Jelang Musim Semi, Pertempuran Sengit Meningkat di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Pertempuran akan kembali meningkat di Afghanistan menjelang musim semi. Pemerintah Kabul telah mengumumkan kampanye militer sementara Taliban sedang mempersiapkannya.

Menurut laporan tidak resmi, seperti dilansir Reuters pada Senin (01/04/2019), ratusan tentara Afghanistan terbunuh atau terluka dalam pertempuran sengit di Afghanistan selatan, barat dan utara sepanjang Maret 2019. Beberapa hari lalu, dua pasukan khusus AS tewas di dekat Kunduz. Pada bulan tersebut juga terjadi insiden belasan tentara Afghanistan tewas akibat salah target oleh jet tempur AS.

“Pasukan pemerintah berada dalam posisi ofensif tahun ini. Kami menghadapi banyak pertempuran dan juga korban tentu saja,” kata sumber keamanan senior Afghanistan.

Girm Smith, penasihat International Crisis Group, mengatakan bahwa kecenderungan untuk berperang pada kesempatan-kesempatan tertentu menjadi semakin tidak jelas selama bertahun-tahun. Sebagian besar anggota Taliban sekarang bertempur di dekat rumah mereka dan karenanya tidak perlu menunggu salju mencair di celah-celah gunung.

Namun, setiap tahun Taliban mengumumkan awal operasi musim semi dengan tahun kemelut dan nama sandi lokal seperti tahun lalu mereka menamakan operasi dengan sandi “Khandaq (Parit)”.

Tetapi sumber keamanan mengatakan bahwa situasinya berbeda tahun ini. Pasalnya, pasukan pemerintah mendahului Taliban dalam mengumumkan operasi ini. Pasukan pemerintah sudah memberi sandi pertempuran tahun ini dengan “Khaled”.

“Tujuan operasi tahun ini adalah untuk meningkatkan pengumpulan informasi intelijen dan serangan tertarget kepada musuh,” katanya.

Strategi pertempuran yang dibarengi pembicaraan damai sudah digunakan sejak mantan era Presiden AS Barack Obama. Seorang diplomat AS mengatakan bahwa peningkatan operasi militer di Afghanistan mengikuti langkah serupa di Sudan selatan dan Kolombia dengan mengintensifkan pertempuran sebelum penyelesaian konflik secara damai.

Namun di negara yang telah berperang selama 17 tahun, peningkatan pertempuran hanya meningkatkan frustrasi.

Smith mengatakan peningkatan kekerasan juga mengancam untuk memperketat posisi dengan menunda penyelesaian dan bukannya mendesak untuk membawa kedua pihak lebih dekat.

Ditanya tentang strategi pemerintah yang paling agresif, kepala eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan itu hanya mencerminkan kebutuhan untuk mempersiapkan segala kemungkinan.

“Jika pemerintah dan Taliban menyetujui gencatan senjata, pasukan keamanan akan bertindak sesuai dengan itu,” katanya kepada wartawan di Kabul.

Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Konya Faulkner mengatakan bahwa “tidak ada perubahan” dalam kebijakan AS atau dalam perjuangan bersama dengan pasukan Afghanistan.

Taliban Siap-siap

Putaran pembicaraan damai terbaru pada awal Maret berakhir dengan pernyataan oleh pejabat AS dan Taliban tentang kemajuan positif. Tanggal putaran negosiasi berikutnya tidak diumumkan tetapi diperkirakan akan dimulai bulan ini.

Negosiasi bertepatan dengan pertempuran sengit di beberapa daerah di Afghanistan, dari provinsi Kunduz di utara hingga Helmand di selatan dan Badghis di barat laut.

Seorang pemimpin Taliban, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pihaknya baru-baru ini mengadakan pertemuan untuk membahas tanggal dan nama sandi kampanye militer musim semi tahun ini.

“Fokus kami akan lebih khusus pada operasi yang ditargetkan … mengurangi korban di antara warga sipil akan menjadi prioritas utama kami,” katanya.

Dia mengatakan beberapa pemimpin Taliban mengusulkan operasi yang berkelanjutan dan menunggu hasil pembicaraan damai, tetapi kelompok itu memutuskan untuk tidak menunda operasi setelah pasukan Afghanistan meluncurkan operasi “Khaled”.

Juru bicara gerakan Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa Taliban akan meluncurkan kampanye musim semi dalam waktu sekitar satu bulan ketika cuaca panas meningkat.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat