang bukan pertama kali dan ini pastinya ada,” kata Dedi.

BACA JUGA  Udara Palembang Memburuk, Sekolah Pun Tak Masuk

Reporter: Haikal
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Brunai Darussalam

Tetapkan UU Syariah, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Lebih Kuat

Hukuman mati akan berlaku untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, perzinahan, sodomi, perampokan, dan penghinaan atau pencemaran nama baik Nabi Muhammad.

Rabu, 03/04/2019 12:05 1

Afghanistan

Taliban: Dalam Sehari, 26 Warga Sipil Tewas Akibat Operasi Militer AS

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban melaporkan bahwa operasi militer Amerika Serikat menewaskan 26 warga sipil di distrik Paktika, Ghazni, Paktia dan Helmand.

Rabu, 03/04/2019 11:25 0

Afrika

Didemo Berminggu-minggu, Presiden Aljazair Akhirnya Lengser

Rakyat berkumpul merayakan pengunduran diri Bouteflika. Mereka menyanyikan lagu dan mengibarkan bendera di depan kantor pos pusat kota.

Rabu, 03/04/2019 10:51 0

Video News

Ust. Dr. Henri Shalahuddin: RUU P-KS dalam Perspektif Islam

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, INSISTS menggelar seminar bertajuk “Islam, Gender dan Seksualitas” yang...

Rabu, 03/04/2019 10:17 0

Afrika

Pembantaian Etnis Muslim Mali dan Peran Militer Prancis

Pembantaian Fulani terjadi karena penolakan etnis tersebut untuk bergabung milisi pro pemerintah yang mau bertempur di barisan pasukan Prancis.

Rabu, 03/04/2019 09:43 0

Afrika

Prancis Perluas Operasi Militer di Mali

"Hari ini, kami sedang bersiap untuk melakukan ekspansi di daerah tetangga lainnya, Gourma, untuk melakukan hal yang sama," katanya, sambil terus mendukung stabilitas Liptako, di mana saat ini terdapat 500 tentara Prancis.

Rabu, 03/04/2019 07:36 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Siapa yang Bilang PERSIS Anti NKRI, Berarti Dia Ahistoris

KIBLAT.NET, Jakarta – Persatuan Islam atau PERSIS adalah satu dari sekian organisasi massa tertua di...

Selasa, 02/04/2019 16:38 0

Brunai Darussalam

Brunei Tetapkan Hukuman Mati, Komunitas LGBT Berpikir Melarikan Diri

Banyak orang dalam komunitas LGBT di negara itu berpikir untuk melarikan diri. Meski ada beberapa yang tinggal dan berharap hukum itu tidak akan pernah ditetapkan.

Selasa, 02/04/2019 16:37 0

Afrika

Ekspansi Dogon dan Pembelaan Jihadis Mali untuk Kaum Fulani

Kelompok Dozo, yang telah aktif selama berabad-abad dan sebagian besar terdiri dari Bambara, juga telah mengangkat senjata melawan kaum Islamis dan melawan Fulani.

Selasa, 02/04/2019 16:09 0

Afrika

Pemerintah Mali Didesak Cegah Lebih Banyak Pelanggaran HAM

“Kejahatan-kejahatan ini tidak dihukum. Beberapa investigasi telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi mereka sebagian besar gagal dibawa ke persidangan,” kata Shamdasani.

Selasa, 02/04/2019 14:42 0

Close