... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ust. Bachtiar Nasir Singgung Lembaga Jadikan Sekolah Ajang Bisnis

Foto: Ustadz Bachtiar Nasir

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga pendidikan baik itu berupa sekolah, universitas dan lainnya seharusnya menjadi tempat untuk kaderisasi maupun kegiatan belajar-mengajar. Namun realitanya hari ini justru banyak yang menggunakannya untuk kepentingan bisnis. Demikian disampaikan Ustadz Bachtiar Nasir di acara Silaturahim Akbar Keluarga Besar Alumni Pesantren Persatuan Islam (Persis) di Auditorium BPPT Jakarta Pusat, Ahad (31/03/2019).

Dai nasional yang akrab dengan panggilan UBN itu menambahkan, banyak sekali lembaga pendidikan yang abal-abal, terlihat bagus di permukaannya saja. Menurutnya, bukan sebuah hal yang sulit sebenarnya jika Persis ingin membuat sebuah lembaga pendidikan seperti itu, sekalipun bertaraf internasional.

“Ada banyak tanah wakafnya, Persis tinggal bilang wahai nguru-guru besar internasional, siapa yang mau ngajar disini saya akan gaji sekian puluh juta sebulan, ramai nggak guru yang datang? Ramai. Trus bikinlah planning sarpranya, pesantren internasional, umumkan kepada orang tua bahwa kami berencana membuat pesantren internasional dan ini guru-gurunya juga sudah siap tamatan luar negeri, digaji dengan bayaran mahal,” ujar UBN membuat ilustrasi.

“Dengan begitu tentu orang tua akan mau memasukkan anaknya ke sekolah tersebut dan berani membayar mahal. Setelah terkumpul 200-300 murid tinggal ke bank, bank akan mau membiayai,” tambahnya.

Jika pendidikan di Indonesia seperti itu, lanjut UBN, maka hal tersebut tidak ubahnya seperti jual-beli, yaitu membayar dan dibayar.

BACA JUGA  Haris Azhar Kritik Kebijakan Jokowi Soal Listrik Gratis

“Apalagi untuk jabatan kepala sekolah, jabatan ketua perguruan tinggi, apalagi rektor, segala macam pakai sogokan jabatan pula, mahasiswa apa yang akan dilahirkan?” sindirnya.

Dari sini, dia mengimbau kepada seluruh alumni pesantren Persis untuk bangga dan merasa beruntung karena telah dimasukkan oleh orangtuanya ke dalam pesantren. Karena di pesantren Persis tidak menerapkan sistem bisnis dalam pendidikannya.

“Pendidikan yang didirikan oleh persis tentu tidak lepas dari sejarah awalnya, untuk mengembalikan Islam pada orisinalitasnya, Islam yang anti pada kemusyrikan, yang anti pada kemunafikan, yang anti pada ‘TBC’, Tahayyul Bid’ah Churofat,” ungkapnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

20 Tahun Dipenjara, “Taliban Amerika” John Walker Lindh Segera Bebas

Lindh yang dijuluki sebagai “Taliban Amerika” ini tertangkap saat  invasi AS pada November 2001 di Afghanistan, dan dipenjara di pos pertahanan militer Qala-i-Jangi bersama ratusan pejuang Taliban lainnya.

Selasa, 02/04/2019 11:26 0

Suriah

Standarkan Harga Roti, Pemerintah Idlib Wajibkan Produsen Berizin

Bagi toko roti yang tidak memiliki lisensi terncam ditutup. Pengajuan izin gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Selasa, 02/04/2019 08:24 0

Afghanistan

Jelang Musim Semi, Pertempuran Sengit Meningkat di Afghanistan

"Pasukan pemerintah berada dalam posisi ofensif tahun ini. Kami menghadapi banyak pertempuran dan juga korban tentu saja," kata sumber keamanan senior Afghanistan.

Selasa, 02/04/2019 07:00 0

Turki

Partai AK Menang Tipis di Istanbul, Kalah di Ibukota Turki

Partai AK memimpin di 16 kota metropolitan dan 24 provinsi lainnya. Pada tahun 2014, Partai AK memenangkan pemilihan lokal di 18 kota metropolitan dan 30 provinsi lainnya.

Senin, 01/04/2019 12:09 0

Eropa

Tak Ada Muslim dalam 10 Teratas Penjahat di Jerman, Partai Anti-Islam Kecewa

Bukan pertama kalinya AfD menerima hasil yang tidak diinginkan. Tahun lalu, partai itu akhirnya menghapus polling di Twitter yang menanyakan "Apakah Islam bagian dari Jerman?"

Senin, 01/04/2019 11:26 0

Amerika

Facebook Perketat Layanan Live Streaming Pasca Teror Selandia Baru

Jejaring sosial ini juga sedang mengembangkan perangkat lunak untuk dengan cepat mengidentifikasi video atau gambar kekerasan yang diedit untuk mencegahnya dibagikan atau diposting kembali.

Senin, 01/04/2019 10:55 0

Palestina

Dituduh Lempari Mobil Pemukim Yahudi, Siswa SD Palestina Ini Ditangkap saat Sekolah

Dua tentara Israel bersenjata lengkap menggerebek sekolah di tepi Barat itu.

Senin, 01/04/2019 09:25 0

Foto

Banjir Rendam Kamp Pengungsi di Idlib, Begini Kondisinya

Kondisi itu semakin menyulitkan hidup para pengungsi. 

Senin, 01/04/2019 07:45 0

Yaman

Syiah Hutsi Eksekusi Puluhan Anggotanya yang Berencana Menyerah

eksekusi itu dilakukan di lokasi proyek sumur di kota Drehami secara brutal. Mayat-mayat mereka dikubur di belakang sebuah sekolah.

Senin, 01/04/2019 07:13 0

Palestina

Aksi Protes Setahun Great March of Return, 4 Warga Palestina Gugur

Korban keempat ditembak di timur perbatasan Khan Younis, Gaza Selatan

Ahad, 31/03/2019 17:45 0

Close