Ingatkan Nasib Uighur, Pemimpin TIP: Mereka Seperti Anak Yatim

KIBLAT.NET, Xinjiang – Abdul Haq al-Turkistani, pemimpin kelompok jihadis Turkistan Islamic Party (TIP) afiliasi al-Qaidah pada medio bulan ini merilis pesan terbaru yang mengecam pendudukan dan penjajahan Cina di wilayah yang biasa disebut sebagai Xinjiang. Pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada para tokoh jihadis termasuk pemimpin Taliban, pemimpin al-Qaidah, dan juga sejumlah figur ideolog al-Qaidah.

Ia menyerukan kepada tokoh-tokoh tersebut supaya kembali memberikan dukungan ideologis bagi perjuangan Uighur. “Sangat sedikit informasi yang diketahui bahwa ada upaya pembungkaman terhadap media, pemberangusan suara-suara rakyat, dan kebijakan Cina yang memalukan. Lebih parah dari itu, ritual-ritual agama Islam diinjak-injak dan direndahkan,” kata al-Turkistani.

Pemimpin TIP al-Turkistani mengumpamakan orang-orang Uighur seperti anak yatim. Menurutnya, negara kriminal Cina telah menduduki dan menjajah Turkistan Timur, lalu memberi nama baru bagi wilayah tersebut sebagai “Xinjiang” yang artinya “tanah baru.”

Kebijakan atau taktik yang sebenarnya sederhana ini ternyata cukup berhasil, sehingga meskipun mereka adalah tetangga dari saudara-saudara Muslim Pakistan dan Afghanistan, sangat sedikit yang tahu bahwa ada satu wilayah yang bernama Turkistan Timur. Dan juga, menjadi sesuatu yang jarang bagi sebagian besar Muslim tahu tentang Uighur, bahkan di kalangan cendekiawan mereka pun menyebut negeri kami sebagai “Xinjiang” dan menganggap kami sebagai “orang Cina.”

Al-Turkistani menjelaskan suatu fakta bahwa Uighur memiliki sejarah, identitas, dan budaya sendiri, sehingga mereka mengaku sangat menyedihkan apabila mereka disebut sebagai Cina. “Daratan Turkistan berada di bawah penjajahan Komunis selama satu abad. Bagian barat (Turkistan) dijajah oleh kafir Rusia, dan bagian timur dijajah oleh kafir Cina,” kata al-Turkistani menjelaskan. Dampaknya, Uighur kehilangan identitas keislaman mereka.

“Umat Islam hari ini tidak tahu posisi geografi kami. Kami membenci negara penjahat Cina, dan kami tidak senang dikaitkan dengan mereka (Cina), dan kami tidak akan pernah menginginkan berafiliasi dengan Cina,” kata al-Turkistani.

Ia membandingkan mengapa Muslim di Afghanistan tidak disebut sebagai “Muslim Amerika” padahal AS menjajah negeri itu, demikian juga Muslim yang tinggal di Palestina tidak disebut “Muslim Israel.” Al-Turkistani mempertanyakan mengapa orang-orang Uighur harus disebut sebagai Muslim Cina, padahal Uighur sama sekali bukan Cina.

“Mereka semua merupakan ‘Umat Muhammad’ dan tidak bisa meninggalkan sistem pemerintahan Allah atau kekuasaanNya. Dan sungguh, komunis Cina yang memalukan itu tidak memiliki hak kedaulatan atas kami,” ujarnya.

Pemimpin TIP menjelaskan bahwa orang-orang Uighur “dipenjara dan dibunuh, dimusnahkan, mereka direndahkan martabat kemanusiaan mereka oleh penjahat Cina yang biadab.” Dampaknya, Turkistan Timur nyaris tidak ada, sebagaimana “Andalus” yang pernah menjadi wilayah Muslim. Dia lalu menyerukan kepada umat Islam untuk tidak melupakan Uighur di dalam doa-doa mereka.

Sumber: TLWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat