... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sejarawan Ingatkan PERSIS Bangkit Temukan Kekuatan Asalnya

Foto: Sejarawan Tiar Anwar Bachtiar berbicara dalam acara Silaturahim Akbar Keluarga Besar Alumni Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) di Auditorium BPPT Jakarta Pusat, Ahad (31-03-2019)

KIBLAT.NET, Jakarta- Sejarah merupakan suatu catatan lampau yang bisa diambil hikmahnya oleh setiap orang, ada banyak sejarah sukses yang dapat dipelajari supaya dapat dipraktikkan dan kembali mendapatkan kesuksesan. Salah satunya adalah sejarah sebuah organisasi.

Sejarawan Persatuan Islam (PERSIS) Dr. Tiar Anwar Bachtiar menerangkan bahwa Persis yang dahulu tidaklah sama dengan yang sekarang. Menurutnya, ketika pertama kali berdiri, PERSIS bukanlah suatu ormas dan tidak mempunyai massa.

“Saya masuk pesantren tahun 1991 lulus 1997 ada satu hal yang saat ini sudah di raih PERSIS, yaitu sekarang PERSIS benar-benar menjadi organisasi masyarakat (ormas). Dulu ketika masih berdiri pertama kali, itu bukan ormas, tidak punya Massa. Tidak punya cabang-cabang banyak itu tidak ada,” ungkap Tiar saat menjadi pembicara pada talkshow dalam acara Silaturahim Akbar Keluarga Besar Alumni Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) di Auditorium BPPT Jakarta Pusat, Ahad (31/03/2019).

Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa PERSIS tetap di kenang dan dikenal oleh masyarakat karena produk tulisan dan pemikiran-pemikirannya. Saat bediri, PERSIS banyak menghasilkan tulisannya dari anggotanya yang sedikit.

“Karena PERSIS baru buat cabang tahun 1948, itupun karena didesak oleh keadaan bahwa Masyumi harus berkembang, sehingga persis pun dikembangkan secara organisasi,” jelasnya.

Hal itulah yang membuat PERSIS jadi sangat dikenal meski di masa awal bukanlah ormas atau organisasi yang massanya banyak. PERSIS, lanjut Tiar, selalu terdepan dalam melahirkan pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan baru. Dari gagasan dan pemikiran tersebut PERSIS memiliki tapak yang kuat di Indonesia.

BACA JUGA  Kashmir Memanas, PKS Tegaskan PBB Tidak Boleh Diam

“Sebetulnya jamaah PERSIS ini kan produk dari orang-orang yang sangat tertarik dengan pemikiran PERSIS, yang ditulis di majalah Al Ihsan, Daulah Islamiyah, Majalah Almuslimun, Risalah dan sebagainya. Ini adalah produk-produk pemikiran PERSIS,” terangnya.

Tiar menilai ketika PERSIS telah menjadi ormas dan jamaahnya cukup banyak, tentu saja konsentrasinya lebih banyak ke dakwah daripada menghasilkan pemikiran-pemikiran baru. “Karena kalau sudah banyak jamaahnya yang harus dibina jamaahnya, logikanya kedekatannya adalah kedekatan nyawa, bukan kedekatan memproduksi pemikiran-pemikiran baru,” paparnya.

Tiar pun mengingatkan bahwa PERSIS harus kembali menemukan kekuatan asalnya. “Kekuatan asal PERSIS adalah memproduksi pemikiran, yang saya sindir tadi bahwa PERSIS harus sudah mentradisikan kembali hidupnya literasi, literasi, literasi,” ujarnya.

“Mudah-mudahan penulis-penulis muda PERSIS bangkit lagi, walaupun sekarang sedang musim politik,” pungkas Tiar.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Tak Ada Muslim dalam 10 Teratas Penjahat di Jerman, Partai Anti-Islam Kecewa

Bukan pertama kalinya AfD menerima hasil yang tidak diinginkan. Tahun lalu, partai itu akhirnya menghapus polling di Twitter yang menanyakan "Apakah Islam bagian dari Jerman?"

Senin, 01/04/2019 11:26 0

Amerika

Facebook Perketat Layanan Live Streaming Pasca Teror Selandia Baru

Jejaring sosial ini juga sedang mengembangkan perangkat lunak untuk dengan cepat mengidentifikasi video atau gambar kekerasan yang diedit untuk mencegahnya dibagikan atau diposting kembali.

Senin, 01/04/2019 10:55 0

Palestina

Dituduh Lempari Mobil Pemukim Yahudi, Siswa SD Palestina Ini Ditangkap saat Sekolah

Dua tentara Israel bersenjata lengkap menggerebek sekolah di tepi Barat itu.

Senin, 01/04/2019 09:25 0

Foto

Banjir Rendam Kamp Pengungsi di Idlib, Begini Kondisinya

Kondisi itu semakin menyulitkan hidup para pengungsi. 

Senin, 01/04/2019 07:45 0

Yaman

Syiah Hutsi Eksekusi Puluhan Anggotanya yang Berencana Menyerah

eksekusi itu dilakukan di lokasi proyek sumur di kota Drehami secara brutal. Mayat-mayat mereka dikubur di belakang sebuah sekolah.

Senin, 01/04/2019 07:13 0

Palestina

Aksi Protes Setahun Great March of Return, 4 Warga Palestina Gugur

Korban keempat ditembak di timur perbatasan Khan Younis, Gaza Selatan

Ahad, 31/03/2019 17:45 0

Afghanistan

Taliban: Kami Memanusiakan Para Tahanan Sesuai Prinsip Islam

"Para pejuang yang ditahan selama pertempuran sengit diberikan perawatan medis dan dihibur oleh Mujahidin Imarah Islam sesuai dengan etika jihad, bukannya dibunuh, dihukum atau ditargetkan sebagai objek balas dendam," kata Taliban.

Ahad, 31/03/2019 15:06 0

Amerika

Kolumnis Washington Post: Pembunuh Khashoggi Menerima Pelatihan Militer di AS

Perusahaan pengamanan itu menjelaskan berbagai program pelatihan senjata, pertempuran jarak dekat, mengemudi taktis, dan keahlian menembak jarak jauh.

Ahad, 31/03/2019 14:00 0

Foto

Manusia vs Tank Lapis Baja: Potret Peringatan 1 Tahun Demontrasi Gaza

Menghadapi massa Palestina, tentara Israel telah mengerahkan banyak tank dan kendaraan lapis baja di sepanjang zona penyangga wilayah Jalur Gaza.

Ahad, 31/03/2019 13:30 0

Afghanistan

Lembaga Pengawas AS Anggap Kesepakatan Damai Afghanistan sebagai Ancaman

Menurut SIGAR, ada delapan area berisiko tinggi yang dianggap berpotensi menghambat program yang dibiayai pemerintah AS itu.

Ahad, 31/03/2019 11:05 0

Close