... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Hukum Pidana: Pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi Mirip Kasus Ratna Sarumpaet

Foto: Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa kasus eks Kapolsek Pasirwangi mirip dengan kasus Ratna Sarumpaet. Yaitu sama-sama membuat pengakuan yang menghebohkan, lalu beberapa waktu kemudian mengklarifikasinya.

“Ratna Sarumpaet awalnya dia mengaku dipukulin, ternyata kemudian dia mengatakan tidak dipukulin karena operasi pelastik. Terus yang ini dia mengakunya disuruh mendukung salah satu palson tertentu, tapi belakangan dia bilang gak disuruh mendukung kan begitu. Ini kan sama saja,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (02/04/2019).

“Cuman yang menjadi masalahnya mana yang benar? Dia ditekan atau benar-benar menyebar hoaks,” sambungnya.

Dengan demikian menurutnya kasus ini memang harus ditindak lanjuti dalam rangka menentukan fakta yang sebenarnya. Dia berharap Bawaslu, Komisi Kepolisian untuk turun.

“Jangan sampai kemudian hal ini dibiarkan kemana-mana. Terlebih lagi masa-masa pilpres tinggal sebentar lagi,” tuturnya.

Adapun dua kemungkinan yang terjadi terhadapa pelaku, yaitu bahwa memang pihak Jokowi tidak meminta kepolisian mendukung kemenangan paslon 01. Tapi eks Kapolsek berbicara sebaliknya. Kemungkinan kedua, pendukung Jokowi meminta kepolisian mendukung, namun oknum kapolsek mendapat tekanan sehingga rela mengaku telah berbuat salah.

“Menurut saya semuanya masih asumtif, akan tetapi menurut asumsi yang paling mendekati kayaknya yang terakhir. Tapi sekali lagi peroses pembuktian menjadi lebih penting,” tandasnya.

Reporter: Syuja A
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Pakar Hukum Pidana: Pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi Mirip Kasus Ratna Sarumpaet”

  1. Maftuh

    Negri carut marut gk jelas mirip mirip jaman pki menakutkan.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Pemerintah Mali Didesak Cegah Lebih Banyak Pelanggaran HAM

“Kejahatan-kejahatan ini tidak dihukum. Beberapa investigasi telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi mereka sebagian besar gagal dibawa ke persidangan,” kata Shamdasani.

Selasa, 02/04/2019 14:42 0

Opini

Pemberantasan Hoaks dengan UU Terorisme: Celah Legalisasi Bungkam Lawan Politik

Wacana penggunaan UU terorisme untuk mengatasi hoaks begitu terlihat memaksakan dan tidak berkaitan. Pasalnya, wacana ini lebih kental berangkat dari rasa ketakutan di tubuh rezim yang berkuasa karena ingin mempertahankan status quo.

Selasa, 02/04/2019 14:09 1

Video News

Kiblat Review: Taliban Menang Lawan Amerika

KIBLAT.NET- Peristiwa serangan WTC 9 September 2001, menjadi alasan Amerika untuk invasi Afghanistan. Dimana saat...

Selasa, 02/04/2019 13:01 0

China

Ingatkan Nasib Uighur, Pemimpin TIP: Mereka Seperti Anak Yatim

Pemimpin TIP al-Turkistani mengumpamakan orang-orang Uighur seperti anak yatim. Menurutnya, negara kriminal Cina telah menduduki dan menjajah Turkistan Timur, lalu memberi nama baru bagi wilayah tersebut sebagai “Xinjiang” yang artinya “tanah baru.”

Selasa, 02/04/2019 12:09 0

Afghanistan

20 Tahun Dipenjara, “Taliban Amerika” John Walker Lindh Segera Bebas

Lindh yang dijuluki sebagai “Taliban Amerika” ini tertangkap saat  invasi AS pada November 2001 di Afghanistan, dan dipenjara di pos pertahanan militer Qala-i-Jangi bersama ratusan pejuang Taliban lainnya.

Selasa, 02/04/2019 11:26 0

Suriah

Standarkan Harga Roti, Pemerintah Idlib Wajibkan Produsen Berizin

Bagi toko roti yang tidak memiliki lisensi terncam ditutup. Pengajuan izin gratis dan tidak dipungut biaya apapun.

Selasa, 02/04/2019 08:24 0

Afghanistan

Jelang Musim Semi, Pertempuran Sengit Meningkat di Afghanistan

"Pasukan pemerintah berada dalam posisi ofensif tahun ini. Kami menghadapi banyak pertempuran dan juga korban tentu saja," kata sumber keamanan senior Afghanistan.

Selasa, 02/04/2019 07:00 0

Turki

Partai AK Menang Tipis di Istanbul, Kalah di Ibukota Turki

Partai AK memimpin di 16 kota metropolitan dan 24 provinsi lainnya. Pada tahun 2014, Partai AK memenangkan pemilihan lokal di 18 kota metropolitan dan 30 provinsi lainnya.

Senin, 01/04/2019 12:09 0

Eropa

Tak Ada Muslim dalam 10 Teratas Penjahat di Jerman, Partai Anti-Islam Kecewa

Bukan pertama kalinya AfD menerima hasil yang tidak diinginkan. Tahun lalu, partai itu akhirnya menghapus polling di Twitter yang menanyakan "Apakah Islam bagian dari Jerman?"

Senin, 01/04/2019 11:26 0

Amerika

Facebook Perketat Layanan Live Streaming Pasca Teror Selandia Baru

Jejaring sosial ini juga sedang mengembangkan perangkat lunak untuk dengan cepat mengidentifikasi video atau gambar kekerasan yang diedit untuk mencegahnya dibagikan atau diposting kembali.

Senin, 01/04/2019 10:55 0

Close