... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Prof. Mudzakir: Cabut Pernyataan, Eks Kapolsek Pasarwangi Sebar Hoaks

Foto: Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Mudzakir

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Mudzakkir mengatakan bahwa kasus eks Kapolsek Pasirwangi melebihi kasus Ratna Sarumpaet. Bahkan, peristiwa ini melebihi kasus Ratna karena dilakukan oleh penegak hukum.

“Kalau bohong ya sama saja, bahkan lebih jahat ini daripada Ratna. Karena ini seorang aparat penegak hukum” Ucapnya saat dihubungi Kiblat.net, pada Selasa (02/04/2019).

Namun, menurut Muzakkir semua pengakuan AKP Sulman Aziz sejak awal harus dibuktikan terlebih dahulu. Jika memang pengakuannya tersebut terbukti ada, maka itu lebih bagus karena membuktikan dirinya sebagai polisi yang profesional.

“Kalau itu pengakuannya benar bahwa dia ini kemudian dipindahkan dan seterusnya, saya kira itu bagus. Karena dia itu punya pemikiran yang tinggi terhadap komisinya, disuruh melakukan pelanggaran dia nggak mau,” Kata Mudzakkir.

Sebelum AKP Sulman Aziz mencabut pernyataannya, kata dia, saya sempat menganggap pengakuan eks kapolsek Pasirwangi tersebut sudah bagus. Karena telah berkomitmen sebagai polisi yang tidak memihak.

“Saya kira kan yang sebelumnya sudah bagus dia secara image dan sebagainya sudah bagus itu. Secara imagenya udah bagus bahwa dia punya komitmen terhadap profesinya sebagai polisi yang tidak memihak,” ujarnya.

Muzakkir juga mengatakan apabila pengakuan AKP Sulman dicabut, maka eks Kapolsek tersebut telah melakukan kejahatan berupa menyebarkan berita palsu.

“kalau dia mencabut berarti dia berbuat jahat juga karena dia telah menyebarkan berita palsu,” pungkasnya.

BACA JUGA  Umat Islam Pontianak Shalat Idul Adha Dikepung Kabut Asap

Reporter: Haikal
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ust. Bachtiar Nasir: Siapa yang Bilang PERSIS Anti NKRI, Berarti Dia Ahistoris

KIBLAT.NET, Jakarta – Persatuan Islam atau PERSIS adalah satu dari sekian organisasi massa tertua di...

Selasa, 02/04/2019 16:38 0

Brunai Darussalam

Brunei Tetapkan Hukuman Mati, Komunitas LGBT Berpikir Melarikan Diri

Banyak orang dalam komunitas LGBT di negara itu berpikir untuk melarikan diri. Meski ada beberapa yang tinggal dan berharap hukum itu tidak akan pernah ditetapkan.

Selasa, 02/04/2019 16:37 0

Afrika

Ekspansi Dogon dan Pembelaan Jihadis Mali untuk Kaum Fulani

Kelompok Dozo, yang telah aktif selama berabad-abad dan sebagian besar terdiri dari Bambara, juga telah mengangkat senjata melawan kaum Islamis dan melawan Fulani.

Selasa, 02/04/2019 16:09 0

Afrika

Pemerintah Mali Didesak Cegah Lebih Banyak Pelanggaran HAM

“Kejahatan-kejahatan ini tidak dihukum. Beberapa investigasi telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi mereka sebagian besar gagal dibawa ke persidangan,” kata Shamdasani.

Selasa, 02/04/2019 14:42 0

Opini

Pemberantasan Hoaks dengan UU Terorisme: Celah Legalisasi Bungkam Lawan Politik

Wacana penggunaan UU terorisme untuk mengatasi hoaks begitu terlihat memaksakan dan tidak berkaitan. Pasalnya, wacana ini lebih kental berangkat dari rasa ketakutan di tubuh rezim yang berkuasa karena ingin mempertahankan status quo.

Selasa, 02/04/2019 14:09 1

Video News

Kiblat Review: Taliban Menang Lawan Amerika

KIBLAT.NET- Peristiwa serangan WTC 9 September 2001, menjadi alasan Amerika untuk invasi Afghanistan. Dimana saat...

Selasa, 02/04/2019 13:01 0

China

Ingatkan Nasib Uighur, Pemimpin TIP: Mereka Seperti Anak Yatim

Pemimpin TIP al-Turkistani mengumpamakan orang-orang Uighur seperti anak yatim. Menurutnya, negara kriminal Cina telah menduduki dan menjajah Turkistan Timur, lalu memberi nama baru bagi wilayah tersebut sebagai “Xinjiang” yang artinya “tanah baru.”

Selasa, 02/04/2019 12:09 0

Afghanistan

20 Tahun Dipenjara, “Taliban Amerika” John Walker Lindh Segera Bebas

Lindh yang dijuluki sebagai “Taliban Amerika” ini tertangkap saat  invasi AS pada November 2001 di Afghanistan, dan dipenjara di pos pertahanan militer Qala-i-Jangi bersama ratusan pejuang Taliban lainnya.

Selasa, 02/04/2019 11:26 0

Suriah

Standarkan Harga Roti, Pemerintah Idlib Wajibkan Produsen Berizin

Bagi toko roti yang tidak memiliki lisensi terncam ditutup. Pengajuan izin gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Selasa, 02/04/2019 08:24 0

Afghanistan

Jelang Musim Semi, Pertempuran Sengit Meningkat di Afghanistan

"Pasukan pemerintah berada dalam posisi ofensif tahun ini. Kami menghadapi banyak pertempuran dan juga korban tentu saja," kata sumber keamanan senior Afghanistan.

Selasa, 02/04/2019 07:00 0

Close