... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerintah Mali Didesak Cegah Lebih Banyak Pelanggaran HAM

Foto: Gambar yang diambil tak lama setelah serangan kekerasan yang menewaskan sekitar 160 orang di desa Ogossogou di Mali. (Sumber: Pulaaku Tabital)

KIBLAT.NET, Bamako – Dewan Hak Asasi Manusia PBB mendesak pemerintah Mali untuk mencegah lebih banyak pelanggaran HAM setelah pembantaian mengerikan yang menewaskan sedikitnya 153 orang dan melukai 73 lainnya di wilayah Mopti.

“Serangan mengerikan hari Sabtu menandai lonjakan signifikan dalam pembunuhan di wilayah Mopti akibat kekerasan komunal dan oleh kelompok-kelompok pertahanan diri yang berusaha untuk membasmi kelompok-kelompok ekstremis brutal,” kata Ravina Shamdasani, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Shamdasani mengatakan serangan di Ogossagou, di wilayah Mopti Mali tengah, adalah yang terbaru dari serangkaian serangan dan siklus kekerasan.

“Serangan telah mengakibatkan sekitar 600 kematian wanita, anak-anak, dan pria, serta ribuan orang yang dipindahkan sejak Maret 2018 di wilayah Mopti saja,” kata juru bicara kantor hak asasi PBB.

Dari jumlah tersebut, 219 telah terbunuh dalam tiga bulan sejak awal tahun ini. Serangan berupa pembakaran rumah dan gudang, menghancurkan mata pencaharian seluruh masyarakat.

Korban selamat dari serangan Ogossagou pada 23 Maret, sebagian besar orang dari komunitas etnis Fulani. Pemburu tradisional dari etnis Dogon yang membantai penduduk desa, tampaknya menggunakan senjata otomatis, senapan berburu dan senjata lainnya.

Anggota komunitas Fulani semakin menjadi sasaran. “Kejahatan-kejahatan ini tidak dihukum. Beberapa investigasi telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi mereka sebagian besar gagal dibawa ke persidangan,” kata Shamdasani.

BACA JUGA  Uni Afrika Cabut Penangguhan Keanggotaan Sudan

Dewan hak asasi PBB mencatat bahwa pemerintah Mali telah membubarkan milisi Dan Nan Ambassagou, yang terdiri dari pemburu tradisional Dogon.

“Kami mendesak penyelidikan segera atas dugaan kejahatan yang dilakukan oleh semua kelompok,” kata Shamdasani.

Sebuah tim hak asasi manusia, seorang petugas perlindungan anak dan dua penyidik ​​TKP PBB dari Misi PBB di Mali (MINUSMA) telah dikerahkan ke Mopti untuk melakukan penyelidikan khusus terhadap serangan-serangan itu.

Sumber: News Ghana
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Pemberantasan Hoaks dengan UU Terorisme: Celah Legalisasi Bungkam Lawan Politik

Wacana penggunaan UU terorisme untuk mengatasi hoaks begitu terlihat memaksakan dan tidak berkaitan. Pasalnya, wacana ini lebih kental berangkat dari rasa ketakutan di tubuh rezim yang berkuasa karena ingin mempertahankan status quo.

Selasa, 02/04/2019 14:09 1

Indonesia

Hanya Dua Santri, Kenang KH. Aceng Zakaria Saat Mondok di Pesantren Persis 

"Karena alumninya hanya dua orang, jadi ujiannya hanya dua orang. Tapi alhamdulillah lulus 100 persen," kenangnya ketika memberi sambutan.

Selasa, 02/04/2019 13:36 0

Video News

Kiblat Review: Taliban Menang Lawan Amerika

KIBLAT.NET- Peristiwa serangan WTC 9 September 2001, menjadi alasan Amerika untuk invasi Afghanistan. Dimana saat...

Selasa, 02/04/2019 13:01 0

Indonesia

Ust. Bachtiar Nasir Singgung Lembaga Jadikan Sekolah Ajang Bisnis

Jika pendidikan di Indonesia seperti itu, lanjut UBN, maka hal tersebut tidak ubahnya seperti jual-beli, yaitu membayar dan dibayar.

Selasa, 02/04/2019 11:48 0

Indonesia

Dr. Tiar Anwar Bachtiar Imbau Kader Persis Tingkatkan Literasi

Sejarawan Islam, Dr. Tiar Anwar Bachtiar mengatakan bahwa saat ini tradisi pemikiran Persis mulai berkurang.

Senin, 01/04/2019 20:33 0

Indonesia

Aktivis Feminis Seharusnya Tak Hanya Suarakan Kebebasan Wanita

sebenarnya tanpa disuarakan pun kodrat perempuan harus dimuliakan.

Senin, 01/04/2019 19:45 0

Indonesia

INSIST: Slogan Wanita Harus Bekerja Muncul dari Feminisme

Jadi yang disuarakan oleh aktivis perempuan feminimisme adalah mendorong semua perempuan di ranah publik

Senin, 01/04/2019 18:27 0

Indonesia

Pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi yang Diminta Menangkan Jokowi Harus Diusut

Selain itu, Ujang juga menekankan bahwa pengakuan ini harus diusut tuntas.

Senin, 01/04/2019 13:03 0

Indonesia

PP Persistri: Orang Setuju RUU P-KS karena Belum Baca

banyak orang belum membaca mengenai RUU P-KS sehingga berfikir itu bagus untuk melindungi hak-hak perempuan

Senin, 01/04/2019 12:15 0

Indonesia

Sejarawan Ingatkan PERSIS Bangkit Temukan Kekuatan Asalnya

Kekusatan asal Persatuan Islam (PERSIS) adalah memproduksi pemikiran,

Senin, 01/04/2019 11:57 0

Close