... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahri Hamzah Sebut Kecurangan Terbesar Pemilu Ada di Petugas

Foto: Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Fahri Hamzah menyatakan bahwa pengaruh dari kecurangan money politic dalam pemilu yang terdapat pada rakyat hanya kecurangan kecil. Menurutnya money politic terbesar terdapat pada petugas (pemilu.red).

“Kalau kita mau jujur soal kecurangan pemilu, sebenarnya kecurangan pemilu yang dikasih ke rakyat itu sebenarnya kecurangan kecil itu. Kecurangan yang besar itu adalah yang diberikan kepada petugas, dengan segala maaf kita harus katakana itu,” ucap Fahri dalam forum Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (02/04/2019).

Menurut pria dari Nusa Tenggara Barat itu, rakyat yang disuguhi 1 buah amplop belum tentu bisa merubah pilihannya dan tidak memiliki pengaruh yang kuat dalam kemenangan salah satu partai.

“Tapi kalau petugas, itu dia bisa mengubah angka, dia bisa melakukan pencoblosan sendiri,” tuturnya

Fahri sendiri merasa heran ketika kecurangan dalam pemilu dianggap sebagai hal wajar. Menurutnya, semua kecurangan pemilu harus diselesaikan dan dibuka ke publik.

“Sebab saya percaya, kalau gambar besarnya diberesin ini semua akan hilang dengan sendirinya. Tapi kalau gambar besarnya gak beres, kita disibukan oleh kegiatan hari-hari nangkap orang, ini yang saya usulkan,” tutupnya.

Reporter: Syuja A
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Brunai Darussalam

Tetapkan UU Syariah, Sultan Brunei: Saya Ingin Islam Tumbuh Lebih Kuat

Hukuman mati akan berlaku untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, perzinahan, sodomi, perampokan, dan penghinaan atau pencemaran nama baik Nabi Muhammad.

Rabu, 03/04/2019 12:05 1

Afghanistan

Taliban: Dalam Sehari, 26 Warga Sipil Tewas Akibat Operasi Militer AS

Imarah Islam Afghanistan atau Taliban melaporkan bahwa operasi militer Amerika Serikat menewaskan 26 warga sipil di distrik Paktika, Ghazni, Paktia dan Helmand.

Rabu, 03/04/2019 11:25 0

Afrika

Didemo Berminggu-minggu, Presiden Aljazair Akhirnya Lengser

Rakyat berkumpul merayakan pengunduran diri Bouteflika. Mereka menyanyikan lagu dan mengibarkan bendera di depan kantor pos pusat kota.

Rabu, 03/04/2019 10:51 0

Video News

Ust. Dr. Henri Shalahuddin: RUU P-KS dalam Perspektif Islam

KIBLAT.NET- Pada Ahad, 31 Maret 2019, INSISTS menggelar seminar bertajuk “Islam, Gender dan Seksualitas” yang...

Rabu, 03/04/2019 10:17 0

Afrika

Pembantaian Etnis Muslim Mali dan Peran Militer Prancis

Pembantaian Fulani terjadi karena penolakan etnis tersebut untuk bergabung milisi pro pemerintah yang mau bertempur di barisan pasukan Prancis.

Rabu, 03/04/2019 09:43 0

Afrika

Prancis Perluas Operasi Militer di Mali

"Hari ini, kami sedang bersiap untuk melakukan ekspansi di daerah tetangga lainnya, Gourma, untuk melakukan hal yang sama," katanya, sambil terus mendukung stabilitas Liptako, di mana saat ini terdapat 500 tentara Prancis.

Rabu, 03/04/2019 07:36 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Siapa yang Bilang PERSIS Anti NKRI, Berarti Dia Ahistoris

KIBLAT.NET, Jakarta – Persatuan Islam atau PERSIS adalah satu dari sekian organisasi massa tertua di...

Selasa, 02/04/2019 16:38 0

Brunai Darussalam

Brunei Tetapkan Hukuman Mati, Komunitas LGBT Berpikir Melarikan Diri

Banyak orang dalam komunitas LGBT di negara itu berpikir untuk melarikan diri. Meski ada beberapa yang tinggal dan berharap hukum itu tidak akan pernah ditetapkan.

Selasa, 02/04/2019 16:37 0

Afrika

Ekspansi Dogon dan Pembelaan Jihadis Mali untuk Kaum Fulani

Kelompok Dozo, yang telah aktif selama berabad-abad dan sebagian besar terdiri dari Bambara, juga telah mengangkat senjata melawan kaum Islamis dan melawan Fulani.

Selasa, 02/04/2019 16:09 0

Afrika

Pemerintah Mali Didesak Cegah Lebih Banyak Pelanggaran HAM

“Kejahatan-kejahatan ini tidak dihukum. Beberapa investigasi telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi mereka sebagian besar gagal dibawa ke persidangan,” kata Shamdasani.

Selasa, 02/04/2019 14:42 0

Close