... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KAMMI: Polri Harus Netral Dalam Pemilu

Foto: KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) meminta pejabat polri tidak ikut berpolitik dalam pilpres 2019. Hal ini disampaikan Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi lantaran adanya kabar keterlibatan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk mengarahkan seluruh Kapolsek di Garut Memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

“Kami meminta pejabat polri harus netral dalam setiap pemilu. TIdak boleh berpihak, ini sudah menjadi amanat undang-undang untuk menjadikan polri sebagai penengah bukan pengarah kesalah satu calon” kata Irfan dalam rilis persnya, Rabu, (03/04/2019).

Irfan menilai, jika pejabat-pejabat polri di pusat dan daerah terlibat dalam memenangkan calon akan berbahaya bagi perjalanan demokrasi di Indonesia.

“Akan sangat berbahaya apabila pejabat Polri terlibat dalam memenangkan salah satu calon. Karena dia pasti punya sumberdaya dan kekuasaan yang besar untuk digunakan dalam politik” kata Irfan.

Namun, Irfan merasa heran dengan Kapolsek Pasirwangi Garut AKP Sulman Aziz yang mencabut pernyataan yang mengatakan Kapolres Garut mengarahkan untuk Memenagkan Jokowi-Ma’ruf.

“Saya juga heran kenapa pernyataan itu dicabut oleh pak Sulman Aziz, ada apa sebenarnya? Apalagi pencabutan itu dilakukan bertepatan dengan hari dia menghadap ke Kapolda Jabar” tandas Irfan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Brunai Darussalam

Tetapkan UU Syariah, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Lebih Kuat

Hukuman mati akan berlaku untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, perzinahan, sodomi, perampokan, dan penghinaan atau pencemaran nama baik Nabi Muhammad.

Rabu, 03/04/2019 12:05 1

Afghanistan

Taliban: Dalam Sehari, 26 Warga Sipil Tewas Akibat Operasi Militer AS

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban melaporkan bahwa operasi militer Amerika Serikat menewaskan 26 warga sipil di distrik Paktika, Ghazni, Paktia dan Helmand.

Rabu, 03/04/2019 11:25 0

Afrika

Didemo Berminggu-minggu, Presiden Aljazair Akhirnya Lengser

Rakyat berkumpul merayakan pengunduran diri Bouteflika. Mereka menyanyikan lagu dan mengibarkan bendera di depan kantor pos pusat kota.

Rabu, 03/04/2019 10:51 0

Video News

Ust. Dr. Henri Shalahuddin: RUU P-KS dalam Perspektif Islam

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, INSISTS menggelar seminar bertajuk “Islam, Gender dan Seksualitas” yang...

Rabu, 03/04/2019 10:17 0

Afrika

Pembantaian Etnis Muslim Mali dan Peran Militer Prancis

Pembantaian Fulani terjadi karena penolakan etnis tersebut untuk bergabung milisi pro pemerintah yang mau bertempur di barisan pasukan Prancis.

Rabu, 03/04/2019 09:43 0

Afrika

Prancis Perluas Operasi Militer di Mali

"Hari ini, kami sedang bersiap untuk melakukan ekspansi di daerah tetangga lainnya, Gourma, untuk melakukan hal yang sama," katanya, sambil terus mendukung stabilitas Liptako, di mana saat ini terdapat 500 tentara Prancis.

Rabu, 03/04/2019 07:36 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Siapa yang Bilang PERSIS Anti NKRI, Berarti Dia Ahistoris

KIBLAT.NET, Jakarta – Persatuan Islam atau PERSIS adalah satu dari sekian organisasi massa tertua di...

Selasa, 02/04/2019 16:38 0

Brunai Darussalam

Brunei Tetapkan Hukuman Mati, Komunitas LGBT Berpikir Melarikan Diri

Banyak orang dalam komunitas LGBT di negara itu berpikir untuk melarikan diri. Meski ada beberapa yang tinggal dan berharap hukum itu tidak akan pernah ditetapkan.

Selasa, 02/04/2019 16:37 0

Afrika

Ekspansi Dogon dan Pembelaan Jihadis Mali untuk Kaum Fulani

Kelompok Dozo, yang telah aktif selama berabad-abad dan sebagian besar terdiri dari Bambara, juga telah mengangkat senjata melawan kaum Islamis dan melawan Fulani.

Selasa, 02/04/2019 16:09 0

Afrika

Pemerintah Mali Didesak Cegah Lebih Banyak Pelanggaran HAM

“Kejahatan-kejahatan ini tidak dihukum. Beberapa investigasi telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi mereka sebagian besar gagal dibawa ke persidangan,” kata Shamdasani.

Selasa, 02/04/2019 14:42 0

Close